
...Hai teman-teman jangan lupa Like, komen dan Rate ⭐⭐⭐⭐⭐...
...klo ada rezeki boleh dong berbagi vote sama Author yang miss queen ini hehehe...
Maaf ya buat yang promo Author balesnya lama, maklum Author Kentang ini lagi sok sibuk banget kejar target hehehe, tapi aku pasti mampir kok...
Tenang aja ya, ingat Promo boleh spam jangan😉
...Terima kasih...
...🌸🌸🌸...
Setelah beberapa jam perjalanan akhirnya Indah sampai di kediaman Larry, pikirannya masih mengawang kemana-mana memikirkan kekasih hatinya yang tak kunjung memberi kabar.
"Ndah, sudah pulang." Ucap Mikha yang sedang berada di ruang keluarga bersama Marrie dan Dilla.
"Kha" Gadis itu segera berhambur memeluk sahabatnya, semua yang berada di ruang itu saling berpandangan seakan bertanya-tanya.
"Kok lu sendiri, Jhon mana?" tanya Dilla yang tampak mencari sosok pria itu, Namun alih-alih menjawab tangis Indah pecah di pelukan Mikha.
"Jhon ninggalin gue sendiri, dia pergi ke Amrik dan sampai sekarang gue gak tau kabarnya."
"Amrik?serius?" Marrie mengerutkan dahinya, nampaknya gadis blonde itu mengetahui suatu hal.
Indah menceritakan semua masalahnya dengan Jhon, mulai dari pertemuannya dengan pria yanh bernama Chandra Agustin Wang di atap perusahaan hingga kesalahpahaman dengan John.
Marrie nampak menggeleng-gelengkan kepalanya atas sikap Kakak tertuanya.
"Se-sebenarnya kak Indah adalah cinta pertama kak Jhon." Ucap gadis itu yang membuat Mikha, Dilla dan Indah terkejut.
"Baiklah aku akan ceritakan." Ucap Marrie.
...****************...
PoV Marrie - Flashback ON
Hari itu ulang tahun ke 30 kakak pertamaku yang bernama Jhon, si pria gila kerja yang nyaris tidak pernah dekat dengan wanita kecuali dengan Rhine Charly yang tidak lain adalah sahabatnya sejak sekolah.
Di usia yang telah matang itu kakakku bahkan belum memikirkan untuk berumah tangga, yang ada di pikirannya hanya kerja kerja dan kerja.
Hingga pada akhirnya saat makan malam, Daddy mengundang seorang gadis bernama Emily Hellena Jonson, yang merupakan anak dari kolega daddy.
Ternyata daddy berniat menjodohkan dengan Jhon, dan Jhon yang penurut dengan mudah menyetujuinya hingga sebulan kemudian pernikahan atas dasar perjodohan itu berlangsung.
Kak Jhon adalah tipe orang yang cuek dan cukup menyebalkan, sebenarnya ia tahu bahwa Rhine menaruh hati padanya namun ia tidak peduli karena baginya Rhine hanya sekedar sahabat wanitanya.
Kak Jhon cukup beruntung mendapatkan istri seperti Emily yang tak hanya cantik namun begitu lembut hati dan sikapnya.
Namun aku sangat tau jika Rhine sangat membenci Emily karena menganggap wanita itu telah merebut Jhon darinya, wanita itu berkali-kali mencoba melukai dan mencelakakan Emily namun setiap aku mengadu Jhon tidak pernah percaya padaku, Jhon hanya menganggap aku hanya anak kecil yang mengada-ada.
Hingga suatu saat aku melihat Rhine memasukan sesuatu ke dalam makanan yang di konsumsi Emily dan itu tidak hanya sekali, yang ternyata adalah obat yang membuat kesuburan Emily terganggu bahkan membuatnya mengidap kanker rahim.
Setelah aku mengadu pada daddy dan momny akhirnya mereka melakukan penyelidikan diam-diam dan ternyata otak dari permasalahan tersebut memanglah Rhine.
Kak Jhon marah besar, ia merasa bersalah pada Emily dan berusaha menyayangi wanita itu dan untuk Rhine, karena merasa kasihan dan berlandaskan persahabatan kak Jhon melepaskannya dan wanita itu hingga kini menetap di LA.
Hingga 3 tahun pernikahannya, Emily hamil namun kehamilannya sangat berisiko mengingat kanker rahim yang di deritanya, namun wanita itu tetap bersikeras mempertahankan janin di dalam kandungannya.
Hingga 2 tahun kemudian, Jhon bertemu dengan seorang wanita muda yang tidak lain adalah sahabat dari calon istri kakak keduaku, aku merasakan bahwa kak Jhon untuk pertama kalinya tertarik pada wanita yang tak lain bernama Indah itu.
Beberapa kali aku melihat ia mengambil foto wanita itu diam-diam, bahkan tersenyum kala memandang wanita itu yang tampak akrab dengan buah hatinya.
Namun aku tahu, perbedaan umur yang cukup jauh dan status Jhon yang adalah seorang single parents beranak 1 membuat ia merasa tak pantas bersanding dengan gadis itu.
Bahkan ia berpura-pura tidak tahu dan tidak peduli kala ia mengetahui perasaan si gadis Ekspresif itu kepadanya.
Flashback OFF
...****************...
"Jadi secara tidak langsung kak Indah adalah cinta pertama kak Jhon, maaf jika ia tidak memperlakukanmu dengan baik." Ucap Marrie sendu.
Tak hanya Indah, Mikha dan Dilla pun ikut terkejut dengan sisi lain Jhon. Pantas saja jika Marrie segitunya mendukung hubungan Indah dengan Jhon, gadis itu menginginkan kebahagiaan untuk kakaknya.
...****************...
Jhon terlihat termenung menatap hiruk pikuk kota New York dari sebuah gedung pencakar langit, sesungguhnya ia juga tidak mengerti untuk apa ia berada di sana.
Yang ia tahu adalah hatinya yang begitu sakit melihat Indah yang tampak semakin akrab dengan Tuan Wang, ia ingin menjauh dari gadis itu sejauh mungkin untuk menenangkan hatinya karena jika mereka saling berdekatan, ia takut akan melakukan kesalahan yang sama pada Indah.
Jhon menatap layar ponselnya, terpampang lah foto gadis itu yang sedang bermain dengan buah hatinya. Rasa hangat menyelimuti hatinya, seandainya Indah menjadi ibu sambung Bella mimungkin hidupnya akan menjadi lebih sempurna dan berwarna.
Namun lagi dan lagi ia tersadar akan posisinya, menurutnya tidaklah mungkin pria tua sepertinya mampu bersaing dengan Tuan muda nan tampan seperti Tuan Wang.
"Apakah cinta sesulit ini?" Ucap Jhon lirih kala menyentuh lembut layar ponselnya.
"Aku ingin memilikimu namun apakah pantas? 11 tahun lebih jarak usia kita, kau lebih pantas menjadi adikku di banding menjadi pasanganku."
...****************...
4 hari berlalu hingga tahun telah berganti namun Jhon masih belum memberi kabar keberadaannya. Tuan Andrew berkali-kali berusaha mencari anak sulungnya namun Jhon bagai menghilang ditelan bumi dan itu membuat Marrie sibuk karena harus mengurus sendiri masalah-masalah perusahaannya.
Indah berkali-kali mencoba menghubungi Jhon namun rasanya usahanya begitu sia-sia, kini gadis itu di selimuti rasa khawatir akan keselamatan Jhon.
"Ka Indah..." Pekik Marrie menghampiri Indah yang berada di kamarnya.
"Ta-tadi kak Jhon menghubungiku katanya dia berada di New York, dan mungkin segera kembali." Ucap gadis blonde itu memeluk erat Indah yang terlihat lebih kecil darinya.
"Mas Maxim pulang!!!" Pekik Rika memberi tahu Marrie dan Indah dan segera berhambur menyambut kedatangan pria itu.
Max keluar dari dalam mobil dengan senyum merekah walau tampak guratan lelah tergambar di wajahnya.
Pria itu segera menghampiri dan memeluk Istrinya yang telah ia rindukan.
Indah tersenyum memandang romansa sepasang anak manusia tersebut, di satu sisi ia ikut bahagia namun di sisi lain ia sedikit iri.
"Andai saja Jhon yang kembali, Akankah ia memelukku seperti itu?" Ucap Indah dalam hatinya, gadis itu tersenyum getir kala memikirkan Jhon yang entah di mana rimbanya.
...****************...