About Ziana

About Ziana
Chapter 26



sepulang dari Club Arash langsung ke kamarnya untuk mandi dan berganti pakaian terlebih dahulu.


Arash tidak ingin Attar mencium bau alkohol dari pakaian yang dia kenakan.


Selesai mandi dan berganti pakaian Arash langsung ke kamar Attar.


"Aruna.." ucap Arash pelan.


Pria itu menepuk bahu adiknya.


"eenghh apa sihh" gerutu Aruna yang masih setengah sadar.


"bangun.. sana pindah ke kamar kamu"


Aruna langsung bangun dari tidurnya.


"Makasih ya udah jagain Attar, dia gak rewel kan tadi?"


"heemm.. sedikit tapi berkat video call sama kak Ziana, Attar bisa tidur cepet" jelas Aruna panjang lebar.


Arash menaikkan sebelah alisnya kemudian berkata "kalian masih sering berhubungan?"


"hemm" balas Aruna singkat sambil mengangguk.


Arash menghela nafas, sebenarnya dia tidak masalah jika anaknya dekat dengan seseorang, namun yang menjadi masalah baginya adalah, Arash takut jika nantinya Attar akan ketergantungan dengan wanita yang bahkan Arash sendiri belum tahu asal usulnya.


"ya sudah sana balik ke kamar kamu"


"ngusir nih ceritanya?" Aruna memonyongkan bibirnya.


"bukan ngusir, tapi ini udah malem"


"iya iya ini mau balik"


"gadis pintar" Arash mengacak-acak rambut Aruna.


"ishh kakak aahh" gerutu Aruna kesal.


"hahaha" tanpa sadar Arash tertawa dengan suara keras.


Aruna yang kesal membuka pintu dengan kasar dan berlalu dari sana.


"besok kakak transfer uang jajan" teriak Arash.


"bener ya?" kepala Aruna menyembul dari balik pintu.


"awas kalo bohong" ujar Aruna lagi.


"iya iya".


setelah mengucapkan makasih dan selamat malam Aruna kembali ke kamarnya.


"Daddy" seloroh Attar sambil mengucek matanya.


"loh anak Daddy kok bangun" Arash duduk di tepi tempat tidur.


"maaf ya boy, gara-gara Daddy kamu jadi kebangun" Arash merasa bersalah.


"its ok dad, hooaam Attar mau lanjut tidur lagi kok" ucap Attar sambil menguap.


"ya sudah ayo tidur, Daddy juga sudah mengantuk" Arash ikut menguap setelah itu berbaring di sebelah Attar setelah mematikan lampu.


"selamat tidur Daddy" ucap Attar.


"selamat tidur boy" balas Arash tidak lupa pria itu mengecup kepala sang Anak.


tidak butuh waktu lama keduanya sudah tertidur pulas dengan posisi yang saling memeluk.


______________________________________________


Keesokan harinya Arash mengantarkan adiknya ke sekolah terlebih dahulu sebelum berangkat ke kantor.


Karena supir yang biasanya mengantarnya mendadak izin untuk tidak masuk karena anaknya yang sedang sakit.


setelah turun dari mobil gadis itu berjalan dengan malas karena ini masih terlalu pagi.


Namun di sudut lorong Aruna tidak sengaja melihat Gerald dan teman-temannya sedang mengganggu seorang cewek yang merupakan adik kelasnya.


"hey kalian tidak malu apa, mengganggu perempuan" teriak Aruna menghentikan aksi Gerald.


Gerald adalah seorang siswa yang terkenal karena sikap nakal dan playboy nya.


"Ck.. apa sih ganggu aja" gerutu Gerald.


"mau jadi pahlawan kesiangan kali" ucap salah seorang teman Gerald.


"masih pagi cuy" celetuk yang lainnya.


"kepagian dong" seloroh seseorang yang di ketahui Aruna bernama Davin.


ucapan Davin di sambut gelak tawa yang lainnya.


"apa sih gak jelas" ucap Aruna sambil memutar bola matanya jengah.


"minggir" Aruna berjalan ke arah cewek yang tadi, sambil menabrak bahu seorang Davin.


kemudian tanpa mengucapkan apapun gadis itu menarik tangan si cewek dan berlalu dari sana.


"biarin mereka pergi" tukas Gerald.


"tapi bro.."


"gue punya rencana" ucap Gerald diiringi dengan seringaiannya.


"cabut" perintah Gerald kepada teman-temannya.


******


Holaaa othor is back.. akhirnya bisa update lagi setelah beberapa hari gak up.. semoga syukaa dengan karya othor yang alurnya gak jelas ini 🤣🤣