
Di sebuah bar elit dan ternama di kota A nampak riuh dan bergemuruh, bagaimana tidak dua geng mafia tersohor tengah berpesta ria tanda perayaaan bersatunya kedua geng tersebut.
di sebuah sofa sudah berkumpul para ketua dan beberapa anggota inti dari kedua geng. dari pihak Bloody Rose ada Regan, Tristan, dan Fero. Sedangkan dari pihak The Braves sendiri ada Arash, Bryan, dan Lucas tentunya.
"bersulang untuk bersatunya Bloody Rose dan The Braves" suara Regan menggema di seluruh ruangan itu setelah mengucapkan sepatah dua kata dengan posisi berdiri dan juga tangan yang memegang sebuah gelas berisi minuman non alkohol sebab lelaki itu telah lama meninggalkan minuman yang tidak sehat tersebut.
"Bersulang" sahut yang lainnya ikut berdiri dan memegang gelas masing-masing dan mengangkatnya tinggi-tinggi.
Acara terus berlangsung dengan penuh keakraban terbukti dari suara tawa yang terdengar silih berganti memenuhi ruangan tersebut.
sampai akhirnya sebuah dering telpon yang berasal dari handphone Regan berhasil mencuri atensi beberapa orang yang ada disana. Dengan cepat laki-laki itu merogoh saku celananya.
Regan meminta izin terlebih dahulu untuk mengangkat panggilan tersebut.
"Halo Zi kenapa?" Tanya Regan kepada sang penelpon yang ternyata adalah Ziana.
"Siapkan anak-anak aku udah nemuin siapa orangnya dan malam ini juga aku ingin semuanya selesai." ucap Ziana di seberang telepon.
Ziana merupakan tipikal orang yang tidak suka berbasa-basi, jika ada yang berani bermain-main dengannya maka ia tidak segan untuk membalas perbuatan orang tersebut.
"Oke, tapi kamu dimana sekarang?"
"Aku masih dijalan, 30 menit lagi akan sampai"
"Baiklah, hati-hati" ucap Regan sebelum panggilan itu diakhiri oleh Ziana secara sepihak.
'iiisshh anak ini kebiasaan' gerutunya terhadap Ziana yang hobi sekali memutus panggilan mereka secara sepihak.
Regan menghampiri sang disk jockey dan memintanya untuk menghentikan musik yang bergema di seluruh ruangan karena ada sesuatu hal yang harus di sampaikan. Alhasil seketika itu semua orang yang tengah menari mendadak berhenti dan menatap Regan dengan dahi mengernyit.
"Sekarang juga kalian kembali ke markas dan siapkan semuanya, 30 menit lagi queen akan sampai." Seluruh anggota Bloody Rose mengangguk patuh dan undur diri dari sana.
"Ada apa sebenarnya ini?" Arash yang sedari tadi bingung mendengar ucapan Regan akhirnya buka suara.
Regan pun mempersilahkan teman-teman barunya itu untuk kembali duduk terlebih dahulu, kemudian mengalirlah cerita tentang apa yang di rencanakan Ziana.
"Oh jadi perusahaan si queen ini bermasalah karena orang tersebut dan queen ingin mendatangi markas itu dan mengakhiri semuanya." Sahut Lucas menyimpulkan.
"Ya kurang lebih seperti itu" timpal Regan.
"Gue penasaran, siapa mereka sebenarnya?" Arash kembali buka suara. Sedangkan Bryan, laki-laki itu hanya duduk tenang dan mendengarkan dalam diam.
"Geng Scorpion" jawab Regan yang seketika membuat ketiganya saling tatap.
Karena tidak ada yang bersuara akhirnya laki-laki itu meraih handphonenya yang berada diatas meja dan pamit untuk menyusul anggota nya.
"Tunggu.." Bryan mencegah kepergian Regan.
Langkah panjang dari laki-laki itu berhenti dan menoleh.
"Kami ikut" seloroh Lucas cepat membuat Regan bingung, terbukti dari adanya kerutan di dahi laki-laki itu.
"Nanti kita jelaskan, sekarang yang terpenting kita harus ke sana sebelum mereka kabur" ujar Bryan panjang lebar.
"Baiklah" Regan mengangguk mengikuti keinginan dari teman-teman barunya itu.
*****