About Ziana

About Ziana
Chapter 58



"om setan alas itu apa?" Karena belum mendapatkan jawaban Zoey mengulang kembali pertanyaannya.


Ziana semakin melotot tajam kearah Lucas dan membuat nyali lelaki itu ciut seketika.


Lucas merutuki mulutnya yang selalu saja asal ceplos tanpa berpikir terlebih dahulu.


Akhirnya Claudia yang turun tangan "Zoey sayang, tadi katanya mau makan ice cream" ucap Claudia mengalihkan perhatian anaknya.


"boleh Ma?" tanyanya antusias dan di jawab anggukan oleh mama Claudia. gadis kecil itu seketika lupa tentang setan alas.


"kak Zizi ayo" Zoey menarik tangan sang kakak, Ziana dengan senang hati mengikuti keinginan adiknya.


Lucas bernafas lega setelah Zoey dibawa pergi oleh Claudia ke stand makanan.


"selamat..selamat." gumam Lucas yang masih bisa didengar oleh Arash dan Bryan.


"makanya punya mulut jangan asal ceplos" sarkas Arash, laki-laki itu merasa kesal dengan Lucas karena sudah mengganggu momen kebersamaannya dengan Ziana dan juga Zoey.


Arash pergi meninggalkan kedua sahabatnya begitu saja.


"ck.. lo sih ngomong gak di saring dulu" Bryan berdecak sebal dan ikut meninggalkan Lucas menyusul Arash.


'apes banget gue hari ini' gumam Lucas sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal menggunakan kedua tangannya.


_____________________________________________


Setelah drama setan alas, kini mereka semua telah berkumpul di ruangan yang tadi di tempati Arash dan Regan.


Mereka berenam yaitu Arash, Bryan, Lucas, Fero, Tristan, dan Jessica sengaja berkumpul untuk membicarakan soal Scorpion yang menurut informasi yang didapat oleh Lucas dan Fero bahwa kini ketua dari geng mafia itu telah sadar dari komanya.


Kini Scorpion kembali menyusun rencana untuk kembali menyerang Ziana dan juga Bloody Rose.


"apa rencana kalian?" Arash bertanya setelah mereka selesai menjelaskan.


"gue dan Jessica akan menyamar untuk mencari informasi lebih detailnya soal rencana mereka" jawab Tristan.


Arash tidak setuju, menurutnya itu terlalu berbahaya jika sampai mereka ketahuan.


"Tidak, itu terlalu beresiko buat keselamatan kalian" tentang Arash menolak rencana yang telah di susun oleh mereka.


"kita tidak punya pilihan lain tuan" kali ini Jessica membalas ucapan Arash dengan sopan.


"pasti ada" ucap Arash yakin.


"oh iya, jangan panggil saya tuan, kita ini tim jadi panggil saya dengan nama" lanjut Arash kepada Jessica.


"baik" Jessica menyetujui permintaan Arash.


Laki-laki itu merogoh kantongnya dan mengeluarkan sesuatu dari dalam sana.


"ini adalah robot yang bisa terbang dan merekam percakapan, kita bisa gunakan robot ini untuk masuk ke sana" ucap Arash menunjukkan sebuah robot mini berbentuk seperti lebah.


Fero mengambil robot mini itu lalu mengamatinya dengan saksama, kemudian mengangguk-angguk.


"saya setuju dengan Arash, lebih aman jika menggunakan robot ini daripada Tristan dan Jessica yang ke sana. Mereka itu licik akan sangat berbahaya jika sampai ketahuan" ucapnya kemudian.


"bagaimana menurut kalian?" Arash meminta persetujuan dari semua yang ada disana.


mereka semua mengangguk.


"oh iya, tolong jangan kasih tahu Regan maupun Ziana soal masalah ini" ujar Arash.


"Bang Regan adalah ketua kami, jadi beliau berhak mengetahuinya" kata Tristan.


"Dia baru saja menikah, biarkan mereka menghabiskan waktu bersama" ucap Arash.


"tapi.."


"ucapan Arash ada benarnya" Sela Fero menepuk bahu rekannya yang tidak peka itu.


Setelah mendapatkan kesepakatan mereka pun membubarkan diri karena tidak ingin Arash ataupun Ziana mengetahui rencana mereka.


____________________________________________


"Dari mana saja kamu?" tanya Abian setelah asistennya muncul dari balik pintu.


"maaf tuan" Robin hanya bisa menunduk.


Abian berdehem "informasi apa yang kamu dapat?" tanyanya to the point.


Robin pun menjelaskan soal penyerangan yang di lakukan Bloody Rose kepada Scorpion sehingga membuat Agler sempat koma dan Ziana yang juga terkena tembakan karena melindungi seorang laki-laki.


Robin juga menjelaskan soal aliansi yang di lakukan oleh Bloody Rose dengan The Braves.


Abian mengangguk-angguk mendengar semua informasi yang di berikan oleh Robin.


"terus awasi pergerakan mereka, terutama Scorpion, jangan biarkan anak nakal itu berulah lagi" ucap Abian sebelum meninggalkan Robin sendiri di ruangan itu.


"baik tuan" jawab Robin patuh.


*****


Happy Reading 💞💞 💞