
Leon terus mengikuti Lucas.
Bukan bermaksud tidak sopan, hanya saja pemuda itu lupa menanyakan di ruangan mana keponakan Aruna di rawat.
tapi bukan Lucas namanya jika tidak usil.
Laki-laki itu dengan sengaja hanya berputar-putar di rumah sakit tanpa berniat untuk kembali keruangan Attar maupun Ziana.
____________________________________________
Sementara itu Arash dan Bryan yang sudah keluar dari ruangan Ziana kini tengah sibuk memeriksa Email sambil menemani Attar begitupun dengan Bryan.
terdengar pintu terbuka, dan dari arah pintu menampilkan pasangan paruh baya yang tidak lain adalah Arianna dan Arnan.
"Ma, Pa" Arash langsung berdiri dan menyalami tangan kedua orangtuanya diikuti oleh Bryan.
Kedua laki-laki itu pun menghentikan pekerjaannya dan memasukkan ponselnya kedalam saku celana masing-masing.
"gimana keadaan cucu Oma?" tanya Riana mendekati ranjang cucunya.
"Attar sudah sehat Oma" jawab Attar.
Ariana mendekat dan menyentuh kening sang cucu "syukurlah udah gak panas lagi" ucap Ariana.
"berarti udah boleh pulang dong?" ujar Ariana lagi.
"no..Attar belum mau pulang Oma" rengeknya.
Ariana mengernyit, biasanya juga cucunya itu tidak suka jika berada di rumah sakit, tapi kenapa sekarang malah tidak ingin pulang.
"Oma pliiss.. Attar masih mau disini" rengek Attar lagi yang akhirnya membuat Ariana mau tidak mau menyetujui keinginan sang cucu.
"Yee..asyik, terimakasih Oma" Attar bangkit dan langsung memeluk Ariana.
Ariana yang tidak siap dengan serangan mendadak Attar hampir terjungkal kebelakang, beruntung Arnan dengan cepat berdiri dan menahan tubuhnya.
"Attar hati-hati, bagaimana kalau Oma sampai jatuh?" ucap Arnan tegas.
"maaf Opa, Oma" Attar menunduk dengan takut.
Ariana langsung mendelik kearah suaminya, karena sudah berbicara keras kepada cucu kesayangannya, dan membuat cucunya itu menjadi takut.
"tidak apa sayang, kemarilah" ujar Ariana merentangkan kedua tangannya.
Dengan gerakan cepat Attar langsung masuk kedalam dekapan hangat Omanya.
Arnan kembali ketempat duduknya tadi sambil bergumam "Haahh sepertinya pesonaku sudah kalah sama anak kecil"
Arash yang mendengar gumaman papanya hanya geleng-geleng kepala.
____________________________________________
Setelah selesai berbincang-bincang dengan Dita dan juga Jessica di kantin, Aruna memutuskan untuk kembali ke ruangan Attar untuk berpamitan kepada Arash.
"Lepas.." Aruna berusaha berontak.
Namun orang itu sama sekali tidak bergeming dengan rontaan Aruna. Aruna tidak bisa mengenali orang tersebut karena menggunakan hoodie.Orang itu membawanya ke taman belakang rumah sakit.
"Sakit.. lepasin gue.." Aruna kembali berontak dan seketika orang itu melepas cekalannya. Aruna mendongak dan kaget saat mengetahui bahwa orang itu adalah
"Leon" ucapnya pelan.
"maafin aku" Leon berusaha menyentuh tangan Aruna yang terlihat memerah akibat ulahnya.
Namun gadis itu mundur, tidak ingin Leon menyentuhnya.
"sayang.." bujuk Leon.
"pergi.. aku benci sama kamu" marah Aruna.
"aku salah apa?" tanya Leon.
"masih nanya salah kamu apa?" Aruna balas bertanya dengan nada tinggi.
"Kamu jahat, kamu gak ada kabarin aku hampir seminggu" Aruna menunjuk wajah Leon.
"aku bisa jelasin" Leon berusaha tenang.
Aruna menggeleng "aku gak mau dengerin alasan apapun dari kamu"
"hei.. kamu kenapa sih?" Leon meraih tangan Aruna yang hendak pergi.
"jangan sentuh aku, lepasin.." Aruna mulai menangis.
"sshhh..sakit" desis Aruna sambil menangis.
Leon gelagapan melihat kekasihnya menangis. pemuda itu pun melepaskan tangan Aruna.
Aruna menutup wajahnya menggunakan kedua tangannya. Leon pun berjongkok di depan gadis itu.
"sayang.. aku minta maaf, aku gak ada maksud buat nggak ngabarin kamu"
"Sebenarnya beberapa hari ini aku sibuk belajar ilmu beladiri, semenjak kejadian waktu itu aku merasa malu karena tidak bisa menjaga kamu, aku merasa seperti pecundang" Sambung Leon dengan posisi masih berjongkok.
Aruna tertegun mendengar penuturan Leon, gadis itu tidak menyangka bahwa ternyata kekasihnya rela melakukan semua itu untuk menjaganya.
Gadis itupun menghentikan tangisnya, dan ikut berjongkok di hadapan kekasihnya.
"kamu harusnya tidak perlu melakukan semua itu, aku cinta sama kamu apa adanya" ucap Aruna dengan jejak air mata masih menempel di wajahnya.
******
Happy Reading 💕💕💕