Oh My Mister

Oh My Mister
Maafkan aku (spesial Indah dan Jhon)



Hai teman-teman karena aku lagi semangat dan kerajinan maka aku akan buat bab spesial yang membahas Indah dan Jhon wkwkwk


Jangan lupa Like, komentar, dan Rate ya...


kalau ada rezeki bolehlah bagi-bagi vote atw tip koin buat Author Kentang nan miss queen ini 😁


Buat teman-teman Author tenang aja aku pasti akan mampir balik kok terutama yang udah berpartisipasi ikut baca dan komentar sesuai alur, aku sangat menghargai kalian.


pokoknya lope lope lah buat semuanya 😘


yuk ah gak usah banyak basa basi lagii, kita mulai ceritanya πŸ˜‰πŸ‘Œ


...🌸🌸🌸...



Jhon melangkahkan kakinya menyusuri setiap lorong hotel tersebut, dengan perasaan amarah dan kepala yang sedikit pusing akibat minuman beralkohol yang ia minum.


TOK TOK TOK


Ia mengetuk pintu sebuah kamar dengan sangat kencang, berkali-kali ia mengetuk hingga pintu terbuka.


"Ka? ada ap..."


Indah tidak sempat melanjutkan pertanyaannya namun mulutnya sudah di bekap oleh tangan pria itu.


Jhon membanting pintu hingga tertutup, wajahnya yang biasa tampak manis dan lembut kini terlihat tampak menakutkan dengan tatapan tajamnya.


Pria itu tetap mendekap tubuh kecil wanita di hadapannya dan melemparnya kesebuah ranjang di kamar tersebut.


"K-kak k-kau kenapa?" Ucap Indah merasa takut, ia perlahan mundur hingga mencapai sudut di ranjangnya.


"Puas kau, puas kau membuatku gila!" Pekik Jhon melempar bantal ke sembarang arah.


"Hati ini sesak, melihatmu bersama pria itu! apa kau tau! apa sebenarnya maumu?" sambung Jhon mendekati Indah yang terlihat gemetar.


"Kak kau salah paham!"


"Salah paham apa hah! setelah mendengar pria itu menyayikan lagu cinta untukmu? dan berlutut di hadapanmu? Indah k-kau mau mempermainkanku?"


Pekik Jhon dengan suara meninggi, Ia mencengkram erat wajah wanita yang kini di hadapannya.


"K-kau milikku!"


Jhon mendekatkan bibirnya dengan bibir wanita yang tampak ketakutan itu, tercium aroma alkohol yang begitu menusuk Indra penciuman Indah.


Indah sadar sikap Jhon yang tiba-tiba kasar seperti itu karena pengaruh alkohol yang ia konsumsi.


"K-ka sadar... emmm...emmm..."


Jhon segera mencium bibir gadis itu membuat Indah tidak dapat melanjutkan perkataannya.


Pria itu mencium paksa bibir Indah dengan kasar, M*lum*t dan bahkan mengigitnya hingga gadis itu meringis kesakitan.


Indah mencoba memberontak namun tubuh pria itu bahkan lebih besar 2 kali lipat darinya membuat gadis itu tidak bisa berkutik.


"Aku mencintaimu, kau hanya milikku!" Ucap Jhon dengan suara berat berbisik di telinga gadis itu, nafas pria itu begitu nampak berat dan tak beraturan, Jhon kini sepenuhnya telah di kuasai oleh pengaruh alkohol dan nafsu alaminya sebagai seorang pria.


"Ka lepas, tolong lepas ka...aku mencintaimu tapi bukan begini caranya" Ucap Indah lirih, mata gadis itu nampak mulai berkaca-kaca.


Jhon tidak memperdulikan ucapan gadis itu, ia kembali mencium bibir Indah dan beralih ke tengkuk leher gadis itu serta meninggalkan beberapa jejak kepemilikan.


Pria itu begitu asik dan tenggelam dalam hasrat yang telah menggebu-gebu, tangannya perlahan mencoba membuka piyama yang dikenakan Indah dengan paksa.


"huhuhu hiks...hiks..."


Jhon menghentikan aksinya, ia sedikit terperangah dengan apa yang ia perbuat. Nampaknya tangisan dari Indah telah mengembalikan kesadaran dan akal sehatnya. Ia melihat gadis itu menangis tersedu-sedu dengan kedua tangannya menutupi separuh piyama miliknya yang telah terbuka, kini ia juga melihat bibir Indah yang nampak terluka dan leher gadis itu yang penuh dengan kissmark akibat ulahnya.


"Ma-maaf-kan aku!" Ujap Jhon lirih mencoba memeluk gadis dihadapannya.


"Keluar!" Pekik Indah menunjuk arah pintu keluar dengan jari telunjuknya.


"Indah A-Aku..."


"KELUAR!!! KELUAR!!!" Indah menarik tangan Jhon dan menghempaskannya keluar pintu.


BRAK!!!


Indah menutup pintu kencang, ia berhambur membenamkan dirinya di atas ranjang, gadis itu menangis tersedu-sedu.


"Maaf ka Jhon, bukan maksudku menolakmu tapi aku sama sekali tidak mengenal dan menyukai dirimu yang seperti itu! dan aku telah berjanji kepada mami untuk menjaga kehormatanku, a-aku harap kau mengerti." Ucap Indah lirih di sela-sela tangisannya.


...****************...


Tangannya tampak mengepal kuat dan menghantamkannya bertubi-tubi ke tembok yang ada di hadapannya.


"Apa yang telah aku lakukan! dasar pria tua b*r*ngs*k, tidak tau malu! kau bahkan hampir menodai gadis kecil itu Jhon! arghhh!" Pekik Jhon kembali memukul-mukul tembok hingga buku-buku jarinya terluka dan mengeluarkan darah.


Pria itu sungguh menyesali segala perbuatan yang ia lakukan, andai saja bia berpikir lebih jernih dan tidak mudah terpengaruh oleh rasa cemburu, mungkin kejadian seperti itu tidak akan pernah terjadi.


Ia sudah pasrah bila mungkin gadis itu berbalik membenci dirinya.


...****************...


Keesokan harinya tidak ada yang berbeda dengan Indah, gadis itu nampak profesional karena tidak mencampur adukan masalah pribadi dengan pekerjaannya.


Jhon menatap sendu wajah gadis itu, tidak ada senyuman hangat nan manja yang biasa tersaji untuknya. Indah seakan hanya menganggap pria itu sebagai atasannya.


"Tuan, ini konsep acara pergantian tahun yang Anda minta." Ucap Indah menyerahkan berkas ke atas meja kerja Jhon.


"Indah!" Ucap Jhon menahan lengan gadis itu.


"Iya, ada yang bisa saya bantu lagi?"


"Indah, aku mohon maaf..."


"Jika tidak ada, saya pamit undur diri dulu." Ucap Indah dingin.


"Indah aku mohon dengarkan penjelasanku."


"Mohon maaf tuan, mohon anda dapat membedakan antara urusan pribadi dan pekerjaan "


Indah menepis tangan Jhon dan berlalu begitu saja.


Pria itu termenung, melihat Indah yang berlalu meninggalkannya begitu saja.


Jhon mengusap kasar wajahnya, ia tidak dapat bekerja dengan baik. Hati dan pikirannya telah di penuhi oleh rasa bersalah terhadap gadis itu.


Sementara Indah terdiam menatap pemandangan dari sebuah balkon di bangunan hotel berebut.


Udara dingin dan bersalju tidak menghalangi gadis itu yang nampak berwajah sendu bagai raga tanpa nyawa.


Pikirannya melayang entah kemana, hatinya begitu sakit mengingat perlakuan Jhon kepadanya namun ia juga tak kuasa mengabaikan pria yang benar-benar telah memiliki tempat spesial di hatinya.


"Mungkin lebih baik seperti ini dulu." Gumam Indah dalam hatinya.


Ia berharap dengan menjauh dari Jhon, dapat membuat pria itu berpikir sebelum bertindak dan lebih menghargai perasaan seseorang kepadanya.


Gadis itu berkali-kali menghela nafas panjang, mencoba melepaskan segala beban yang ada di hati dan pikirannya


"Mau coklat panas?"


Seorang pria menghampiri Indah dan membawakan segelas coklat panas kepada gadis itu, Indah menoleh dan mendapati Tuan Wang yang kini tersenyum kepadanya.


...****************...


Afgan - Yang ku tahu cinta itu Indah


Tak pernah aku membayangkannya


Bila insan sedang patah hati


Kali ini ku rasakan sesungguhnya


Siang hari ku bagaikan malam


Pelangi pun berwana kan gelap


Ini kah yang di namakan patah hati


Tak ingin ku jalani


Cinta yang begini


Yang ku tahu cinta itu Indah


Tak ingin ku rasakan


Jiwa yang tak tenang


Ku mau kau tetap disisiku