
Tiga hari berlalu, kini adalah hari H dimana resepsi pernikahan berlangsung.
Seluruh keluarganya dari 2 pasang mempelai telah berkumpul dan sibuk merias diri karena pukul 7 malam acara akan di mulai di Ballroom satu hotel bintang lima milik keluarga Larry di London.
Para Awak media telah berjajar rapi di tempat yang sudah di sediakan, mereka tampak antusias untuk meliput pesta pernikahanku 2 personel penyanyi yang tengah naik daun tersebut.
Namun nampak seorang wanita tengah mengintip dari kejauhan, wanita yang begitu mencurigakan siapa lagi kalau bukan Clara.
Gadis arogan itu berhasil kabur karena ulah nekatnya yang berpura-pura sakit lalu menyekap asisten rumah tangga yang bertugas menjaganya, ia juga tak lupa membawa kabur undangan pernikahan yang di peruntukan untuk orang tuanya.
......................
Di ruang Make up dan ganti, Maxim nampak mengelus lembut perut istrinya. Mikha memakai gaun pengantin berwarna putih sederhana yang membentuk lekuk bentuk tubuhnya hingga menonjolkan perutnya yang sedikit membuncit dan Max juga hanya memakai jas hitam di padu kemja putih lengkap dengan dasi hitamnya, benar-benar sangat sederhana namun itulah kemauan mereka.
Berbeda lagi dengan pasangan Dilla dan Jerry, Dilla tampak nyentrik dengan gaun berwarna coklat keemasan yang cukup mengekspos kaki jenjangnya dan di padu Make up bold. Sedangkan Jerry memakai Rompi Navy yang sama sekali tidak serasi dengan gaun yang di kenakan Dilla, ya... semua memang kemauan pasangan aneh dan absurd ini yang mengusung tema "Berbeda namun Sehati".
Pukul 7 tepat, para tamu tengah berdatangan satu per satu, dan di dominasi oleh rekan bisnis keluarga Larry serta para rekan kerja Max dan Jerry di dunia hiburan.
Hingga akhirnya semua pandangan tertuju pada dua pasang pengantin yang memasuki area Ballroom hingga ke pelaminan dengan beralaskan karpet merah sebagai pijakan.
Bidikan kamera tiada henti-hentinya mengabadikan moment Indah itu.
Suara musik nan romantis mengalun lembut, Ryan yang di dampingi Marrie dan Rika tampak begitu asik bernyanyi dengan kedua gadis itu
Para orang tua nampak sibuk menyapa para tamu undangan, Sementara Jhon dan Indah asik berbincang dengan David yang hadir bersama istrinya.
(David dan Istrinya)
(Jhon dan Indah)
......................
"Kak Alia!!!" Pekik Mikha kala melihat sosok wanita manis berhijab yang nampak familiar olehnya.
Alia berhambur memeluk Mikha, di susul oleh Aufar sang suami yang setia di samping istrinya.
"Aku benar-benar kaget ternyata acaranya di percepat." Ucap Aufar kepada Maxim.
"Iya kebetulan setelah kita pulang dari Surabaya, Jerry dan Dilla juga menikah di Jogja. Jadi aku pikir lebih baik kalau resepsi sama-sama saja."
"Benar-benar sahabat sejati, Oh ya Jerry selamat ya."
Aufar dan Alia kini bergantian menyalami pasangan Jerry dan Dilla.
......................
BRUKKK
"Sorry!"
Seorang tamu yang bernama Alex bertabrakan dengan seorang pria yang cukup aneh yang di dampingi 2 orang bodyguard wanita. Ya! Siapa lagi kalau bukan Kozume Kenma! Pria dengan tinggi 150 cm, berambut kuning dengan setelan jas namun memakai celana legging bercorak macan!
"Jalan pake mata!" Pekik pria itu sambil mengemut permen berbentuk kaki yang di sodorkan oleh salah satu bodyguard-nya yang bernama Seul ye.
"Jalan di mana-mana pake kaki, bukan pakai mata!" Ucap Alex yang mulai mual dengan tingkah makhluk astral yang berada di hadapannya.
"Nantang gue lu! L-lu pikir gue berani!" Kenma berdecak pinggang dan melirik bodyguard tangguhnya yang biasa di panggil Miss Gabe, namun sayang Miss Gabe tampak tidak peduli dan malah pergi untuk mengambil cake daripada menghiraukan tuannya yang minus akhlak.
"Sabar bos, nanti darah tinggi kumat." Ucap Seul ye meniup-niup ubun-ubun Kenma, ia mencoba menenangkan bos kamvretnya, sedangkan Kenma hanya berdengus kesal karena merasa kalah telak dan kalah tamvan dari pria yang ada dihadapannya.
"Gue tandain lu!" Ancam si pemuda dekil itu dan segera pergi meninggalkan Alex.
Sedangkan sepasang mata mungil sedari tadi memperhatikan tingkah manusia jadi-jadian yang berada di dekatnya.
"Bunda-bunda kenapa Paman jelek dan Paman tampan itu bertengkar?"
Sebuah pertanyaan begitu saja lolos dari mulut seorang anak laki-laki yang bernama Rama.
"Husss Rama sayang gak boleh ngomong begitu, bunda gak suka." Ucap Widya mencoba menasehati anaknya.
"Maaf bunda, Rama cuma mengatakan apa yang Rama lihat."
"Lain kali boleh begitu ya sayang, kalau paman-paman tadi bertengkar Rama tidak boleh menirunya karena itu perbuatan yang tercela." Ucap Juna yang tengah menggendong anak sambungnya.
"Lebih baik kita ke Paman tampan, Rama ya yang berikan kadonya ke Paman dan Bibi." Juna mencium lembut pipi jagoan kecilnya, ia segera menurunkan Rama yang kini langsung berlari kecil menghampiri pengantin dengan kado di tangannya.
......................
Dilla dan Jerry berkeliling menyapa para Tamu yang sekiranya mereka kenal, begitu pula dengan Max dan Mikha. Musik dansa mulai mengalun, sebagian tamupun menikmati dansa nan romantis dan tentu saja Jhon dan Indah tak mau melewatkannya. Namun ada satu yang mencolok dan menggelitik, Ryan berdansa bersama Marrie dan Rika secara bersamaan.
"Ryan, lanjutkan bakatmu Nak!" Jerry tertawa geli melihat tingkah sahabatnya walaupun ia paham, Jerry melakukan itu untuk pengalihan perasaannya yang sedang galau.
"Mba Dilla?" Ucap seorang wanita menypa Dilla, Dilla mengernyitkan keningnya mencoba mengingat-ingat sesuatu.
"Ya ampun! Mbak Fafa! Falentina!" Pekik Dilla memeluk wanita yang bernama Fafa tersebut.
"Loh aku gak nyangka istrinya Jerry itu kamu loh, piye kabare?"
"Alhamdullilah apik, wah kangen aku karo panjenengan!"
Suami Fafa yang bernama Vian dan Jerry saling melempar pandang, mereka tidak mengerti mengapa istri-istri mereka tanpak akrab bagai kawan lama.
Vian merupakan seorang pembisnis dan pemilik salah satu Mall besar yang berada di Yogyakarta, ia juga merupakan salah satu klien bisnis keluarga Larry.
"Ini loh Jerry, Mbak Fafa ini teman kerjaku jadi SPG di Jogja, waktu aku baru banget lulus SMA tapi karena ibu dan bapak pindah ke Jakarta akhirnya aku keluar dari kerjaan." Dilla tampak menjelaskan para pria yang kebingungan, Jerry nampak menganggukkan kepalanya setelah mendapatkan penjelasan dari Dilla.
Sementara itu Tuan Andrew dan Nyonya Anna menyapa dua orang anak muda yang tak lain tamu undangan mereka, ia adalah Bara seorang eksekutif muda dan Seno yang merupakan anak dari rekan bisnis tuan Larry.
"Maaf tuan, papih gak bisa datang." Ucap Seno menjabat tangan tuan Andrew.
"Ya tidak apa-apa, saya mengerti. Wah Seno ternyata kau sudah besar sekali, bahkan menjadi abdi negara. Saya bangga padamu." Ucap Tuan Andrew menepuk-nepuk pundak Seno.
......................
Tiba-tiba terdengar suara gaduh, lagi-lagi priia berambut kuning itu mencari masalah.
"Ngapain Lo goda-godain istri gue?" Ucap pria yang benama Gavin, pria itu nampak murka dan menarik kerah baju si kuning yang bernama Kenma (Untung kaga ngambang).
"Sorry bro, gue yang terlalu tampan dan pemes ini gak mungkin goda-godain perempuan. Istri lu duluan yang menggoda gue!" Ucapnya bangga beserta mimik wajah yang benar-benar membuat orang darah tinggi.
"Seul Ye, kita cabut aja yuk. Malu gue punya bos narsisnya sampe luber-luber tapi gak singkron sama muka buluk dan otak yang cuma Segede biji kacang ijo." Ucap Miss Gabe menarik tangan Seul Ye menjauh dari Kenma.
"B*cot! sok ganteng!"
Sebuah Cake mendarat tepat di wajah Kenma, ya... Nilam yang merupakan istri Gavin sudah benar-benar muak dengan perkataan pria narsis yang sedari tadi menggodanya, saat suaminya pergi ke toilet.
"Maaf tuan anda sudah banyak meresahkan dan mengganggu para tamu yang lain, lebih baik Anda keluar." Dua orang petugas keamanan menggeret paksa Kenma untuk keluar, sementara Kenma hanya bisa pasrah karena anak buahnya sudah kabur entah kemana.
Sementara itu, Alex tersenyum puas melihat pria yang paling menyebalkan itu mendapatkan akibatnya hingga ia merasa seseorang menatapnya dengan begitu tajam.
Alex perlahan mendekati seseorang yang memandangnya dan berkata setengah berbisik.
"Kalau kau bisa melihatnya lebih baik kau diam, daripada akan membuat masalah dalam hidupmu." Ucap Alex si Warewolf pada seorang pria Indigo yang terdengar seperti sebuah ancaman.
"Aku tidak takut padamu, dan aku tidak mencari gara-gara padamu, aku hanya bingung untuk apa makhluk sepertimu datang ke acara para manusia seperti ini?"
Ucap Felix menatap tajam Alex.
"Kau tanya saja sama Mister kentang! dia kan Authormu! " Ucap Alex berlalu begitu saja.
......................
Acara hampir selesai, kini kedua pasang pengantin bersiap untuk melepar bunga.
Mikha terlihat tampak ragu, wajahnya seketika memucat kala harus memegang bunga yang sungguh ia tidak sukai.
"Tahan sebentar ya sayang" Ucap Max menguatkan istrinya yang Phobia terhadap bunga.
Hitung mundur di mulai, para wanita dan pria lajang tampak berharap mendapatkan bunga tersebut, tak terkecuali Indah dan Jhon. Mereka berharap dengan mendapatkan bunga itu menandakan mereka akan segera menyusul ke pelaminan.
3...2...1
Bunga di lempar oleh pengantin, bunga milik Jerry dan Dilla di dapatkan oleh Seul ye. Sementara bunga milik Mikha dan Maxim di dapakan oleh Tuan Wang yang sedari tadi nampak menghindar dari Indah dan Jhon.
Indah tampak sedih, entah mengapa perasaannya tiba-tiba tidak enak.
"Jangan bersedih, walaupun tidak mendapatkan bunga itu kita akan tetap menikah" Ucap Jhon membelai lembut rambut kekasihnya.
"Mohon perhatian untuk para tamu dan teman-teman jurnalis." Ucap Maxim hingga membuat seluruh perhatian tertuju padanya.
"Sebelumnya saya berterima kasih karena kalian sudah menyempatkan waktu untuk datang ke acara pesta pernikahan kami Maxim Andreas dan Istri saya Mikha Arlista, sangat bersyukur karena setelah hampir 5 bulan pernikahan kini pada akhirnya Tuhan memberikan sepasang anak kembar yang kini tumbuh di rahim istriku yang kini berjalan memasuki Minggu ke 11. Saya mohon doa dari kalian semua agar di lancarkan dan bayi kami dapat terlahir dengan selamat."
"Hahahaha"
Suara Tawa seorang wanita begitu nyaring terdengar.
ya...wanita itu adalah Clara Rosella Gerrard
^^^Bersambung...^^^
......................
Terima kasih buat teman-teman Author Yang sudah mau pinjaman namanya atau pun tokoh-tokohnya.
Terima kasih untuk para Author perkumpulan singa.co yang terdiri dari :
Alia dan Aufar dari Novel Aku bukan musuhmu
Nilam dan Gavin dari Novel Derita si kembang Desa
Alex dari Novel My Vampire CEO
Author :
Kozume Kenma
Miss Gabe aka Jibril Ibrahim
Seul ye
Dan Teman-teman Author lain :
Widya, Juna, dan Rama dari Novel Takdir Cinta
Seno dari Novel Cinta tak bertepi
Bara dari Novel My Bossy Husband
Fafa dan Vian dari Novel Dari Cekcok jadi Cinlok
Yang penasaran dengan si Indigo tampan Felix, bisa mampir ke karyaku yang lainnya
My Indigo Husband
TERIMA KASIH SEMUANYA 😘