Oh My Mister

Oh My Mister
Cemburu



...Hai teman-teman jangan lupa Like, komen dan Rate ⭐⭐⭐⭐⭐...


...klo ada rezeki boleh dong berbagi vote sama Author yang miss queen ini hehehe...


Maaf ya buat yang promo kali Author balesnya lama, maklum Author Kentang ini lagi sok sibuk hehehe, tapi aku pasti mampir kok...


Tenang aja ya, ingat Promo boleh spam jangan😉


...Terima kasih...


^^^Salam zheyenk^^^


^^^Author Kentang^^^


...🌻🌻🌻...


Ryan terperangah dengan ucapan Rika, ia seakan bertanya-tanya dari mana gadis itu tahu, sedangkan perasaan itu ia pendam rapat-rapat.


"hahaha ...kakak pasti bingung kan, sudahlah gak usah di pikirkan! bagiku mudah untuk mengetahui perasaan orang hanya lewat tatapan matanya, karena aku kan anak Indehome!" Ucap Rika asal bicara.


"Apa itu Indehome?" Tanya Ryan bingung.


"Gak usah mau tau! lebih pikiran baik-baik perkataanku tadi!" Ucap Rika menahan tawa dan meninggalkan Ryan yang masih termenung seorang diri.


Mikha kini telah di pindahkan ke ruang rawat, Max terus menerus menatap istrinya yang seakan enggan untuk meninggalkannya walau hanya sedetik.



"Kenapa kau terus menatapku? aku jelek ya?" Ucap Mikha lirih, ia menyentuh kepalanya yang masih terbalut perban dan kini tidak memiliki rambut.


"Husss sayang jangan bicara seperti itu, kau itu selalu cantik di mataku! aku hanya bahagia akhirnya kau membuka mata lagi, maafkan aku tidak bisa melindungimu."


Max mengecup kening istrinya melepaskan segala keresahan dan kerinduan yang terpendam.


Kedua belah pihak orang tua dari pasangan itu hanya tersenyum, melihat anak-anak mereka bisa bahagia kembali.


...******************...


Seminggu berlalu keadaan Mikha kunjung membaik, tidak ada tanda-tanda komplikasi yang terjadi.


Maxim pun mulai melakukan kegiatannya secara normal, ia merasa tenang karena istrinya banyak yang menjaga.


"Hai sayang, tebak aku bawa apa!"


Ucap Maxim yang baru datang dan membawa sesuatu di tangannya.


"hmm... kalau di lihat dari kotaknya sepertinya cake!"


"hahaha istriku ini kalau soal makanan gak pernah salah! bentar ya aku cuci tangan dulu!"


Ucap Max mencium kening istrinya.


Seusai mencuci tangannya, Max segera duduk di samping Mikha yang tengah dalam kondisi duduk di ranjang rumah sakit.


"Aku suapin ya..."


"Tidak, aku mau makan sendiri! aku bosan di suapin!" Ucap Mikha menolak, Max hanya bisa menuruti kemauan sang istri.


Awalnya tidak ada yang aneh dengan istrinya, namun setelah beberapa kali mencoba menyuap kue yang ada di tangannya, tidak ada kue sesendok pun yang bisa masuk tepat ke dalam mulut Mikha.


"Kamu gimana sayang, makan kok belepotan." Ucap Max tersenyum dan membersihkan kue-kue yang berantakan di baju istrinya.


"M-Max A-Aku kenapa?"


Tubuh Mikha tampak bergetar, butiran-butiran air mata kian turun dari matanya.


"Sayang kok menangis, kamu kan belum pulih mungkin masih lemah."


"Tidak Max, B-bahkan tadi aku tidak bisa mengancingkan bajuku dengan benar! A-Aku pun tidak bisa minum sendiri dengan benar!"


Mikha semakin menangis, ia merasakan ada yang aneh dengan tubuhnya. Apapun yang ia ingin lakukan selalu berantakan, tidak sesuai dengan perintah di otaknya.


...****************...


Dilla dan Indah berjalan ke sebuah Restoran untuk makan siang yang terletak tidak jauh dari kantornya,


Seperti biasanya mereka berbincang sambil menikmati hidangan yang tersedia di meja makan.


"Dil lu kok jadi dekat sama Jerry?" Tanya Indah sambil mengunyah makanan di dalam mulutnya.


"Oh ada misi kerjasama gue sama dia." Ucap Dilla santai.


"dih... gaya lu sok-sokan misi, emang misi apaan?"


"Misi balikin Max biar cepat jadi normal!"


"What ! maksud lu apa, L-lu jangan buat otak gue berpikir aneh-aneh deh!" Pekik Indah yang membuat pengunjung lain ikut terkejut mendengar suaranya yang begitu nyaring.


"Berisik! Lu kalo ngomong jangan pake toa ngapa!" Ucap Dilla yang reflek membungkam mulut Indah dengan tangannya.


Dilla pun menjelaskan masalah Maxim kepada Indah, ia berpikir jika Indah mengetahuinya mungkin saja bisa memberikan solusi untuk permasalahan rumah tangga Sahabatnya.


Indah cukup terkejut dengan penuturan Dilla, ia hampir terperangah tak percaya mengetahui jika Maxim adalah seorang penyuka sesama.


"wah ...gila ya itu laki!" Pekik Indah kesal, dan lagi-lagi membuat pengunjung yang lain kaget karena suaranya.


"Sttttt ... Astagfirullah! gue bilang kalo ngomong jangan pake toa, Indah ...Lu mau kita di geret satpam keluar paksa!" Gumam Dilla kesal.


"ya habisnya, gue kan kesel!" Jawab Indah tersenyum.


"Tapi mau gimana lagi, gue menghargai usaha dia yang mau berubah. Lagi pula kita juga tau bagaimana sih besarnya pengorbanan Max buat Mikha dan cintanya dia sama Mikha. Jadi, yaa kita cuma bisa bantu dan dukung dia biar cepat berubah deh."


"Ja-jadi selama pernikahannya ini, Mikha belum ha'e ha'e dong sama Max?" Tanya Indah dengan wajah tanpa dosa.


Pfttt.. uhuk...uhuk...


Dilla menyemburkan air yang ia minum, setelah mendengar perkataan nyeleneh yang di lontarkan Indah dengan wajah tanpa dosanya.


"Eh tapi kalau benar, hah ... gue punya ide! sini gue bisikin!" Sambung Indah tanpa memperdulikan Dilla yang masih terbatuk-batuk akibat ucapannya.


...****************...


Dilla terpaksa meninggalkan Indah yang masih makan siang di restoran tersebut, ia di panggil Marrie untuk segera berangkat memantau perkembangan pembangunan taman hiburan yang terdapat di kota tersebut.


Indah masih sibuk dengan makanan di hadapannya, hingga ia tidak memperhatikan keadaan di sekitar.


"Hai ...Nona High heels! sendirian aja."


Ucap seseorang pria yang tidak lain ada Tuan Wang, Pria itu segera duduk di hadapan Indah tanpa permisi.


Indah hanya berdengus kesal melihat kehadiran pria genit yang menyebalkan di hadapannya, Ia segera menghabiskan makanannya dengan cepat agar bisa segera pergi jauh dari pria itu.


"Hei Nona, kenapa telepon dan chat dariku tak pernah kau angkat dan balas? bahkan sekarang nomer ponselmu tidak bisa di hubungi."


Tanya Tuan Wang pada Indah.


Memang, setelah kejadian itu Tuan Wang selalu mencoba menghubungi Indah namun selalu di abaikan oleh gadis itu, bahkan Indah kini memblokir nomor ponsel Tuan Wang.


Indah sangat tidak suka di ganggu oleh pria itu.


Tuan Wang terus berbicara walau Indah tidak menjawab sama sekali perkataannya.


Jhon yang tidak sengaja melihat Indah bersama Tuan Wang dari jendela Restoran tersebut, menatap kedua orang itu dengan tatapan tidak suka.


Ia berkali-kali berdengus kesal melihat pemandangan di hadapannya.


"Dasar gadis kecil, baru kemarin kau mengejarku sekarang sudah dekat dengan pria lain! Tidak dapat di percaya!"


Gumam Jhon kesal dan segera meninggalkan tempat ia berada.


...****************...