About Ziana

About Ziana
Chapter 38



"lebih cepat Jess" titah Ziana kepada Jessica, salah satu orang kepercayaannya dulu ketika masih menjadi pemimpin Bloody Rose.


"Baik queen"


"Ini udah kencang banget Zi" protes Dita.


"Kita udah gak punya waktu Dit"


"Tapi.."


"Jess lebih cepat sedikit" titah Ziana lagi.


Jessica hanya mengangguk patuh dan menuruti semua keinginan dari Ziana.


"Aaaahhh" Dita berteriak ketika Jessica menambah kecepatannya.


Ziana terlihat mengambil sesuatu dari dalam tasnya tanpa sepengetahuan Dita.


'Sorry Dit, gue terpaksa lakuin ini' batin Ziana sebelum jarum suntik menembus kulit putih milik Dita.


Ya, Ziana menyuntikkan obat tidur kepada sahabatnya itu karena tidak tega melihatnya ketakutan, sementara mereka harus buru-buru sampai ke kota A sebelum geng Scorpion mengetahui akan maksud kedatangannya.


Sementara itu di markas Scorpion, sang ketua yang sudah mengetahui akan kedatangan tamu yang tak di undang namun sangat di nanti-nantikannya itu telah bersiap untuk menjamu para tamunya.


"Jangan lupa siapkan kejutan yang special untuk para calon tamuku" titahnya sambil menyeringai kepada sang asisten.


"Sudah tuan" jawab sang asisten bergidik melihat seringaian dari tuannya yang menurutnya sangat menyeramkan itu.


"Kerja bagus, kembalilah dan bersiap sepertinya mereka sudah hampir sampai" ucap pria itu lagi masih dengan posisi yang sama.


"Baik tuan, saya permisi" pamitnya.


"Hemm"


Setelah kepergian sang asisten, pria itu bangkit dan berjalan menuju jendela kaca yang berada tidak jauh di belakang kursi yang tadi di dudukinya.


Pria itu berdiri disana dengan tangan kiri di masukan kedalam kantong celana dan tangan kanannya bertumpu pada pinggiran jendela.


"Akhirnya setelah sekian lama kita akan bertemu kembali" ucapnya.


"Tapi kali ini aku berjanji, tidak akan gagal lagi" ucapnya lagi menyeringai.


"Aku akan benar-benar menghabisimu" sambungnya lagi dengan tatapan mata yang sangat tajam.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Sekitar 15 menit kemudian akhirnya Ziana sampai di depan gerbang markas geng Scorpion, dan disana juga sudah terlihat anggota dari Bloody Rose yang menunggu kedatangannya.


Sebelum turun, tidak lupa Ziana memakai penutup wajahnya yang berwarna hitam dengan gambar bunga Mawar yang berlumuran darah.


"Baik queen" jawab Jessica dengan wajah lemah karena tidak di ajak untuk bertarung, padahal perempuan itu telah lama tidak mencium bau darah segar dari para musuh.


"Dimana Regan" tanya Ziana saat tidak menemukan keberadaan Regan di sana.


"Tuan akan menyusul queen" jawab salah satu dari mereka.


"Baiklah, ayo lakukan sesuai rencana"


"Ingat jangan ada yang terpisah, saya tidak ingin ada yang terluka"


"Baik queen" ucap mereka semua secara serentak.


Setelah itu mereka mulai memasuki markas tersebut secara perlahan tanpa ada suara sedikitpun.


Sementara itu di perjalanan Bryan menyempatkan diri untuk menghubungi seluruh anggota The Braves untuk menyusul mereka.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


"Mereka sudah tiba tuan" lapor seseorang melalui sambungan telepon. Ia sedari tadi duduk mengamati kedatangan musuh melalui cctv.


"Bagus, permainan akan di mulai" ucap sang ketua di seberang telepon.


Namun baru beberapa detik tiba-tiba cctv itu berubah menjadi gelap. "Sial" umpatnya.


"Gawat tuan, mereka meretas cctv, saya tidak bisa melihat apapun" paniknya.


"Bod*h, lakukan sesuatu" hardik seseorang diseberang sana kemudian mematikan sambungan teleponnya begitu saja.


"Aarrghhh sial, siapa sebenarnya mereka" kesalnya memukul meja dengan sangat keras.


Ternyata salah seorang anak buah Regan yang berjaga di markas, ia merupakan seorang hacker profesional yang telah berhasil meretas cctv disana.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


"Haha tikus kecil sepertimu mau bermain-main denganku" ucap Fero dengan senyum smirk nya karena telah berhasil meretas cctv di markas musuh.


"Cctv nya sudah gue retas, sekarang kalian tidak perlu khawatir, tapi berhati-hatilah karena mereka sudah menunggu kedatangan kalian" ucap Fero memberikan instruksi melaluiย  microphone kecil yang terpasang di dekat mulutnya.


Microphone itu terhubung dengan earphone yang di gunakan oleh semua anggota Bloody Rose yang mereka gunakan sebelum berangkat.


Jadi, ketika Fero mengaktifkan microphone nya maka seluruh anggota Bloody Rose bisa mendengarkan semua yang dia ucapkan.


*****


Note : semua yang di tulis di atas nggak benar ya, semua hanya imajinasi othor semata ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚