
...PERINGATAN!...
Bagian akhir part ini mengandung adegan dewasa +21, mohon bijak dalam menyikapi.
yang belum cukup umur mohon kesadarannya dan yang tidak suka membaca hal vulgar cukup baca bagian awal sampai ada tanda peringatan kembali dari saya.
Semua demi kenyamanan masing-masing.
......................
Jhon mencoba membuka pintu kaca dari balkon kamarnya namun sayangnya pintu itu terkunci dengan gorden yang tertutup rapat.
"Sayang tolong buka pintunya, aku mohon" Ucap Jhon setengah berteriak.
Pria itu tak menyerah walaupun Indah enggan membukakan pintu untuknya.
Sedangkan Indah memilih memasang earphone ketelinganya dan memutar musik dengan kencang, sungguh ia tidak peduli dengan suaminya hingga ia tak sengaja terlelap.
Gemuruh petir kian bersahut-sahutan di iringi hembusan angin di langit yang mulai berwarna abu-abu, setetes demi setetes air langit membasahi bumi menyerbakan aroma khas tanah dan rumput yang basah.
Indah terbangun dari tidurnya, tangisan anak kecil yang begitu memekikan telinga membuatnya segera beranjak keluar.
"Bella kenapa sayang? maaf ya Mommy tadi ketiduran." Ucap Indah menggendong anak sambungnya.
"Gak tau Nyonya, dari tadi nona Bella rewel."Ucap Shally, seorang baby sitter yang menjaga Bella.
"Tuan dan Nyonya besar mana?" Tanya Indah.
"Sedang keluar sedangkan Nona Marrie belum pulang."
Indah mengangguk-anggukan kepalanya, ia mempersilakan Shally beristirahat sedangkan Bella di asuh olehnya.
Gadis kecil itu nampak tenang dan menurut di tangan ibu sambungnya, Indah menciumi pipi tembam Putri kecilnya, sungguh ia sangat menyayangi Bella sejak pertama kali berjumpa dengan gadis kecil itu.
Jam dinding menunjukkan pukul 8 malam, hujan semakin deras di sertai angin kencang. Sang putri kecil sudah terlelap di pelukannya.
Cklek
Pintu kamar Bella terbuka, Nyonya Anna perlahan masuk menemui cucu pertamanya yang tengah terlelap di pelukan ibunya.
"Loh Bella sudah tidur?" Ucap Nyonya Anna, menghampiri Indah.
"Sudah Mom, kecapean main."
"Ya sudah kamu istirahat, biar Bella sama Mommy. Oh ya nak, Jhon dimana?" Tanya Nyonya Anna yang berhasil mengingatkan Indah pada suaminya.
"Astaga, aku lupa Jhon terkunci! Mom aku mau bukain pintu untuk Jhon dulu ya" Ucap Indah yang segera meletakkan Bella di atas ranjangnya.
......................
...WARNING!...
Berisi part adegan dewasa!
yang belum cukup umur dan tidak suka hal yang berbau vulgar cukup bacanya sampai disini pada bab ini.
Semua demi kebaikan dan kenyamanan masing-masing.
TERIMA KASIH
......................
Max melajukan mobilnya menuju sebuah hotel yang berada tak jauh dari wisata danau tersebut. Ia segera menggendong kembali tubuh istrinya dan menyerahkan kunci mobilnya kepada seorang petugas valet secara sembarangan.
"Max turunin aku malu, lagian kenapa kita tidak pulang aja." Ucap Mikha tampak menenggelamkan wajahnya pada dada suaminya.
"Buat apa malu! semuanya tau kau adalah istriku, dan kalau pulang terlalu lama, butuh waktu sejam!" Ucap Max santai.
Tampak seluruh pegawai menunduk hormat padanya, maklum saja karena hotel tersebut juga milik keluarganya.
Seorang Resepsionis memberikan sebuah kartu akses masuk sebuah kamar berfasilitas nomor Wahid kepada Max tanpa diminta.
Max melangkahkan kakinya menuju lift khusus.
Hingga tak lama ia sampai pada sebuah kamar bernomor 1001 yang berarti lantai 10 nomor 01.
Max segera membuka pintu kamar tersebut yang menyajikan suasana mewah bergaya Inggris klasik yang dominasi warna gold dan merah.
"Max..." Ucap Mikha lirih dan memejamkan matanya, kala bibir dan lidah sang suami mulai menjelajahi tengkuk leher dan punggungnya, sungguh itu adalah bagian sensitif pada tubuhnya.
Bulu kuduknya seakan meremang di sertai detak jantung yang kian berpacu, membangkitkan hasrat karena sentuhan-sentuhan int*m nan sensual yang dilakukan suaminya. Sungguh semakin lama kemampuan Maxim semakin terasah untuk memanjakan sang istri di ranjang.
Max menurunkan perlahan resleting baju yang dikenakan Mikha hingga memamerkan punggung mulus kuning Langsat milik sang istri, tanpa membuang-buang waktu ia segera menciumi dan menj*lati punggung sang istri, yang berhasil membuat Mikha bergel*njang menahan sensasi menggelitik dan begitu mera*ngs*ngnya.
"Emmm...akhhh stop Max, geli." Ucap Mikha di tengah-tengah lenguhannya.
"Nikmati saja sayang." bisik Max dan mengigit lembut daun telinga istrinya.
Pria itu segera melucuti baju yang ia dan istrinya kenakan, ia memeluk Mikha dari belakang dengan kedua tangan yang nampak mer*mas dua buah bukit kenyal milik istrinya.
Setelah puas pada posisi itu, Max membaringkan tubuhnya istrinya, ia menatap lekat-lekat kedua netra sang istri dan mengecup keningnya. Pandangannya beralih menuju perut Mikha yang mulai membuncit.
"Hi my little Angel, hari ini papa mau menjenguk kalian."Ucap Max mengecup dan mengelus lembut perut istrinya, Mikha tersenyum mendengar penuturan suaminya yang begitu menggelitik telinga.
Max membelai rambut Mikha, ia sungguh memperlakukan sang istri dengan begitu lembut dan berperasaan. Mikha menyentuh lembut wajah suaminya, wajah yang begitu membuatnya tergila-gila dan merasa menjadi wanita paling beruntung.
Cup
Maxim mengecup telapak tangan Mikha yang menyentuh pipinya.
"Jangan pernah pergi dari sisiku, sayang. Kau tak tau betapa aku gila tanpa dirimu" Ucap Max Lirih.
Mikha menarik tubuh suaminya dan mendekapnya erat.
"Aku gak akan kemana-mana, kamu selalu di hatiku dan aku selalu di hatimu."Ucap Mikha sambil memainkan rambut halus kecoklatan pada dada bidang suaminya.
Max melanjutkan kegiatannya, ia kembali mencium lembut bibir Mikha lalu beralih pada kedua pasang bukit kembar yang seakan sudah menantang Ingin di sentuh.
"akhhh Max a-aku ingin keluar..."
Ucap Mikha tersengal-sengal dan mengg*linj*ng kala jemari Maxim bergerak bebas namun beraturan pada bagian kewanitaannya sedang bibirnya sibuk meny*sap p*yud*ra milik Istrinya.
Senyuman terukir jelas diwajah Pria itu, kini ia meninggalkan pakaiannya yang masih tersisa dan Mikha langsung melahap kejantanan suaminya yang nampak begitu kekar.
Maxim tampak memejamkan matanya, kala sang istri Menjelajahi, dan memainkan lidahnya menyusuri tiap inchi benda pusakanya.
"Oh my...emphhh..." desah Max menikmati permainan karaoke yang di lakukan sang istri, tangannya reflek menekan kepala sang istri hingga Mikha nyaris tersedak di buatnya.
Max bangkit dan segera memposisikan tubuhnya di antara dua kaki sang istri yang sedikit meninggi karena di ganjal sebuah bantal pada pinggulnya.
"emmmh..." Mikha menggigit bibir bawahnya kala kejantanan suaminya menerobos masuk kedalam bagian sensitifnya.
Max menggerakkan tubuhnya perlahan, ia tidak ingin menyakiti istrinya yang tengah mengandung buah hatinya.
Lenguhan, desahan, dan Geraman seakan saling bersahut-sahutan seirama dengan decitan-decian cinta yang mereka ciptakan bersama.
Cukup lama mereka berpacu bermandikan peluh, dengan beberapa gerakan yang terus berganti mempererat hubungan int*m antara sepasang anak manusia ini.
"M-Mik-kha Akhhhhh..." Lenguhan panjang terucap tiba-tiba dari bibir Maxim di sertai tubuhnya yang tersentak-sentak menumpahkan cairan hangat cintanya pada rahim sang Istri.
Max ambruk di samping istrinya dengan peluh membasahi seluruh tubuhnya, Ia kembali menatap wajah Mikha, memeluk dan mencium keningnya.
"Aku mencintaimu sayang." Ucapnya mesra menyudahi aktivitasnya yang begitu membuat candu.
......................
Dan Ku Tlah jatuh cinta
Ku wanita dan engkau lelaki
Perasaanku berkata I'm fallin in love
Sang cinta mendekatlah
Malam menyanggupi jadi saksi
Hati kecilku berkata I'm fallin in love
(Melly Goeslaw - I'm falling in love)😌😘