About Ziana

About Ziana
Chapter 73



Setelah puas berkeliling dan bermain Attar ketiduran didalam gendongan Arash, sementara Ziana hanya mengikuti laki-laki itu dari belakang.


Arash tiba-tiba berhenti dan menoleh "terimakasih untuk waktunya hari ini, maaf jika putra saya sudah merepotkan" ucap Arash memecah keheningan.


Ziana ikut berhenti tepat setelah Arash berhenti "tidak masalah, saya senang bisa menghabiskan waktu bersamanya" balas Ziana melirik Attar yang begitu lelap.


Sudut bibir Arash terangkat mendengar jawaban dari perempuan yang entah kapan telah berhasil mencuri seluruh hatinya itu.


"karena Attar sudah tidur, jadi saya permisi" ucap Ziana kemudian.


"mari saya antar" balas Arash cepat.


"tidak perlu, sebaiknya cepat bawa Attar ke kamarnya saja, kasian dia jika kelamaan tidur dalam posisi seperti itu"


"setelah mengantar kamu, saya akan membawa Attar ke kamarnya" ujar Arash tidak ingin dibantah, kemudian laki-laki itu berjalan lebih dulu.


Ziana hanya memutar bola matanya "terserah anda" ucapnya malas.


Lagi-lagi sudut bibir Arash terangkat, ketika mendengar nada malas yang keluar dari mulut Ziana, padahal perempuan dibelakangnya tengah kesal, namun entah kenapa semua tingkah dan perkataan perempuan itu terlihat lucu dan menggemaskan dimata seorang Arash.


Setelah sampai didepan kamar Ziana perempuan itu mengucapkan terimakasih dengan setengah hati, Arash menanggapi dengan tersenyum dan mengangguk.


Laki-laki itu menatap Ziana lekat, jauh didalam hatinya ada rasa tidak rela karena momen kebersamaan antara dirinya dan Ziana akan segera berakhir.


Sebelum masuk Ziana menyempatkan diri untuk mengusap wajah tampan Attar yang terlihat menggemaskan ketika tidur.


Arash yang tidak siap dengan gerakan Ziana jadi salah tingkah karena jarak mereka yang begitu dekat. Setelah berhasil menguasai dirinya, laki-laki itu pun pamit.


~~


"Cieee yang abis jalan bareng" ledek Dita yang ternyata sedang rebahan di sofa kamar Ziana.


Ziana hanya memutar bola mata sambil mendelik "apaan sih" kemudian berjalan melewati Dita untuk mengambil handphone yang sengaja ditinggalnya dikamar.


"Cieee marahh" Dita kembali meledek namun Ziana tidak menghiraukan lagi ucapan sekertaris lucknutnya itu.


Tanpa menjawab ledekan dari sekertaris Dita, perempuan itu berjalan ke balkon untuk menelpon seseorang, yang sebelumnya telah dia berikan tugas untuk mencari tahu tentang Geng Scorpion.


Orang itu adalah Detektif Johan, detektif yang sama yang pernah dihubungi oleh Regan, untuk mencari tahu hal yang sama yang diminta oleh Ziana.


Detektif Jo, begitu orang menyapanya. Detektif itu mengira bahwa Regan dan Ziana bekerjasama, jadi detektif tersebut memberi tahu bahwa pemilik sekaligus ketua dari geng tersebut adalah Agler.


Ziana kaget setelah mengetahui kebenaran itu, namun sebisa mungkin perempuan tersebut menetralkan perasaannya.


Panggilan itupun terputus, Ziana melangkah kedalam kamarnya setelah menutup pintu balkon.




Sementara itu di kota A, sesuai janjinya beberapa waktu yang lalu untuk membantu Leon mencari informasi tentang kakaknya yang tiba-tiba saja menghilang.



Setelah mendapatkan Biodata beserta foto dan informasi lengkap tentang pekerjaannya, Lucas memulai pencarian hanya agar pikirannya teralihkan sejenak dari dokter Valerie.



Lelaki itu sedikit terkejut ketika mengetahui bahwa kakaknya Leon yang bernama Lyan ternyata bekerja untuk Alex Fernandez di perusahaan AF Group sebagai seorang asisten.



Lucas sepeti mendapat sebuah jackpot, dengan semangat 45 Lucas mulai mencari, karena jika berhasil mendapatkan asisten dari Alex Fernandez itu maka akan sangat berguna bagi sahabatnya yaitu Arash.



Lucas mengerutkan keningnya ketika mendapat sesuatu yang menurutnya janggal, pasalnya menurut informasi yang dia terima dari Leon, bahwa kakaknya itu hanya pamit karena akan dipindahkan ke kota X oleh bosnya, dan semenjak saat itu Lyan sudah tidak pernah ada kabar lagi.



Lucas merasa ada yang tidak beres disini, lelaki itu merasa bahwa hilangnya jejak Lyan karena sebuah konspirasi dan Lucas akan mencari sampai ketemu titik terang dari keberadaan Lyan.



Jika berhasil di temukan Lyan akan sangat berguna kedepannya, mengingat bahwa dia merupakan asisten dari Alex Fernandez, bukan tidak mungkin bahwa Lyan tahu banyak hal tentang kejahatan Alex dan siapa saja yang terlibat dalam kasus pencurian data-data perusahaan Wijaya Group waktu itu.



Bisa dibilang bahwa Lyan adalah juru kunci untuk menghancurkan Alex Fernandez yang selama ini selalu berbuat curang kepada hampir semua pengusaha yang pernah diajaknya bekerja sama termasuk Arash Wijaya.



\*\*\*\*



Happy Reading 💞💞 💞