About Ziana

About Ziana
Chapter 64



Ziana ikut berbaring di kasur milik Attar dan memeluk bocah laki-laki yang menggemaskan itu.


Hingga tanpa sadar perempuan itu ikut tertidur, dengan posisi saling memeluk satu sama lain.


Arash yang hendak memeriksa kondisi anaknya tertegun melihat pemandangan yang dia lihat.


Namun juga ada rasa bersalah kepada sang anak karena tidak bisa memberinya kebahagiaan seutuhnya.


Arash gagal menjadi kepala keluarga yang baik, sehingga rumah tangga yang di bangunnya bersama seorang wanita bernama Tamara Octavia harus berakhir dan anaknya yang harus menjadi korban atas kegagalannya.


Awalnya Tamara adalah seorang perempuan yang baik dan sangat patuh, namun karena Arash yang tidak pernah bisa menghargai istrinya membuat perempuan itu berubah seiring berjalannya waktu.


Mereka menikah bukan karena saling cinta melainkan karena perjodohan yang di lakukan oleh almarhumah neneknya Arash.


Tamara berselingkuh di belakangnya dan Arash menyalahkan dirinya sendiri karena tidak bisa memberikan cinta untuk Tamara dan membuat wanita itu mencari kebahagiaan di luar rumah.


Air mata laki-laki itu menetes melihat anaknya yang begitu merindukan kasih sayang seorang perempuan, dan sepertinya Attar merasakan kasih sayang itu dari Ziana. Terlihat bagaimana anaknya itu sangat damai dalam tidurnya karena di peluk oleh Ziana.


Arash mendekat dan memakaikan selimut kepada Attar dan juga Ziana.


Perlakuan Arash disaksikan oleh Aruna, gadis itu langsung mengambil handphonenya dan merekam aksi sang kakak, setelah itu buru-buru Aruna pergi dari sana takut Arash melihatnya dan menghapus barang bukti yang ada di handphonenya. Pikir Aruna dengan tawa jahatnya.


Gadis itu akan melakukan sebuah misi demi kebahagiaan seluruh anggota keluarganya terutama sang keponakan.


...----------------...


Sementara itu disisi lain Lucas, Fero, Tristan dan Jessica sedang melaksanakan misi mencari tahu tentang rencana yang akan geng Scorpion lakukan.


Dua hari yang lalu pemimpin dari Scorpion sudah kembali beraktifitas dan sedang menyiapkan rencana untuk kembali menyerang Bloody Rose dan Ziana.


Keempatnya melakukan sesuai yang telah mereka sepakati yaitu menggunakan robot mini berbentuk lebah itu untuk masuk kedalam sana.


Fero dan Lucas bertugas untuk mencari tahu di mana posisi para anggota Scorpion menyusun rencana, sementara Jessica yang akan mengendalikan robot itu menggunakan remote control dan Tristan yang mengawasi sekitar.


Setelah Fero dan Lucas menemukan titik berkumpulnya para anggota mafia itu giliran Jessica yang memulai tugasnya.


Robot lebah itu masuk melalui celah jendela yang sedikit terbuka, beberapa hari yang lalu Jessica sudah berlatih mengendalikan robot tersebut, jadi wajar bila perempuan itu terlihat sangat mahir melakukannya.


Robot Lebah nan canggih itu bisa merekam gambar dan juga suara, jadi mereka hanya perlu menunggu selama beberapa saat hingga para mafia itu membubarkan diri.


Lucas dan Fero terus mengawasi mereka melalui cctv yang berhasil mereka retas. Setelah menunggu hampir 20 menit para mafia itu membubarkan diri.


Namun tanpa mereka sadari bahwa sedari tadi ada satu pasang mata yang terus memperhatikan gerak-gerik mereka berempat.


Orang itu adalah Robin, asisten Kakek Abian. Setelah pria itu mendapatkan informasi, dia pun meninggalkan tempat persembunyiannya.


Ternyata Tristan melihat pergerakan pria berkacamata itu dan berusaha mengejarnya.


Tristan berlari tanpa suara sehingga pria itu tidak menyadari pergerakan Tristan.


Tap


Tristan berhasil mencengkram bahu Robin, namun siapa sangka refleks dari pria berkacamata itu sangat bagus.


"apa yang anda lakukan disini" tanya Tristan langsung.


"itu bukan urusan anda" ucap Robin sarkas.


Tristan tersenyum miring mendengar jawaban pria berkacamata dihadapannya.


Perkelahian pun tak terelakkan, mereka hampir memiliki kekuatan yang sama, meskipun Robin sedikit lebih unggul.


Robin tidak ingin berlama-lama karena khawatir teman-teman Tristan datang. Pria itu pun menendang perut Tristan hingga membuatnya tersungkur di tanah.


Kesempatan itu di gunakan Robin untuk kabur dari sana sebelum bala bantuan Tristan datang.


"woi jangan lari lo pengecut" Teriak Tristan.


Robin hanya menoleh dengan senyum smirk yang sangat menyebalkan di mata Tristan.


"Aarrghhh..sial" Tristan berteriak dan memukul tanah.


Ketiga temannya yang mendengar teriakan itu buru-buru mendekati Tristan dan menanyakan apa yang sebenarnya terjadi.


Tristan pun menceritakan kronologi kejadian yang terjadi padanya dan tentang pria berkacamata yang dijumpainya tadi.


Akhirnya mereka memutuskan untuk kembali sebelum ada yang melihatnya. Tristan yang masih kesakitan di bagian perutnya berjalan sambil di papah oleh Fero dan Lucas.


*****


Happy Reading 💞💞 💞