
Hai teman-teman Jangan lupa Like dan komen ya...
biar aku lebih semangat nulisnya
dan mampir yuk ke Audio book "Oh my Mister" dan ke Karyaku yang lainnya "My Indigo Husband" untuk mendapatkan sensasi Romance yang di balut sedikit bumbu mistis.
Dan untuk teman-teman Author, mohon maaf aku telat banget mampirnya, karena aku lagi keteteran garap Audio bookku sama nulis karyaku yang lainnya supaya bisa ngejar syarat lomba😄
Maaf ya,
Terima kasih😊, salam sayang dari Mr.Potato!
...🌿🌿🌿...
Mikha, Dilla, Indah, dan Jerry baru sampai di bandara. Ketiga sekawan itu saling berpelukan erat sebelum mereka berpisah, Mikha tampak menangis melepaskan kepergian sahabatnya terlebih karena masalah yang terjadi pada Indah.
"Kalian baik-baik disini ya, terutama lu Mikha. Maafin gue ya kalau gue banyak salah." Ucap Indah memeluk erat Mikha.
"Jerry gue titip Dilla, bahagiain dia yaa" ucapnya kembali sambil menatap Jerry yang berada di samping Dilla.
Mikha terus menerus menangis, Ia sungguh tidak tega dengan kondisi Indah yang terlihat begitu terpuruk dan putus asa.
Indah mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya lalu memberikan pada Mikha.
"Kha, tadi sore sebenarnya gue ngambil pesanan gue juga untuk Bella. Tolong kasih Bella ya, gue titip dia dan sampaikan salam gue buat Mommy, Daddy , dan Marrie kalau mereka sudah pulang. Maafin gue...dan gue amat mohon dengan sangat sama kalian! Jangan kasih tau Jhon keberadaan gue. Hati gue udah cukup sakit, gue gak bisa terima lagi."
Ucapnya kembali, sambil memberikan sebuah kalung emas putih yang berliontin nama BELLA.
Mereka kembali saling berpelukan hingga akhirnya waktu mereka berpisah, Mikha dan Dilla terus menatap kepergian sahabatnya mereka hingga Indah menghilang dari pandangan.
Indah terus menatap tiket pesawat dengan tujuan Malaysia, ia sengaja membeli tiket ke negara tersebut untuk berjaga-jaga jika Jhon melakukan sesuatu hal.
Wanita itu kemudian mengambil ponselnya lalu tampak menelpon seseorang.
"Pih, Indah mau pulang. Bisa tolong jemput Indah di Malaysia?" Ucapnya pada seseorang lawan bicaranya.
......................
Di sisi lain Tuan Wang terlihat terburu-buru memasuki kediaman keluarga Larry, pria itu tampak begitu gusar dengan sebuah flashdisk yang berada di genggamannya.
"Nyonya Indah, Nyonya Indah!" Pekik pria itu yang berhasil membuat kegaduhan.
Jhon keluar dengan menyilangkan tangannya di depan dada, "Buat apa kau mencarinya disini, percuma! dia sudah pergi dari rumah ini!"
Tuan Wang tampak membulatkan matanya, tangan pria itu begitu mengepal erat menahan amarah.
"Kau mengusirnya?"
"Tidak ada tempat untuk peselingkuh disini!" Ucap Jhon enteng.
Brugh!!!
Satu bogem mentah mendarat di pipi pria blonde itu, hingga beberapa pelayan segera menahan Tuan Wang agar tak kembali melukai majikanny.
"Kalau tau begini, saya tak akan menyerah atas cintaku padanya! saya pikir kau akan membahagiakannya , tetapi saya salah!" Ucap Tuan Wang penuh amarah, pria itu melemparkan sebuah flashdisk pada Jhon dan segera pergi meninggalkan kediaman besar itu.
"Akhhhhh kau kemana Indah!? andai aku bisa lebih keras memperjuangkanmu!" Pekik pria oriental itu, sambil terus-menerus memukul kemudinya.
......................
I'm missing you, Girl
Aku merindukanmu, kasih
Even though you're right here by my side
Meski kau ada di sini di sisiku
'Cause lately it seems
Karena akhir-akhir rasanya
The distance between us is growing too wide
Jarak di antara kita kian lebar
I'm so afraid that you're sayin' it's over
Aku sungguh takut kau kan bilang semua ini berakhir sudah
It's the last thing that I wanna hear
Itu hal yang paling tak ingin kudengar
But if your heart's not in it for real
Tapi jika hatimu tidak benar-benar ingin
Please don't try to fake what you don't feel
Janganlah kau coba tuk berpura-pura
Jika cinta sudah hilang
It's not fair to lead me on
Tidaklah adil tuk terus menghiburku
'Cause I would give the whole world for you
Karena kan kuberi seisi dunia untukmu
Anything you ask of me, I'd do
Segala yang kau pinta dariku, kan kuberi
But I won't ask you to stay, I'd rather walk away
Tapi takkan aku memintamu tinggal, lebih baik aku pergi
If your heart's not in it
Jika hatimu tak ingin.
(If Your Heart's Not In It-Westlife)
Alunan musik nan syahdu, menggema di telinga Indah yang nampak terduduk dalam sebuah kursi pesawat dengan earphone yang terpasang di telinganya.
Ia menatap nanar jendela pesawat yang baru saja lepas landas meninggalkan Negara yang menjadi saksi bisu perjalanan cinta dan rumah tangganya.
Air mata begitu saja lolos dari kedua pelupuk matanya, wanita itu benar-benar tidak mengira perjalanan cintanya harus kandas dengan begitu memilukan
Hatinya bagai tertusuk ribuan jarum, begitu perih.
Karena sesungguhnya ia masih amat mencintai Jhon namun rasa kecewa dan sakit hatinya begitu besar hingga memaksanya membenci pria yang bertahta khusus di hatinya.
"Kenapa kamu tega padaku." Ucapnya lirih.
Pikirannya terus mengulang terus-menerus memori-memori Indah sejak bertemu dengan Jhon.
......................
Sebuah mobil mewah berwarna silver memasuki area kediaman keluarga Larry, nampak David turun dari mobil tersebut dan segera masuk dengan tergesa-gesa.
"Jhon!" Ucapnya kala mendapati Jhon tengah di obati oleh Maxim akibat terkena pukulan Tuan Muda Chandra Wang.
"Ini data yang kau minta! aku harap kau tak menyesali perbuatannya perbuatan bodohmu!" Sindir David, yang sudah lelah dengan tingkah Jhon yang selalu bodoh jika menyangkut soal wanita.
Jhon melihat dengan seksama, hasil cctv dari tempat-tempat yang Indah kunjungi pada hari itu. Hingga perhatiannya terfokus pada saat Indah berjalan di area parkir menuju mobilnya, nampak seseorang dengan Hoodie hitam tiba-tiba membekapnya hingga ia tak sadarkan diri.
Kedua telapak tangan pria itu mengepal erat, kini perhatiannya teralihkan oleh sebuah flashdisk yang di berikan oleh Tuan Chandra Wang.
Deg!!!
Tubuh pria itu melemas, setelah paham akan kejadian yang sebenarnya terjadi antara Tuan Wang dan istrinya.
Jhon segera mengambil kunci mobilnya di ikuti oleh David dan Maxim.
Sesampainya di unit Apartemen milik Maxim, pria itu segera membuka pintu dan berteriak memanggil nama Indah.
Namun sayang, yang terlihat hanya Mikha yang tengah menangis di pelukan Dilla dan Jerry yang nampak duduk terdiam.
"Indah dimana? Mikha, Indah ada dimana?" tanya Jhon dengan mata yang menelisik setiap sudut ruangan, berharap menemukan sosok wanita yang ia cari.
Mikha melepaskan diri dari pelukan Dilla, ia berjalan menuju arah Jhon dengan tatapan begitu tajam.
PLAK!
Max segera menahan istrinya yang baru aja memberikan sebuah tamparan pada wajah kakaknya.
"Untuk apa kau mencari Indah lagi kak? apa kau belum puas menyakiti hatinya?" Pekik Mikha, menatap Jhon dengan penuh amarah.
"Aku..."
"Stop Mikha, kak Jhon itu kakakmu. Jangan kurang ajar seperti itu!" Ucap Max yang memotong ucapan Jhon.
Kini tatapan Mikha beralih ke sang suami, badannya begitu gemetar menahan emosi yang berkecamuk di hatinya.
"Dia memang kakakku, tapi Indah juga sahabatku! dan karena DIA, Indah nyaris melakukan Suicide!" Pekik Mikha dengan wajah merah padam.
Deg!
Hati Jhon bagaikan tercubit, ia merutuki kebodohan dan sikap arogannya pada Indah.
"S-Su-Suicide? lalu bagaimana kondisinya sekarang? dimana Indah, aku ingin bertemu dengannya."
Mikha kembali menatap Jhon dan menyinggungkan senyum seringainya di bibirnya.
"Heh, terlambat! ia sudah pergi dan ia mengatakan kalau aku tidak boleh mengatakan keberadaannya bahkan jika kau menangis darah sekalipun!"
......................