Oh My Mister

Oh My Mister
Si Pencemburu



Dilla termenung di sebuah taman yang terletak di kawasan rumah sakit, udara dingin bersalju di akhir tahun tidak menjadi masalah untuk gadis yang kini tengah tenggelam dalam pikirannya.



"Dilla kau kenapa?" Ucap Jerry, menghampiri Dilla dengan mata tampak sembab dan memerah.


"Jerry aku tuh mikirin Mikha, kasian dia kenapa masalah selalu menimpa orang sebaik dia? kenapa aja ada orang yang jahat sama dia? dari Resti, Ari, Jess, dan sekarang si nenek gayung itu!"


"Namanya juga kehidupan, walaupun begitu masih banyak orang-orang yang sayang padanya. Mikha beruntung memiliki sahabat yang begitu peduli sepertimu." Ucap Jerry merangkul Dilla yang tidak tampak menolaknya, berbeda seperti hari-hari biasanya.


"Aku gak bisa bayangkan jika suatu saat ia mengetahui bahwa suaminya seorang penyuka sesama jenis, entah bagaimana hancur perasaannya!"


Dilla memeluk Jerry, pria itu nampak terkejut karena biasanya gadis itu selalu tidak mau dekat-dekat dengan dirinya terutama bersentuhan fisik.


Jerry memberanikan diri membelai lembut rambut gadis manis itu, entah mengapa ada perasaan aneh pada pria itu.


Ada perasaan gugup dan jantungnya begitu berdegup kencang, tidak seperti saat ia bersentuhan fisik dengan para wanita cantik yang menjadi pacar-pacarnya.


"Kita berdoa saja agar semua baik-baik saja, dan Maxim segera kembali normal. Bukankah kita sebagai sahabat mereka tidak akan tinggal diam begitu saja?"


Ucap Jerry mencoba menenangkan Dilla.


...****************...


Sementara di lain tempat, Indah dan Jhon baru sampai di tujuan. Sepanjang jalan mereka hanya membisu dan tenggelam dalam pikiran masing-masing.


Baru saja sampai Jhon sudah dihadapkan oleh pekerjaan yang begitu menumpuk, sepertinya hari libur itu tidak berlaku untuk Jhon dan Indah. Mereka begitu sibuk menyelesaikan segala macam komplain pengunjung dari salah satu hotel milik keluarga Larry itu serta menyiapkan rencana untuk event pergantian tahun di sana, hingga tak terasa senja telah tiba.


"Indah..." Ucap Jhon saat mereka menuju kamar masing-masing.


"Ya Tuan"


"Sudah, panggil kakak saja jika sedang berdua! Ndah emm... apa... A-apa kau mau makan malam bersamaku?" Ucap Jhon gugup.


Indah hanya tersenyum dan menggangguk lalu masuk ke dalam kamarnya.


Gadis itu nyaris tak percaya dengan kenyataan yang baru saja terjadi, seorang Jhon mengajak makan malam bersama. Indah nampak berguling-guling di ranjang dan menutupi wajahnya dengan bantal, gadis itu mengekspresikan segala rasa bahagianya.


Waktu makan malam telah tiba, Jhon sudah cukup setia menunggu Indah tepat di depan pintu kamarnya.


"Maaf , udah buat kakak menunggu." Ucap Indah menundukkan pandangannya.


Jhon memandang Indah dari ujung kaki hingga ujung rambut gadis itu, tidak ada yang spesial bahkan ia hanya menggunakan pakaian biasa namun entah mengapa gadis itu menjadi semakin menggemaskan di matanya. Jantung pria itu lagi-lagi berdegup tak beraturan, rasa-rasanya Jhon sudah lupa bahwa dirinya adalah pria berumur yang tak muda lagi.


Mereka menuju restoran yang berada di hotel tersebut, setelah memesan makanan mereka kembali terdiam dan saling mencuri pandang.


Jhon dan Indah bagaikan sepasang remaja yang baru mengenal cinta.


"Selamat malam tuan Larry dan nona Indah, tidak di sangka kita bertemu disini."


Sapa seorang pria muda berparas tampan yang berhasil merusak romansa cinta ala remaja kedua insan itu.


"Tuan Wang? kau disini?" Ucap Jhon terkejut sekaligus tidak suka melihat pria tampan itu.


"Iya hanya berlibur, bolehkah saya bergabung?" Tanya tuan Wang dengan sopan, Jhon terpaksa mengiyakan walau dengan hati kesal, bagaimanapun pria itu adalah kliennya.


Sedangkan Indah hanya memijat-mijat dahinya melihat perang dingin di antara Kedua pria di hadapannya.



...****************...


Mikha masih menanti kedatangan suaminya, sudah pukul 7 malam namun Maxim belum kunjung datang padahal pria itu mengatakan jika siang hari pekerjaannya sudah selesai.


"Ryan, bolehkah aku minta bantuanmu menghubungi Maxim?" Ucap Mikha penuh kecemasan.


Mendengar ucapan Mikha, Ryan terperangah karena ia baru teringat pesan singkat dari Maxim, bahwa Maxim lupa kalau hari itu ada jadwal ke psikolog. Maxim meminta agar Ryan mengatakan pada istrinya kalau ada sedikit masalah di pekerjaannya sehingga pulang terlambat.


"Maaf Mikha aku lupa, tadi Max mengirim pesan padaku kalau ada sedikit masalah di pekerjaannya."


"Ya sudah yang gak apa-apa, Ryan aku boleh minta tolong sekali lagi?" Ucap Mikha tampak ragu, ia terpaksa meminta bantuan pada Ryan karena Jerry dan Indah sedang membeli makanan sedangkan Rika sedang memenuhi panggilan alam di toilet.


"Kau ini kaya sama siapa aja, katakan saja".


"A-Aku haus, bisa tolong bantu aku minum?"


Ryan segera mengambil gelas berisi air mineral yang berada di atas nakas dan membantu Mikha mengarahkan gelas kemulut wanita itu dengan hati-hati.


Lagi dan lagi perasaan berdebar kembali datang saat jaraknya yang begitu dekat dengan Mikha.


Wajah sendu wanita itu berhasil meluluh lantakan perasaan Ryan yang sedang berusaha melupakan perasaannya.


"Biar aku saja!"


Tiba-tiba Max datang dan merebut gelas yang berada ditangan Ryan hingga separuh isinya tumpah di baju Mikha.


"Maaf sayang aku gak sengaja." Ucap Max merasa bersalah.


Entah mengapa saat ia melihat Ryan membantu Istrinya, ada perasaan sesak dan marah di hatinya. Max yang baru sampai di depan ruang rawat istrinya seakan tak rela Mikha dekat dengan sahabatnya, padahal ia sendiri yang meminta bantuan kepada Ryan untuk menjaga Mikha.


"Gantilah pakaian istrimu dulu, aku keluar menunggu Jerry."


Ucap Ryan berlalu begitu saja.


...****************...


Jhon menarik tangan Indah dengan wajah memerah menahan amarah.


Pria itu tidak suka dengan sikap tuan Wang yang seolah selalu memperhatikan sekretaris pribadinya, sudah sedari tadi ia mencoba menahan perasaannya saat melihat tuan Wang mencoba akrab dan bersenda gurau dengan Indah dihadapannya.


"Aw tanganku sakit kak!" Pekik Indah mencoba melepaskan tangannya dari genggaman Jhon.


"Kakak kenapa sih?"


"Kalau aku bilang aku tidak suka, kenapa? puas!" Pekik Jhon, mengeluarkan segala rasa kesal di hatinya


Flasback ON


Tuan Wang selalu mencoba mengajak Indah berbicara walau gadis itu malas menanggapinya.


Namun semakin Indah menolaknya, pria itu semakin tersenyum sumringah dan semangat mendekati Indah bahkan Tuan Wang terlihat tidak peduli pada Jhon yang berada di dekatnya.


"Apa kau suka bernyanyi?" tanya Tuan Wang.


"iya lumayan" jawab Indah datar.


"hah? tidak terima kasih, kau saja biar aku yang mendengarkan."


"Baik lah."


Tanpa ragu Tuan Wang segera beranjak dan menuju panggung kecil yang berada di restoran tersebut.


"Lagu ini spesial dariku untuk gadis manis yang duduk disana." Ucap Tuan Wang sebelum memulai bernyanyi.


Jhon yang mendengarnya mencoba untuk menahan emosinya, bagaimana pun ia harus menjaga image-nya.


Harlem Yu – Qing Fei De Yi


难以忘记初次见你


Nan  yi  wang  ji  chu  ci  jian  ni


( Sulit melupakan pertama berjumpa denganmu ) 


一只迷人的眼睛


Yi zhi mi ren de yan jing


( Sepasang mata yang penuh misteri )


在我脑海里 你的身影


Zai  wo  nao  hai  li  ni  de  shen  ying


( Masih terlintas di benakku bayangan dirimu )


挥散不去


Hui  san  bu  qu


(Tak akan pupus )


握你的只手 感觉你的温柔


Wo  ni  de  zhi  shou  gan  jue  ni  de  wen  rou


( Saat ku sentuh kedua tanganmu, Saat kurasakan hangatnya ciumanmu )


真的有点透不过气


Zhen  de  you  dian  tou  bu  guo  qi


( Sulit rasanya menahan perasaanku )


你的天真 我想珍惜


Ni  de  tian  zhen  wo  xiang  zhen  xi


( Kepolosan dirimu yang sangat kudambakan)


看到你受委屈 我会伤心


Kan  dao  ni  shou  wei  qu  wo  hui  shang  xin


( Jika kau terluka, Akupun merasakan kesedihanmu )


只怕我自己会爱上你


Zhi  pa  wo  zi  ji  hui  ai  shang  ni 


( Aku takut jatuh cinta padamu )


不敢让自己靠的太近


Bu  gan  rang  zi  ji  kao  de  tai  jin


( Aku tak berani mendekatimu )


怕我没什么能够给你


Pa  wo  mei  shen  me  neng  gou  gei  ni


( Aku takut tak dapat membahagiakanmu )


爱你也需要很大的勇气


Ai  ni  ye  xu  yao  hen  da  de  yong  qi


( Mencintaimu butuh banyak keberanian)


只怕我自己会爱上你


Zhi  pa  wo  zi  ji  hui  ai  shang  ni 


( Aku takut jatuh cinta padamu )


也许有天会情不自禁


Ye  xu  you  tian  hui  qing  bu  zi  jin


( Mungkin suatu hari aku tak dapat lagi menahan diri )


想念只让自己苦了自己


Xiang  nian  zhi  rang  zi  ji  ku  le  zi  ji 


( Rinduku padamu menyakiti hatiku )


爱上你是我情非得已


Ai  shang  ni  shi  wo  qing  fei  de  yi


( Aku tak bisa mengelak cintamu )


Indah tampak menikmati alunan musik tersebut, karena suara Tuan Wang cukup terbilang lumayan bagus dan enak di dengar namun berbeda dengan Jhon, pria yang cukup mengerti bahasa China itu tampak mengepalkan kedua tangannya, wajahnya pun memerah hingga ia tak tahan dan menarik Indah paksa meninggalkan restoran tersebut.


Flasback Off


...****************...