About Ziana

About Ziana
Chapter 63



Tok tok tok


"Attar.. ini Aunty" kata Ziana. Namun tidak ada suara dari dalam sana. Ziana tidak menyerah perempuan itu terus mengetuk pintu.


"sayang.. buka dong pintunya, aunty minta maaf ya karena sudah datang terlambat" bujuk Ziana.


"tadi Aunty terjebak macet sayang, jadinya telat deh sampainya. Attar mau kan maafin Aunty?" Ziana terus berusaha membujuk Attar agar bocah itu mau membuka pintu dan memaafkannya.


"jadi Attar gak mau nih maafin aunty?" tanya Ziana namun Attar seolah enggan untuk menjawab.


"ya sudah deh aunty pulang aja kalau Attar gak mau maafin Aunty" ucap Ziana dengan nada sedih dan berpura-pura ingin pulang.


Sementara itu kembali ke taman belakang tempat diadakannya acara ulangtahun Attar.


Arash langsung menghampiri mama dan papanya setelah mereka kembali "gimana Ma, Pa apa Attar sudah mau di bujuk sama kalian?" tanya Arash.


Arianna dan Arnan kompak menggeleng.


"kita tunggu Kak Zi dulu, siapa tau Attar mau kalau sama dia" ujar Aruna yang berdiri dibelakang mama dan papa.


Arash hanya mengangguk, kini laki-laki itu berharap penuh kepada Ziana.


Sementara itu di dalam kamar Attar, bocah itu sedari tadi hanya duduk menyandar di depan pintu mendengar semua ucapan Ziana tanpa membukakan pintu.


Sebenarnya Attar bukan sedih karena Ziana terlambat datang, namun bocah laki-laki itu mendengar teman-temannya yang mengatakan bahwa percuma ulangtahun Attar di buat meriah karena tetap saja tidak akan lengkap karena dia hanya di dampingi oleh sang Daddy tanpa kehadiran Mommy nya.


Bahkan Attar mendengar para orang tua dari temannya mengatakan bahwa mommy Attar pergi meninggalkannya karena mommy nya tidak pernah menyayanginya dan Attar merupakan anak yang tidak diinginkan oleh sang Mommy.


Bocah laki-laki itu begitu sedih mendengar ucapan yang di lontarkan oleh ibu dari temannya. Attar juga kecewa dengan keluarganya yang tidak pernah menceritakan semuanya tentang mommy nya yang ternyata pergi dari rumah dan masih hidup, tidak meninggal seperti yang di katakan oleh daddy-nya.


Namun saat Ziana mengatakan akan pergi, Attar langsung membuka pintu kamarnya dan memeluk Ziana yang kini memunggunginya dengan erat.


Sekuat tenaga Attar menahan isak tangisnya namun tidak bisa sebab walau bagaimanapun Attar masihlah tetap seorang anak-anak yang masih membutuhkan kasih sayang dari orang tua, keluarga, dan orang terdekatnya.


Ziana berjongkok dan meraih tubuh Attar untuk masuk kedalam pelukannya tanpa mengucapkan apapun, Ziana hanya ingin memberikan waktu untuk Attar.


Attar terus menangis hingga tanpa sadar bocah itu tertidur di pelukan Ziana karena kelelahan menangis.


Ziana mengecup dahi Attar cukup lama, lalu perempuan itu mengangkat tubuh lelap itu untuk di pindahkan ke kasur milik bocah laki-laki itu.


Semua perlakuan Ziana tidak lepas dari penglihatan Arash serta Arianna, hingga tanpa sadar kedua orang itupun menarik sudut bibirnya.


Keduanya merasa lega karena Attar sudah mau membuka pintu kamarnya bahkan Attar terlihat damai dalam tidurnya.


Karena tidak ingin mengganggu, mereka berdua pun kembali ke taman belakang dan menyudahi pesta ulangtahun itu.


Arash naik keatas panggung dan menyampaikan permintaan maaf yang sebesar-besarnya karena situasi ini.


Setelah itu satu-persatu tamu yang datang pun pergi seusai arahan Arash.


****


Feel-nya tidak dapat 😌


Happy Reading 💕💕💕