About Ziana

About Ziana
Chapter 50



Kini Leon dan Aruna duduk di bangku taman, Leon juga mejelaskan soal kesalahpahaman Aruna yang tadi melihatnya di ruangan Riana kakak iparnya.


"Kamu cemburu ya?" tebak Leon yang langsung membuat wajah Aruna memerah seperti kepiting rebus.


"siapa juga yang cemburu" dengusnya mengalihkan wajahnya ke arah lain agar Leon tidak melihat wajahnya yang memerah.


"ciee..cemburu" Ejek Leon yang membuat Aruna semakin memerah.


"apa sih enggak ya" Elak Aruna, membuat Leon tertawa melihat tingkah lucu kekasihnya.


"Gak usah ketawa" ucap Aruna cemberut.


"iya iya nggak ketawa" Leon berusaha menahan tawanya.


"oh iya kamu bilang yang di ruangan yang tadi itu kakak ipar kamu kan?" tanya Aruna kembali ke mode serius.


"iya" Leon mengangguk.


"tapi kenapa kamu gak pernah cerita sama aku kalo kamu punya kakak yang sudah menikah" tanya Aruna kepo.


"maaf ya aku bukannya gak mau cerita, cuma belum ketemu momen yang tepat aja" Leon meraih tangan Aruna dan menggenggamnya.


Aruna mengangguk mengerti "terus kakak kamu kemana? kenapa cuma kamu yang merawat kakak ipar kamu?" Aruna lanjut bertanya.


Leon mengambil nafas sebelum menjawab pertanyaan Aruna.


"sebenarnya kakak aku menghilang dan sekarang gak ada yang tahu dia kemana, aku udah tanya sama teman-temannya tapi gak ada yang tahu kakak pergi kemana"


"maaf, aku gak bermaksud.."


"gak papa, kamu berhak tahu, kan kamu pacar aku" ujar Leon menatap Aruna sambil tersenyum.


"sebenarnya bukan cuma kakak ipar aku yang di rawat disini" tutur Leon lagi.


"terus?" Aruna mulai penasaran.


"ibu juga di rawat disini"


"kok kamu gak bilang kalau ibu sakit" sentak Aruna.


"maaf sayang, handphone aku ketinggalan di rumah, dan sudah 3 hari aku nginep disini nemenin ibu" jujur Leon.


Aruna hanya menghela nafas mendengar ucapan kekasihnya itu.


"aku mau jenguk ibu boleh?" tanya Aruna meminta persetujuan Leon.


pemuda itu tersenyum "ya boleh dong sayang, kamu kan calon menantunya" goda Leon membuat wajah Aruna kembali memerah.


___________________________________________


Malam harinya setelah Attar tidur, Arash menghubungi kedua sahabatnya dan memanggil keduanya untuk bertemu di kantin rumah sakit.


Namun sebelum berangkat Lucas juga menghubungi Fero teman sesama hacker nya untuk ikut bergabung dengannya di tempat yang sudah di sepakati oleh Arash dan Bryan.


"sorry gue telat" Seloroh Fero yang tiba-tiba muncul dari belakang bersama dengan seorang temannya yaitu Tristan.


"tidak masalah, ayo silahkan duduk" ujar Lucas. keduanya pun ikut duduk.


Arash yang tidak ingin berlama-lama meninggalkan Attar di ruangannya pun tidak mempermasalahkan akan kedatangan kedua rekan barunya itu yang merupakan anggota dari Bloody Rose.


"kalian mau minum apa?" tanya Arash berbasa-basi.


"samain aja sama kalian" jawab Fero dan diangguki oleh Tristan.


"mba kopinya 2 lagi ya" teriak Arash meminta kopi kepada penjaga kantin.


Selang beberapa menit kopi pesanan mereka datang "kopinya tuan silahkan" ucap penjaga kantin sopan.


"terimakasih mba" ucap mereka semua kompak, setelah itu sang penjaga kantin pun meninggalkan meja mereka.


"jadi apa yang mau lo bicarain sampai ngumpulin kita?" tanya Bryan to the point.


"sebenarnya gue mau minta bantuan kalian buat nyari tahu siapa dan bagaimana keadaan dari ketua geng Scorpion saat ini" Arash langsung menjelaskan ke intinya.


"kalau soal siapa, gue belum tahu, gue cuma tahunya dimana posisi mereka" ujar Lucas setelah menyeruput kopinya.


"dimana?" Tanya Tristan penasaran.


Bryan menatap Tristan penuh selidik "apa lo tau sesuatu tentang pria itu?" pertanyaan Bryan tepat sasaran.


Tristan mengangguk.


membuat keempat laki-laki tampan dan gagah itu kompak membulatkan matanya termasuk Fero tentunya.


******


Double up


Like + Komen nya dong biar tambah semangat ngehalu wkwk 🤣🤣


Happy Reading 💕💕💕