Oh My Mister

Oh My Mister
Hanya pura-pura



...Hai teman-teman jangan lupa Like, komen dan Rate ⭐⭐⭐⭐⭐...


...klo ada rezeki boleh dong berbagi vote sama Author yang miss queen ini hehehe...


...Karya ini hanya buah hasil imajinasi Author semata jika ada kesamaan tempat, nama tokoh, visual, ataupun sifat tokoh, itu hanya kebetulan belaka....


...Ingat Promo boleh spam jangan😉...


...Terima kasih...


......................


Suara seorang gadis membuat Maxim menghentikan tindakannya, ia menoleh ke asal suara yang berasal dari adik iparnya itu.


"Kak Ryan bicara seperti itu karena ia Kekasihku!"


Kedua pria itu mematung, Rika langsung memisahkan Ryan dari Maxim.


"Maksudmu apa Rika?"Tanya Maxim.


"Maksudnya kalau mas gak bisa bahagiakan mba, lebih baik mas serahkan mba ke ka Ryan! gak ada yang salahkan toh mas Ryan akan jadi adik iparnya, nanti dia akan mengantarkan mba pada kami!"


Ucap gadis remaja itu lantang.


"Sejak kapan kalian ?"


"Sejak aku di London, puas! ayo ka, aku obati dulu lukamu!"


Rika menggandeng tangan Ryan kesebuah kursi panjang di halaman belakang rumah, gadis itu membawa kotak obat untuk mengobati luka Ryan.


"Maaf ya ka, aku mengaku-ngaku jadi pacarmu."


Ucap Rika setengah berbisik pada Ryan.


"Aku yang harusnya berterima kasih padamu, Rika."


"Aku harap hubungan persahabatan kalian bisa kembali seperti semula."


......................


Max tampak mematung berdiri di depan pintu kamarnya, ia sangat menyesal atas perkataannya kepada Mikha. Kecemburuannya pada Ryan membutakan segalanya.


Max perlahan membuka pintu kamarnya, ia menemukan istrinya sedang berbaring di atas ranjang menghadap tembok, tubuh Mikha bergetar nampaknya ia masih menangis akibat pertengkarannya dengan Maxim.


"Sayang"


Max menghampiri istrinya, Kini ia duduk di tepian ranjang dan menyentuh lembut rambut Mikha.


"Sayang maafkan aku, aku sama sekali tidak bermaksud menyakitimu."


Mikha beranjak dan duduk menghadap suaminya, mata wanita itu nampak memerah dan sembab. Max menggenggam kedua tangan Mikha, kepalanya tertunduk menyesali segala yang telah dilakukannya.


"Max maafkan aku, aku berjanji tidak akan melakukan hal yang tidak kamu suka lagi, maafkan aku Max, aku mohon" Ucap Mikha tersedu-sedu.


Hati Max terasa tertampar, ia tidak menyangka istrinya akan segitunya meminta maaf atas kesalahan yang sama sekali tidak ia lakukan. Pria itu semakin merasa bersalah karena telah mengatakan hal yang tidak-tidak pada istrinya.


"Sayang, ini semua bukan salahmu. Maafkan aku yang sudah cemburu buta pada Ryan." Max mengusap lembut pipi istrinya yang basah karena air mata.


"Kau sudah tidak marah?"


"Tidak, aku hanya salah paham. Aku terlalu cemburu dan takut kehilanganmu."


Max memeluk erat istrinya, pria itu berjanji tidak akan berkata kasar kembali.


......................


"Sedang apa kau, Dav?"


Sapa Ryan yang cukup mengagetkan David.


"Sttttt berisik!" Ucap David Berbisik


Ahhhh Jerry! ayo cepetan dong!!!


Mendengar suara tersebut, akhirnya Ryan terpancing juga bergabung bersama David untuk menguping dari balik pintu kamar pengantin.


"Kalian ini sebenarnya lagi apa? nguping ya" Goda Indah yang sejak tadi memperhatikan tingkah Kedua pria yang berada di hadapannya.


"Stttttttt!"


David dan Ryan serempak berdesis.


"bagi-bagi dong, mau ikutan nih!" Ucap Indah yang akhirnya mengikuti jejak David dan Ryan.


Ah Ayo cepet masukin!


Sabar, Yank! susah banget nih!


Ih Jerry pelan-pelan, meleset kan!


Kamu gak sabaran sih yank!


Aw sakit Jerry!


Indah, David dan Ryan tampak terkekeh, pikiran mereka entah sudah melayang kemana-mana.


Yang sebenarnya terjadi....


"Ah Ayo cepet masukin!" Pekik Dilla yang asik memainkan game di ponselnya.


"Sabar, Yank! susah banget nih" Jawab Jerry yang juga tak kalah serius memainkan game yang sama seperti istrinya


"Ih Jerry pelan-pelan, meleset kan!"


"Kamu gak sabaran sih yank! Oh... yes goll ! Pekik Jerry yang berhasil memasukan bola dalam gawang dalam permInan game di ponselnya, Pria itu tidak sengaja menepuk pundak istrinya dengan kencang.


"Aw sakit Jerry!"


Jerry yang merasa haus berniat mengambil Air minum di dapur, pria itu segera membuka pintu yang memang tidak terkunci tanpa tahu ada 3 orang yang sibuk menguping aktivitas nya di balik pintu tersebut.


Cklek


BRAK!!!


Indah, Ryan dan David jatuh bersamaan di hadapan Jerry. Wajah ketiga orang itu tanpak tersenyum renyah kal melihat Jerry yang berdecak pinggang di hadapannya


"Kalian ini sedang apa?"


......................


Hai-hai teman-teman, maaf karena mood Author Kentang yang lagi bobrok kemarin aku gak up dan bab sekarang cuma sedikit 😭


Author Kentang usahain nanti up lagi dengan membawa cerita yang bkin panas dingin yaaa wehehehe


tapi akohhh gak janji di up hari ini😅


sekali lagi maafkan akohhh yang cuma manusia biasa, kalo gak mood susah ide😭-