About Ziana

About Ziana
Chapter 60



Saat telah berada didalam mobil Arnan mulai menyalakan mesin mobilnya.


Mereka hanya pergi berdua tanpa ditemani oleh seorang supir yang biasa mengantar Arnan kemanapun pria itu pergi.


Setelah keluar dari halaman rumah, Arnan mulai bertanya kepada Sang cucu.


"kita mau kemana dulu, Mall? taman?atau.."


"no Opa, kita tidak akan kesana" ujar Attar memotong ucapan Opanya.


"terus kita mau kemana?" tanya Arnan bingung.


Attar lalu memberikan ponselnya yang sudah terhubung dengan google map sesuai dengan lokasi yang ingin di datanginya.


Arnan menghentikan mobilnya dan membaca ponsel Attar sejenak.


"Attar mau apa di kota B nak? ini kan jauh butuh 3 jam untuk bisa sampai kesana" tanya Arnan sembari memberikan pengertian kepada cucunya itu.


"Attar tau itu kota B, dan Attar juga tahu kalau butuh waktu lama untuk sampai, makanya Attar bawa ini" jawab Attar sembari mengangkat tas ransel yang berisi makanan dan minuman yang tadi di bawanya.


"apa itu?" tanya Arnan dengan dahi berkerut.


"ini perbekalan untuk kita selama di perjalanan" kata Attar menunjukkan isi tasnya.


Arnan hanya ber oh ria karena ternyata cucunya itu telah mempersiapkan segala sesuatunya.


"tapi Attar mau ngapain disana?" Arnan kembali bertanya sembari menghidupkan kembali mobilnya.


"Attar punya misi Opa" jawab Attar


"misi?" ulang Arnan, pria paruh baya itu takut hanya salah dengar. namun anggukan dari Attar membuatnya kembali bertanya.


"misi apa?" tanya Arnan lagi.


"misinya rahasia, gak ada yang boleh tau" kata Attar menggeleng.


Arnan menghela nafas, punya cucu yang terlalu pintar ternyata membuatnya kerepotan. Namun pria itu sangat menikmatinya.


___________________________________________


Sementara itu di kota B Ziana tengah sibuk membersihkan apartemen baru yang akan di tempatinya bersama Dita nanti, selama mereka berada di kota tersebut.


Perempuan itu duduk di lantai setelah selesai mengepel lantai. Sementara Dita sedang keluar untuk berbelanja keperluan dapur.


Maklum saja mereka belum sempat mencari Art baru setelah pindah dari apartemen sebelumnya, jadi Ziana tidak punya pilihan lain selain membersihkan apartemen itu seorang diri.


Meskipun seorang CEO namun perempuan itu sama sekali tidak gengsi untuk mengepel dan membersihkan apartemennya sendiri.


Selesai mandi dan bersiap, Ziana berselancar sebentar di dunia maya sembari menunggu sekertaris Dita.


20 menit berlalu Dita datang dengan banyak kantong berisi belanjaannya.


Selesai menata barang-barang yang di beli Dita ponsel Ziana berdering. Yang menelpon tenyata Klien yang ingin bertemu, Kliennya tersebut memberi tahu bahwa jadwal pertemuan dimajukan karena Kliennya itu mendapat kabar dari kota C dan dia harus segera kesana.


Keduanya buru-buru bersiap karena untuk sampai ke lokasi pertemuan membutuhkan waktu setengah jam.


Tidak butuh waktu lama Dita telah selesai mandi dan berganti pakaian sementara Ziana sudah siap sedari tadi.


Saat akan masuk kedalam mobilnya Ziana mendengar suara yang tidak asing memanggilnya. Refleks perempuan itu menoleh dan mendapati seorang bocah laki-laki berlari kearahnya.


Ziana berjongkok dan merentangkan kedua tangannya untuk menyambut Attar.


Bocah laki-laki itu langsung berhambur kedalam pelukan Ziana.


"Attar sama siapa sayang?" tanya Ziana celingak-celinguk mencari seseorang yang mungkin menemani bocah tersebut, namun Ziana tidak melihat siapapun.


"Attar sama Opa" jawabnya setelah melerai pelukannya.


"terus opanya dimana? kenapa gak ikut kesini?" tanya Ziana beruntun menatap Attar.


"sengaja Attar suruh beli minum, disana" tunjuk Attar di seberang.


"duhh gimana dong sayang, aunty buru-buru nih, ada rapat sama klien" ucap Ziana tidak tega.


"gak apa-apa Aunty, Attar juga tidak lama kok, Attar kesini cuma mau ngasih ini" kata Attar menjulurkan sebuah undangan kearah Ziana menggunakan tangan kanannya.


Ziana meraih undangan tersebut kemudian membacanya.


"Aunty datang ya nanti malam" pinta Attar dengan puppy eyes nya.


Ziana mengusap wajah bocah laki-laki itu sambil mengangguk "Aunty pasti datang" ucapnya yakin.


"makasih Aunty" Attar kembali memeluk Ziana dan di balas oleh perempuan.


"yasudah Attar pergi dulu ya Aunty, Opa sedang jalan menuju kesini, dadah Aunty" pamitnya sambil melambaikan tangannya.


"dadah.." Balas Ziana ikut melambaikan tangannya.


Ziana terus memperhatikan bocah itu hingga masuk kedalam mobilnya, setelah itu barulah Ziana juga masuk kedalam mobil yang di kemudikan oleh Dita.


*****


Happy Reading 💞💞 💞