
Seminggu berlalu, kini Ziana sudah kembali beraktifitas seperti biasanya, begitupun dengan Arash.
Setelah kembali dari rumah sakit keduanya sudah tidak pernah lagi bertemu karena kesibukan masing-masing di dunia bisnis.
Ziana untuk sementara di kota B guna mengawasi jalannya pembangunan yang beberapa waktu lalu sempat stop di tengah jalan, karena kasus penggelapan dana.
Ziana tidak sendiri, tapi ada Dita yang selalu setia menemaninya kemanapun perempuan itu melangkah.
Sedangkan Arash harus ke luar negeri menggantikan Papa Arnan untuk mendapatkan tanda tangan kontrak kerja sama dengan perusahaan asing.
___________________________________________
Sementara itu, di sebuah rumah sakit luar negeri, terjadi kekacauan karena pasien yang berasal dari Indonesia dan sudah sekitar 2 tahun ini menghuni rumah sakit tersebut tiba-tiba saja mengalami kejang-kejang.
Semua orang yang berada di ruangan tersebut panik, termasuk tangan kanan sang pasien yang selalu setia menemani tuannya selama kurang lebih 2 tahun terakhir ini di rumah sakit.
Selang beberapa menit, setelah mendapat penanganan dari tim dokter pasien tersebut sudah tidak kejang-kejang lagi seperti beberapa saat yang lalu.
Tangan pasien terlihat bergerak dan matanya pun perlahan terbuka. 'ini sebuah mukjizat' batin semua orang yang melihat kejadian langka itu.
Setelah 2 tahun lebih di rawat di sana, bahkan tim dokter yang menanganinya hampir menyerah, tapi berkat kegigihan dari cucu perempuan sang pasien, membuat dokter disana tidak bisa menolak keinginannya.
"Air" setelah berusaha akhirnya satu kata berhasil lolos dari bibir pasien yang terlihat sudah mulai menua dan kondisi tubuh yang sangat kurus.
Suster yang juga berada disana dan menyaksikan kejadian itu dengan cepat mengambilkan segelas air untuk pasien tersebut.
Pasien tersebut langsung meminum air yang di berikan oleh suster dan meneguknya hingga tandas.
Setelah dokter memeriksa kondisi pasien barulah tim dokter dan para suster itu keluar dari sana.
"apa yang anda rasakan tuan? apa ada yang sakit?" tanya Robin tangan kanannya.
"saya hanya merasa sangat lemas" ucap pasien tersebut yang bernama Abian.
"apa saya perlu menghubungi nona dan memberi tahu tentang kondisi anda tuan?" ujar Robin bertanya.
"tidak, jangan beritahu apapun dulu kepadanya" larang Abian.
Robin mengangguk patuh kepada atasannya.
"kau sebaiknya keluar dan beristirahatlah, aku ingin tidur" perintah Abian.
"baik tuan saya permisi" ucap Robin sebelum berlalu dari ruangan Abian.
Setelah Robin keluar, Abian kembali memejamkan matanya dan tertidur.
____________________________________________
Malam harinya di Indonesia Ziana tengah meradang saat sedang melakukan vidio zoom dengan beberapa karyawannya. Bagaimana tidak, semua laporan yang di mintanya tidak ada yang sesuai dengan keinginannya.
Meskipun tidak berada di ruangan yang sama dengan Ziana, namun mereka yang mendapatkan amukan seperti itu seketika menjadi berkeringat dingin.
'hanya via zoom saja, sudah semengerikan ini, bagaimana jika secara langsung' mungkin begitulah isi kepala para karyawan Ziana saat ini.
"saya mau kalian revisi malam ini, saya tidak mau tahu, pokoknya saya mau semua selesai malam ini juga" perintah Ziana adalah mutlak, tidak ada yang bisa menggangu gugatnya.
"baik bu" ucap mereka secara serentak. setelah itu Ziana menutup laptopnya, karena ponselnya berdering sedari tadi.
Dita yang juga ikut zoom tadi buru-buru mendatangi kamar Ziana setelah bos sekaligus sahabatnya itu mengakhiri pertemuan virtual, Dita merasa khawatir melihat betapa kesalnya Ziana tadi.
tok tok tok
"masuk" ucap Ziana.
kali ini kekhawatiran Dita tidak terjadi, terbukti bagaimana Ziana tengah tertawa kecil sambil menatap layar ponselnya.
"ada apa Dit?" tanya Ziana ketika Dita hanya bengong di depan pintu.
"eemmhhh..tidak ada apa-apa" ucap Dita spontan.
"kalau begitu saya izin kembali ke kamar" ucap Dita lagi.
Tanpa mendengar persetujuan Ziana, Dita sudah pergi begitu saja. Ziana mengernyit 'aneh banget' batin Ziana.
"ada apa Aunty?'" ucap seseorang di seberang telepon, yang tidak lain adalah Attar.
"gak ada apa-apa sayang" jawab Ziana menampilkan senyumnya.
"mau bobo sekarang?" Tanya Ziana balik.
yang ditanya mengangguk antusias.
"yaudah yuk, aunty juga ngantuk"
Ziana lalu membaringkan tubuhnya kemudian meletakkan ponsel dan mengarahkan kearahnya.
"selamat bobo sayang" ucap Ziana.
"selamat bobo Aunty" balas Attar.
kemudian keduanya menutup mata masing-masing dan bersama menuju ke alam mimpi.
********
Happy Reading 💕💕💕