Oh My Mister

Oh My Mister
Keluarga kecilku



Mentari sudah beranjak dari peraduannya, Mikha yang sudah terlihat segar kini nampak memulai aktivitas paginya.


"Sunny, Shine, ayo bangun sayang. Katanya berangkat sekolah mau di antar papa," ucap Mikha menepuk lembut pipi kedua anaknya.


Seketika, si kembar itu segera membuka matanya, mereka nampaknya sudah menantikannya.


"Iya mah," ucapnya serentak.


Mikha segera memandikan anaknya secara bergantian, sedangkan Max yang baru bangun terlihat asik melihat kegiatan sang istri mengurus buah hatinya.


"Ya sudah, sekarang kalian sarapan dulu ya," titah Mikha, si kembar yang penurut segera melakukan yang ibunya perintahkan tanpa membantah.


Kini pandangannya beralih, pada sosok suaminya yang asik menatapnya sambil tiduran di atas ranjang.


"Hmmm bukannya mandi, malah liatin aku!" Protes Mikha.


Maxim hanya terkekeh melihat wajah kesal istrinya, seketika muncul ide jahil untuk menggoda Mikha.


Pria itu menarik tangan sang istri hingga Mikha jatuh menimpa dirinya, ia mengetatkan tangannya pada pinggang Mikha lalu berbisik lirih, "Aku mau mandi, asal mandinya sama kamu," ucapnya.


Mikha nampak membulatkan kedua bola matanya, wajahnya terasa memanas karena ucapan Maxim dengan suara yang menggoda. Ia segera mencoba bangkit namun pelukan Max semakin kuat melingkar di tubuhnya.


"Max, ce-cepat mandi. Anak-anak m-mau sekolah," ucapnya gugup dan mengalihkan pandangannya dari wajah suaminya.


Max nampak tersenyum seringai, pria itu membelai lembut wajah istrinya dan menyelipkan rambut sang istri ke belakang telinga. "Aku mau lanjut yang semalam tertunda, sayang," bisiknya dan mencium ceruk leher Istrinya.


"Max, anak-anak sudah nungguin kita," kilahnya mencoba mencari alasan, sungguh Mikha merasa malu dengan perbuatan yang Max lakukan, kini wajahnya nampak merona malu.


"Sayang, aku rindu sikap agresifmu seperti sewaktu dulu kita ke Surabaya," godanya kembali, yang semakin senang melihat wajah malu Mikha.


Mikha yang akhirnya mengerti jika Max tengah menggodanya, segera menatap tajam suaminya.


Jemari tangan mulai menari-nari dan memainkan bulu halus pada dada Maxim.


"Kamu mau aku begini?" ucapnya lirih, berbisik pada telinga Maxim yang memerah.


Wanita itu merapatkan tubuhnya pada tubuh suaminya, hingga ia merasa bagian bawah Max terasa mengeras.


"Emmmmhhh," Max mengeram, kala Mikha mengusap lembut kejantanan yang terlihat menyembul dari celana yang ia kenakan.


Mikha mengecup bibir suaminya dan beralih pada leher Max dan meninggalkan sebuah kissmark yang nampak terpampang jelas. Pria blonde yang telah masuk termakan jebakannya sendiri pun terbuai, hingga tak sadar telah mengendurkan pelukannya.


"Sana mandi! Gak pakai banyak alasan!" Mikha memekik setelah terbebas dari pelukan Max. Tak ingin mengambil resiko, Mikha segera memakai hijabnya dan keluar menyusul keluarganya yang telah menunggu di meja makan.


Sedangkan Max, ya... pria itu nampak merutuki kebodohannya, yang termakan jebakannya yang ia buat sendiri.


"Owhhh my little banana, bagaimana nasib kamu?" lirihnya meratapi adik kecilnya yang telah terlanjur Turn on.


......................


Di ruang makan sudah nampak kedua orang tua Mikha, Indah, Marrie, Sunny dan Shine tengah menikmati sarapan.


"Loh, Rika mana?" tanya Mikha yang tidak melihat keberada adiknya.


"Sudah berangkat duluan, katanya ada panggilan emergency,"ucap Indah seraya menyuap sesendok nasi goreng ke dalam mulutnya.


Mikha mulai menarik sebuah kursi dan mendudukinya, sedangkan terlihat pak Ali yang mencari keberadaan menantunya.


"Loh nduk, Maxim mana?" tanyanya.


Mikha nampak melihat ke arah sahabatnya dan nampak Indah yang telah berpakaian rapih dengan koper kecil di sampingnya.


"Lo mau kemana, Ndah?" tanya Mikha pada Indah.


"Emm, gue mau ke Banjarmasin sebentar. Bokap gue nyuruh gue balik," jawab Indah lirih.


Tidak berselang lama Max muncul dengan senyuman yang mengembang di bibirnya, "Loh kak, katanya bikin Milkshake, mana Milkshakenya?" tanya Marrie dengan polosnya.


"Pfttttt hahahaha." Mikha dan Indah seketika tertawa terbahak-bahak, sedang Max hanya menatap bingung kepada Mikha dan Indah.


Marrie nampak mengulas senyuman, gadis blonde itu bersyukur karena telah bertemu dengan kedua kakak iparnya dan keponakan kembarnya yang menghilang. Walaupun Indah bersikeras tidak ingin kembali pada Jhon, gadis itu tidak mau memaksakan kehendaknya. Karena bagaimanapun memang Jhon yang memiliki kesalahan fatal.


"Emmm Kak Mikha, aku mau nanya boleh?" tanya Marrie mencoba memberanikan dirinya. Mikha tersenyum menanggapi adik iparnya, "Boleh Marrie, memangnya mau nanya apa?" tanya Mikha kembali.


"Emmmm, K-kak apa mengenal Dimas? Aku melihatnya kemarin di pernikahan kalian," tanya Marrie, gadis itu nampak tersipu malu.


Mikha nampak berpikir sejenak, karena ia hanya mengenali seorang Dimas. Setelah mengingat, Mikha menatap lekat mata Marrie dengan senyuman yang tersungging di bibirnya.


"iya kenal, memangnya kenapa? Emmm, Marrie jangan bilang dia...," ucap Mikha, yang terpotong oleh jawaban dari gadis blonde itu.


"Iya Kak, dia pria yang aku suka sejak empat tahun lalu," jawabnya, yang berhasil membuat semua orang terperangah.


......................


Sebuah mobil berwarna hitam memasuki area sebuah sekolah taman kanak-kanak, tidak lama kemudian pintu mobil terbuka dan muncul lah sosok Mikha dan Max lalu di susul Sunny dan Shine.


"Papa dan mama, besok akan datang ke acara sekolah kami, kan?" tanya Shine dengan kedua netra yang berbinar-binar penuh harapan. Max seketika berjongkok dan menatap sepasang anak kembarnya, "Tentu saja sayang, kalian gak perlu khawatir," ucap Max dan mencium anaknya satu persatu.


Sedangkan di sudut lain sekelompok ibu-ibu yang terkenal akan kejulidannya, nampak terperangah melihat Max yang bersama Mikha dan si kembar.


Salah satu ratu gosip yang suka mencibir Shine dan Sunny pun berjalan ke arah mereka dengan beribu rasa penasarannya.


"Siapa lagi ini jeng? biasanya di antar sama yang tentara itu," ucap wanita yang bernama Gisna itu, seraya mengibas-ngibaskan sebuah kipas di tangannya.


Mikha hanya mengulas senyuman dan seketika Max bangkit dan menjawab, "Saya suami Mikha, ayah dari Shine dan Sunny," jawabnya dengan tenang.


"Loh situ bukannya yang artis itu ya? Ah, perasaan istrimu ini bukan dia deh!" kilah wanita itu yang seakan tidak rela dengan kenyataan yang ada.


"Hmm mungkin dulu karena istri saya belum berhijab maka anda tidak mengenalinya, selama ini saya sibuk dengan pekerjaan saya sampai mengabaikan mereka. Ya sudah, anak-anak kalian masuklah! Pulang sekolah nanti kita jalan-jalan," ucap Max kembali.


"Mari Bu, kami duluan ya," sapa pria berlesung pipi itu dan segera menggenggam tangan Mikha memasuki mobil.


Max melajukan mobilnya menuju suatu tempat, hingga Mikha merasa ada yang janggal pada suaminya.


"Max, ngapain kita ke sini?" tanyanya bingung saat sang suami mengemudikan mobilnya memasuki sebuah area penginapan. Pria bermata biru itu nampak menyungging sebuah seringai di bibirnya, "Tentu saja menuntaskan urusan yang tertunda, sembarangan aja bilang aku bikin milkshake. Gak akan aku kasih ampun kamu," Bisiknya pada telinga istrinya hingga membuat Mikha bergeming dan begidik ngeri di buatnya.


"Mampus gue," ucapnya bermonolog sendiri dalam hati.


......................


Hai semua pembaca maaf ya telat up, belakangan Author lagi banyak masalah jadi harus menata mental dulu yang sudah sangat down. Mohon dukungannya ya untuk membiasakan Like dan komen.


Aku juga boleh dong minta gift dan tiket vote mingguannya😊


Yuk kepoin karya Author yang lain, ada novel My Indigo Husband dan juga Audio book yang di bacakan oleh Author loh.


terima kasih😊