
Haiii Mampir yuk ke Audio book Mr.Potato
tinggal pencet aja nih profil Author trus klik audio book Oh my banana eh salah😁 Oh My Mister !!!
(aku sendiri yang dubbing loh😂, tapi kalau mau denger suara yang lain juga ada pilihan dubber lainnya
......................
"Wah kayany baby yang 1 lagi yang benar-benar pemalu",Ucap seorang dokter wanita, yang tampak fokus menatap layar monitor di hadapannya.
"Jadi belum ketahuan juga jenis kelaminnya dok?" Tanya Maxim, yang sudah sangat penasaran dengan jenis kelamin kedua buah hatinya.
"Betul, semoga saja bulan selanjutnya kita dapat posisi yang pas saat usg. Yang terpenting sekarang kondisi baby twin dalam keadaan sangat sehat dan aktif."
"Dok tapi kenapa perut istri saya sudah sebesar ini padahal baru 5 bulan setengah?" Ucap Max polos, yang langsung di hadiahi cubitan oleh istrinya.
Dokter bernama Chatrine itu tampak mengulum senyum melihat drama calon ibu dan ayah muda di hadapannya.
Hari itu tepat sebulan berlalu sejak kepulangan Indah dari rumah sakit, tidak ada hal yang ganjil semua berjalan normal dan baik-baik saja.
Begitu pula dengan rumah tangga Jhon dan Indah semuanya tampak baik-baik saja, Walaupun tak dapat dipungkiri selalu saja ada konflik karena Jhon yang semakin sibuk bahkan meninggalkan istrinya untuk perjalanan bisnis ke luar kota ataupun negeri dalam waktu yang cukup lama.
"Baik-baik ya, aku besok pulang." Ucap Jhon mengecup kening istrinya.
Indah tampak merajuk, sudah dua minggu lamanya Jhon selalu sibuk dan sangat jarang pulang ke rumah, bahkan sangat sulit di hubungi.
"Tapi kamu baru semalam di rumah, masa harus pergi lagi!" cebik Indah yang tampak menekuk wajahnya.
"Sabar sayang."
"Sabar gimana? kamu susah sekali di hubungi! kalau kau begini terus kapan kita menemui orang tuaku? dan mengurus ulang pernikahan kita."
"Stop Indah, kamu membuatku pusing dengan selalu meributkan hal yang sama!" Pekik Jhon yang mulai hilang kesabaran menghadapi istrinya.
"Tapi Jhon, pernikahan kita itu sangat penting. Aku hanya ingin melegalkan pernikahan kita dan meminta restu dari orang tuaku! apakah itu salah?" Indah mulai terisak, ia terduduk di tepian ranjang dan menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
"Aku tidak meminta apa-apa darimu, aku hanya ingin menikah ulang dengan benar! A-Aku ingin ayahku sendiri yang menjadi wali saat kau mengucapkan ijab Qabul! hanya itu, apakah sulit? hiks..."
Emosi Jhon mulai mereda kala melihat wanita yang ia cintai menangis pilu di hadapannya. Ia memeluk erat tubuh Indah dan membiarkan air mata istrinya membasahi pakaian yang ia kenakan.
"Maafkan aku sayang, mohon bersabarlah sedikit lagi. Setelah proyek ini selesai, kita langsung akan menemui orang tuamu" Ucap Jhon.
......................
Siang harinya Indah, Bella serta Ny Anna pergi bersama ke sebuah pusat perbelanjaan modern.
Ny Anna nampak sibuk memilih-milih pakaian serta pernak-pernik bayi yang begitu lucu.
"emm Mom, apa gak terlalu dini untuk membeli pakaian bayi?" tanya Indah pada mertuanya.
"Tidak apa-apa, Mommy sangat tidak sabar menanti si kembar lahir." Ucap Ny Anna tersenyum.
Indah hanya tersenyum kecut mendengar ucapan mertuanya, sesungguhnya muncul sedikit rasa iri hati pada Mikha.
Mikha memiliki suami yang begitu lembut dan perhatian bahkan ditengah-tengah kesibukannya, lalu ia juga merupakan menantu yang paling di sayangi Ny.Anna, mungkin karena Mikha tengah mengandung dan ia merupakan wanita yang telah merubah 180 derajat hidupnya Maxim.
"Ice wim ice wim" Rengek Bella saat melihat seorang anak memegang ice cream di tangannya.
Indah langsung berjongkok di hadapan anaknya yang berada di stroller.
"Bella mau ice cream?"
"Yes." Ucap balita berpipi tembam itu.
"Mom, aku dan Bella ke toko ice cream dulu ya sebentar." Ucap Indah menghampiri ibu mertuanya yang tengah berjalan ke arah kasir.
''Bella sama Mommy aja, nanti Mommy nunggu disana."
"Iya mom. Bella sayang sama Grandma dulu ya, jangan nakal!" Ucap Indah sebelum pergi ke meninggalkan Bella dan Ny.Anna.
Entah mengapa belakang ini Indah selalu merasa di ikuti seseorang, seolah-olah gerak geriknya di luar rumah selalu di awasi hingga akhirnya ia kehilangan konsentrasi dan menabrak seorang pria dihadapannya.
BRUKKK!!!
"Anda tidak apa-apa nona?" Ucap pria tersebut yang berhasil menarik tubuh Indah ke dalam pelukannya hingga wanita itu tidak terjatuh
CKREK!!! (sebuah bidikan foto berhasil mengabadikan moment tersebut)
"Ma-maaf saya tidak hati-hati." Ucap Indah yang segera melepaskan diri.
"Nona, maaf Nyonya Larry? kau kah itu?"
Indah segera mengangkat wajahnya dan memandang pria yang baru saja di tabraknya, sebuah senyuman terukir pada pria berwajah oriental tersebut.
"Tuan Wang." Ucap Indah kaget mengetahui bahwa pria itu adalah Tuan Muda Wang.
"Agus! aku lebih suka kau memanggilku Agus!"
Ucap Tuan Wang yang berhasil mengembangkan senyum diwajah Indah.
"Hahaha iya Agus! maaf ya, aku gak sengaja."
CKREK!!!
"Bagaimana keadaanmu? Oh ya kau kesini dengan siapa? Mister Larry mana?" ,Tuan Wang tampak melihat ke sana kemari seakan mencari sosok Jhon.
"Aku sudah sehat, emm... aku kesini dengan ibu mertua dan anakku, kalau Jhon sedang keluar kota karena ada proyek pembuatan taman hiburan Happy Land."
"Pembuatan Happy Land? bukankah..."
"Chandra! aku mencarimu kemana-mana?"
"Seul sudah ku bilang tunggu aku disana!" Cebik Tuan Wang sejujurnya ia sangat risih dengan sikap manja Seul ye yang selalu ingin menempel padanya, terlebih kini gadis itu nekad menyusulnya ke London.
"Maaf..." Ucap Seul ye tertunduk lirih.
"Hah sudahlah... Oh ya, Indah kenalkan ini Seul ye ,Tu-Tunanganku ", Dengan ragu Tuan Wang tampak terpaksa mengakui Seul ye sebagai tunangannya di hadapan Indah.
Indah mengulurkan tangannya tersenyum, dan si sambut senyuman oleh Seul ye hingga mereka saling berjabat tangan.
"Saya Indah"
Deg!!!
Hati Seul ye bagaikan tercubit, ia baru menyadari Wanita cantik di hadapannya adalah wanita yang sangat di cintai oleh tunangannya. Gadis manis itu tampak memandangi Indah dengan tatapan sendunya.
"Dia Sangat cantik, pantas saja Chandra begitu tergila-gila padanya", Ucap Seul ye dalam hati yang berhasil menurunkan rasa percaya diri gadis itu.
......................
Sementara itu seusai pemeriksaan rutin di rumah sakit, Mikha tampak mendampingi suaminya yang tengah launching album terbarunya.
Max bersama kedua Sahabatnya tampak sibuk menandatangani kepingan album untuk para fans setianya, walau sesekali ia melirik istrinya yang tak lain luput dari kejaran para fansnya.
Senyuman pria itu mengembang, melihat istrinya yang sibuk menerima hadiah-hadiah dari para fans beratnya.
"Semoga cinta kalian selalu abadi sampai maut yang memisahkan, Sehat selalu ya untuk baby twin " Ucap seorang wanita, yang tidak lain adalah fans setia Maxim sambil memberi sebuah kado kepada Mikha.
"Aminn, terima kasih." Ucap Mikha tersenyum.
Seusai semua kegiatan pada hari itu, Mikha yang baru saja membersihkan dirinya tampak sibuk membuka hadiah-hadiah yang sebagian besar isinya adalah peralatan dan pakaian bayi.
"Sepertinya mereka juga sangat menantikan kehadiran baby twin "
Ucap Max yang baru saja keluar dari kamar mandi, langsung menghampiri istrinya dan memeluknya dari belakang.
Ia menyandarkan dagunya pada pundak Mikha dan sesekali mencium pipi istrinya.
"Hemmm kayanya kita gak perlu belanja lagi hehehe." Ucap Mikha sambil merapikan kado-kado tersebut dan menempatkannya pada sebuah keranjang.
Max semakin mengetatkan pelukannya, dan menciumi tengkuk leher Istrinya hingga sesekali menghisapnya dan menimbulkan bekas kemerahan.
"Maxim...!" Ucap Mikha menatap wajah suaminya yang sendu.
"Boleh yaa..."
Belum sempat Mikha menjawab, pria Itu langsung mencium bibir istrinya, Jemarinya perlahan membuka kancing kemeja putih yang di kenakan istrinya.
Ting Tong!
Suara bel berbunyi, namun Max yang sedang sibuk dengan permainannya seolah tidak memperdulikan bunyi bel tersebut.
Ting Tong! Ting Tong! Ting Tong!
Suara bel yang terus menerus berbunyi membuat mereka terpaksa menghentikan aktivitasnya.
"Buka dulu, takut ada yang penting!" Ucap Mikha yang langsung memakai pakaiannya yang sudah tampak di buka suaminya.
Max semakin berdengus kesal, hingga membuat Mikha terkekeh melihat wajah cemberut suaminya.
"Anak ini, orang tua datang buka pintunya lama sekali!"
Ny Anna langsung menjewer telinga anak laki-lakinya sesaat setelah Max membukakan pintu.
"Aduh sakit Mommy, ampun!"
Indah yang datang bersama Ny.Anna turut tertawa melihat Maxim yang kesakitan begitu pula Mikha yang telah menyusul suaminya.
Ia segera mencium tangan ibu mertuanya dan membuatkan minuman Lemon tea kesukaan Ny Anna.
"Di minum dulu Mom." Mikha menyajikan dua cangkir lemon tea hangat, segelas susu untuk Bella dan kue-kue kering buatannya.
"Terima kasih sayang, Bagaimana kondisi kandunganmu?" Tanya Ny.Anna mengelus lembut perut Mikha yang sudah membuncit.
"Alhamdulillah Sehat, cuma yang satu masih belum ketahuan jenis kelaminnya, kayanya dia mau bikin kejutan." Jawab Mikha mengulas senyum.
"Oh ya ini Mommy habis belanja sekalian beli pakaian bayi buat kamu."
"Makasih mom, wah lucu mom! aku suka."
Mikha tampak semangat membuka isi Paper bag dari ibu mertuanya, sementara Max tersenyum merekah memandangi Istrinya.
Namun tidak dengan Indah, ia semakin merasa iri hati dengan romantisme rumah tangga adiknya.
Entah mengapa, hatinya begitu sedih dengan sikap Jhon belakangan ini namun ia berusaha menutupinya.
"Astagfirullah, harusnya aku seneng. Ya Allah jauhkan aku dari penyakit hati, dan dari rasa iri dan dengki."
Indah nampak berdoa dalam hatinya, ia tidak ingin rasa iri menguasai hatinya.
"Indah, kak Jhon gak ikut?" Tanya Mikha yang memecah lamunan Indah.
"Hah..kak Jhon ke ada pekerjaan memantau pembangunan Happy Land, katanya besok pulang."
"Happy Land? Bukankah proyek itu di alihkan ke Marrie? Marrie tadi pagi menghubungi aku kalau ia menggantikan kak Jhon." Ucap Max yang seketika membuat keheningan di ruangan itu.
......................