Oh My Mister

Oh My Mister
Malam pertama? untuk siapa? (21+)



Part ini mengandung adegan dewasa 21+, mohon bijak dalam menyikapi.


yang belum cukup umur mohon kesadarannya dan yang tidak suka membaca hal vulgar silahkan di skip dulu.


Semua demi kenyamanan masing-masing!!!


Part aku dedikasikan khusus buat untuk para Author singa.co yang otaknya rada geser wkwkkwkw betul kan saudara Kenma!!!!😂


...Terima kasih...


......................


Jhon tampak sibuk dengan ponselnya, berkali-kali ia menerima panggilan telepon yang membuat raut wajahnya seketika berubah.


Hari semakin larut, Ryan dan David serta keluarga Jerry sudah pamit untuk kembali ke hotel yang telah mereka sewa. Sedangkan rintik air hujan kian membasahi bumi ibu Pertiwi menambah kesejukan di desa itu


"Ada apa?" Tanya Indah menghampiri kekasihnya.


"Aku kayanya harus kembali ke China sekarang, ada masalah di sana. Kamu pulang dengan Maxim saja ya." Ucap Jhon kepada Indah.


"Aku ikut! Pernikahan Dilla kan sudah selesai, aku masih punya tanggung jawab pekerjaan denganmu."


"Kamu yakin?"


Indah menganggukan kepalanya mantap, Jhon tersenyum karena sejujurnya ia juga menginginkan Indah selalu di sisinya.


Jhon dan Indah berpamitan Kepada seluruh keluarga, terutama pada sepasang pengantin baru yang sibuk bermain game, maklum saja semua karena Jerry yang masih dalam tahap pemulihan.


"Kak kau yakin mau berangkat sekarang? cuacanya sedang gak bagus loh!" Ucap Max kepada Jhon.


"Iya, semoga memungkinkan untuk terbang."


Jhon, dan Indah beranjak menuju mobilnya. Mereka memulai perjalanan menuju pangkalan udara tempat pesawat pribadi milik Jhon bersandar.


Hampir lebih dari setengah jam perjalanan mereka lalui, hujan semakin deras di dampingi Kilatan-kilatan petir yang begitu menggelegar.


"Astaga!!!"


Pekik Jhon sesaa setelah menerima pesan dari pilot pribadinya.


"Kenapa, honey?"


"Kita tidak bisa berangkat sekarang, cuaca makin memburuk. Bagaimana ini!" Ucap Jhon gusar sesekali memijat dahinya.


"Ya sudah kita cari penginapan saja dulu, besok pagi-pagi kita langsung berangkat! Ingat keselamatan lebih penting, Bella menunggu kita di rumah."


Jhon tersenyum, ia mengecup dahi Indah yang telah menenangkannya. Jika saja tidak ada Indah yang mengingatkan, mungkin dia akan tetap nekat melakukan penerbangan walaupun cuaca tidak memungkinkan.


Jhon menyewa sebuah Villa, karena hanya Villa itu yang paling dekat pangkalan udara.


Pria itu tampak sibuk berkutat dengan ponsel dan laptopnya, sesekali ia terdengar membentak seseorang lewat panggilan telepon.


"Kenpa sih? Istirahatlah dulu, kan besok bisa di lanjutkan!" Ucap Indah membawakan secangkir kopi panas dan pancake lengkap dengan sebotol kecil madu untuk kekasihnya.


"Ini loh, David kecolongan! si Jess di tebus seseorang yang tak di kenal!" Ucap Jhon menyandarkan tubuhnya di sofa.


"Apa! Aku takut Mikha dalam bahaya lagi!"


"Itu juga yang aku pikirkan, bodoh sekali aku."


Geram Jhon mengusap kasar wajahnya.


"Sudahlah Jhon, jangan menyalahkan dirimu. Kau bisa menempatkan body guard bayangan untuk menjaga Max dan Mikha." Ucap Indah sambil menyuapi Jhon dengan pancake yang telah di buatnya.


"Ya benar juga, Terima kasih sayang." Ucap Jhon tersenyum, pria itu membaringkan kepalanya di pangkuan Indah sementara Indah sibuk membelai lembut rambut kekasihnya.


Hujan semakin deras, angin berhembus cukup kencang walau kini sudah tidak lagi terdapat kilat.


"Kau cantik sekali." Ucap Jhon menarik tangan Indah, ia mengecupnya perlahan dan menghisap lembut jari jemari gadis itu.


Entah mengapa, perbuatan Jhon membuat perasaan gadis itu tidak karuan, Indah tampak memejamkan matanya kala Jhon memainkan Jemari milik Indah dengan lidahnya.


Jhon bangkit, kini pria itu kembali duduk di samping Indah. Jhon merangkum wajah kekasihnya, ia mulai mengecup kelopak mata milik Indah, kening, hidung hingga mendarat di bibir merah alami gadis itu.


Lidah pria itu semakin liar, menjelajahi tiap sudut rongga mulut Indah tanpa tersisa sedikitpun. Gigitan-gigitan serta lum*t*n semakin menjadi saat Indah membalas serangan kecupan panas dari kekasihnya.


Jhon mengangkat tubuh mungil Indah hingga berada di pangkuannya, pria itu kembali melakukan ciuman panas dengan gadis yang belum ia nikahi itu.


Indah mengalungkan kedua tangannya pada leher Jhon, sedangkan tangan pria itu m*r*mas b*kong milik kekasihnya.


"Hemmm"


"Aku mencintaimu, aku pasti akan menikahimu."


Indah tersenyum mendengar pernyataan cinta dari Jhon, cinta benar-benar membuat kedua insan ini menjadi buta dan bodoh.


Jhon membaringkan Indah di sofa, ia perlahan membuka sedikit demi sedikit kancing pengait piama terusan yang di kenakan Indah, Hingga kini hanya meninggalkan kain yang menutupi bagian sensitif gadis itu, sungguh pemandangan menggoda bagi pria yang telah lama tak tersentuh itu.


Jhon mengecup seluruh wajah gadis miliknya, perlahan berpindah menurun ke bukit kembar yang masih tertutup wadah.


"Akh... Jhon terusss"


Desahan begitu saja lolos dari bibirnya, sedangkan Jhon begitu asik meng*mut puncak bukit gadis itu yang masih berwarna merah jambu.


Tangan pria itu menelusup ke area segitiga kekasihnya, Jemarinya liar menarik-nari hingga bagian itu terasa cukup basah.


Tubuh gadis itu menegang, Indah memeluk tubuh Jhon erat-erat dengan lengcuhan begitu menggoda.


Nafas Indah terasa tersengal-senggal, sungguh kenikmatan yang begitu memabukkan dan menutup akal sehatnya.


Indah menarik kerah kemeja Jhon, ia perlahan membuka pakaian yang di kenakan Jhon. Berbekal pengetahuannya yang terlalu sering membaca novel adegan +21 dari para Author lacnuth singa.co, ia memberanikan diri menyentuh kejantanan Jhon yang sudah dalam keadaan siap.


"Berani-beraninya yaa." Bisik Jhon menyeringai, pria itu mengambil sebotol madu yang berada atas meja dan menuangkannya di atas tubuh Indah.


Jhon segera menj*lat* dengan agresif madu-madu yang berceceran di area bukit milik Indah, berpindah ke bagian perut hingga bagian kewanitaan gadis itu.


Jhon menyingkap Kain tipis berbentuk segitiga pelindung area sensitif Indah, tanpa aba-aba pria yang sudah di kuasai hasrat itu mengeksplor seluruh bagian itu dengan lidahnya.


"J-jhon emhhhh ahhhh."


Indah menekan kuat-kuat kepala Jhon, lagi-lagi gadis itu mencapai puncak kenikmatannya.


Jhon bangkit, ia melepas underwear-nya dan menunjukkan 'adik-nya' yang siap bertempur.


"Come on, Honey!"


Indah menggenggam erat adik milik Jhon, ia segera melahapnya, memainkan, dan berputar-putar di puncaknya.


"Oh yeahhhh, honey!"


Jhon tampak menggeram, merasakan kenikmatan yang telah lama tidak ia rasakan.


Jhon menyudahi permainan bibir dari Indah, nampaknya pria itu menginginkan hal yang lebih dari ini semua.


"Boleh kah?" Ucap Jhon menatap wajah kekasihnya.


Indah hanya menganggukan kepalanya, nampaknya gadis itu benar-benar kehilangan akal sehat karenanya di penuhi nafsu birahi yang semakin berkobar.


Jhon mengarahkan miliknya ke bagian sensitif sang kekasih, nampaknya pria itu kesulitan tentu saja karena selama ini Indah menjaga baik-baik kegadisannya.


"Sayang kau masih?" Ucap Jhon kembali menatap kekasihnya dan lagi-lagi di jawab hanya sebuah anggukan.


"Bolehkah?" Ucap Jhon kembali.


"Semuanya untukmu", Ucap Indah lirih.


Merasa mendapatkan persetujuan, Jhon tersenyum dan kembali mengecup kening Indah. Perlahan-lahan pria itu menerobos pertahanan milik Indah.


Gadis itu tampak meringis kesakitan, Jhon yang mengerti mencium lembut bibir kekasihnya.


Decitan-decian cinta begitu seirama dengan desahan dan nafas yang terdengar. Nampaknya pasangan itu benar-benar menikmati adegan demi adegan yang mereka lakukan.


lama mereka berpacu, hingga akhirnya gerakan Jhon semakin cepat dan...


"Emhhhhh In...Ndah..ahh..."


Erangan kuat keluar begitu saja dari bibir pria itu, menumpahkan seluruh cairan cintanya pada rahim kekasihnya yang juga mencapai puncaknya.


Nafas mereka tersengal-sengal, Indah memeluk erat tubuh Jhon.


"Tenang sayang, ku pastikan aku akan menikahimu secepatnya." Ucap Jhon mengecup lembut kening Indah


Jhon menggendong tubuh mungil kekasihnya menuju kamar, nampaknyac ia masih ingin mengulangi aktifitas yang memabukan tersebut.


......................