
...Hai teman-teman jangan lupa Like, komen dan Rate ⭐⭐⭐⭐⭐...
...klo ada rezeki boleh dong berbagi vote sama Author yang miss queen ini hehehe...
...Ingat Promo boleh spam jangan😉...
...Terima kasih...
...🌸🌸🌸...
Ryan termenung duduk memandangi langit biru yang kian terik beralaskan pasir, tampaknya ia menyesali segala perbuatannya dan perkataanya.
Pikirannya menerawang mengingat masa-masa sulitnya dimana Max dan Jerry selalu setia di sampingnya dan mendukungnya.
"Kak..."
Ryan terkejut, melihat Rika tepat berada di sampingnya. Gadis kecil itu duduk di sampingnya, wajah ceria khas gadis itu tampak memudar, Ryan mengernyitkan keningnya mencoba menerka-nerka.
"Maaf aku telah lancang, aku tidak sengaja mendengar pertengkaran Kau dengan kak Jerry."
Ryan membulatkan matanya, dia semakin menyesali perbuatannya. Hanya karena cemburu, ia terancam merusak rumah tangga sahabatnya.
"Emmm...Rika aku bisa jelaskan!"
"Sudahlah kak, aku sudah tau semuanya kok! apa kau menyembunyikannya dari mba Mikha?"
Ryan hanya mengangguk, pria itu berpikir cara untuk membujuk Rika agar tidak buka mulut kepada kakaknya.
"sudahlah ka, kau gak perlu capek-capek mikiri cara bujuk aku! percuma!"
"T-tapi Rika aku mohon!" Ucao Ryan menarik tangan Rika.
"Huffff... aku juga tidak akan bilang kepada mba, kau pikir aku gak takut mba depresi lagi? aku sudah mikirin semuanya, lagi pula aku merasakan mas Maxim benar-benar tulus kepada mba."
"Satu lagi, lupakan lah perasaanmu! ini sama sekali tidak baik!" Sambung Rika.
...****************...
John dan Indah berjalan menyusuri tepian pantai, menikmati butiran-butiran pasir lembut yang menjadi pijakan mereka.
Jhon menggapai Indah, memposisikannya agar tak jauh dari pandangan matanya.
"Jangan jauh-jauh dariku!" Titah Jhon merangkul kekasih barunya itu.
"Mengapa? aku hanya selangkah di depanmu?"
"Karena aku tidak mau ada celah bagi pria-pria itu masuk di antara kita"
Ucap Jhon yang membuat Indah tertawa merasa geli, dan mencubit hidung mancung kekasihnya.
"Tolong jangan ada Wang-Wang lain di antara Kita!".
Dilla dan Marrie yang melihat romansa pasangan beda usia itu hanya begidik geli dan tertawa sepuas-puasnya, hingga Dilla melihat Jerry berjalan dengan wajah yang lebam. Gadis itu segera menghampiri Jerry.
"kau kenapa?" Ucap Dilla menyentuh pipi Jerry yang luka, dan membuat pria itu meringis kesakitan.
"Maaf, yuk aku obatin!"
Dilla menarik tangan Jerry menuju kamarnya, ia segera mengambil kotak obat dan mengobati pria itu .
"Kenapa kau bisa seperti ini?" tanya Dilla.
Jerry menceritakan semuanya kepada Dilla, nampak gadis itu tidak habis pikir bahwa Ryan mempunyai perasaan yang seperti itu dengan sahabatnya.
...****************...
"Hahh ... akhirnya aku kembali!"
Sebelum ia memasuki pintu unit yang ia sewa, pria itu memandang unit milik tetangganya yang memang terletak agak jauh dari miliknya.
"Hai tetangga, tak sabar aku untuk berjumpa dengan kalian." Ucap pria itu dengan seringai yang menyungging di bibirnya.
...****************...
10 hari berlalu, semenjak pulang dari Hawaii tidak ada kejadian yang berarti, kedua orang tua Mikha dan Rika pun sudah kembali ke Indonesia karena masa liburan sekolah Rika telah habis.
Untuk masalah Ryan, Jerry dan Dilla nampaknya merahasiakan semua dari Max karena ia tidak mau persahabatan mereka hancur terlebih Ryan sudah menyesali dan meminta maaf kepada Jerry. Ryan memang masih mencintai Mikha namun ia lebih memilih memendamnya kembali.
Jhon dan Indah pun nampak semakin lengket walau jika dalam pekerjaan mereka memang sangat profesional, begitu pula dengan Max dan Mikha walaupun pria itu belum bisa menyentuh Istrinya tanpa bantuan obat namun perlahan ia mulai terbiasa "berhubungan" dengan sang istri, Tekadnya menjadi semakin kuat dan ia merasakan sedikit demi sedikit perubahan di dalam jiwanya. Mikha pun secara runtin melakukan Terapi untuk memulihkan kondisi fisiknya, walaupun ia belum bisa berjalan normal namun setidaknya ia sudah mampu untuk sekedar makan dan minum secara mandiri.
Hari itu adalah hari kepergian Max untuk tour keliling Asia selama 6 Minggu, Pria itu memeluk istrinya walaupun berat namun semua adalah risiko dari pekerjaannya.
"Baik-baik disini, jangan lupa jaga selalu kesehatanmu." Ucap Max mencium kening istrinya.
"Beri aku kabar! jangan macam-macam di sana!"
"Iya Nyonya bawel! Love you." Ucap Max mencubit hidung Istrinya, Max kemudian berpamitan dengan keluarganya.
Pria itu tersenyum dan melangkahkan kakinya menuju mobil yang telah menjemputnya.
Max membuka kaca jendela mobil di sampingnya, ia menatap dan tersenyum kepada sang istri yang seakan semakin menjauh hingga hilang dari pandangannya.
Entah mengapa perasaannya begitu tidak enak, seakan ada yang mengganjal di hatinya.
Rasa yang sangat familiar untuknya, perasaan yang sama persis seperti saat dulu ia meninggalkan Mikha saat di Indonesia sebelum tragedi pem*rkos*an itu terjadi.
"Semoga tidak ada hal buruk terjadi!" Gumam Max didalam hatinya, ia mencoba membuang pikiran-pikiran buruk di kepalanya.
Mikha termenung melihat kepergian sang suami, hingga lamunannya di pecahkan oleh ibu mertuanya.
"Yang sabar ya sayang, ada Mommy dan Marrie disini. Percaya sama Mommy, Max tidak akan macam-macam karena dia anak yang baik."
Nyonya Anna memeluk menantunya, seakan mengerti kegelisahan yang ada di hati Mikha terlebih saat ia mengingat perkataan Clara.
"Ikut kita aja, yuk!"Ucap Indah yang tampak sudah siap untuk pergi ke taman hiburan bersama Jhon dan Bella.
"Enggak ah, gue ngantuk. Lagian nanti siang gue harus terapi." Ucap Mikha yang tampak lemas.
Belakangan ini Mikha tampak sering mengantuk dan lelah, entah pengaruh obat atau yang lain namun ia tidak mempermasalahkannya.
"Bisa-bisanya hari Minggu terapi, dokter rajin amat!"
"Apa sih yang gak bisa selama ada ka Jhon, betul kan kak?" Ucap Mikha menoleh ke arah Jhon yang tersenyum lebar.
"Ih dasar, lagian gue perhatiin lu tidur mulu udah kaya beruang hibernasi! Untung punya mertua Nyonya Anna coba kalau mertua lu macan ibu-ibu di sinetron ikan terbang, udah habis lu!"
"Ishhh berisik, makanya cepet punya mertua Nyonya Anna juga! betul kan kak Jhon!" Goda Mikha melirik kakak Iparnya, membuat wajah Indah memerah karena malu.
"Kode keras tuh kak Jhon!" Timpal Dilla menggoda pasangan baru tersebut.
...****************...
Indah, Jhon dan Bella menikmati kebersamaan akhir pekan mereka di sebuah taman hiburan. Mereka berdua tampak bagaikan sebuah keluarga kecil yang bahagia.
Jhon berkali-kali melirik kekasihnya yang tampak akrab dan begitu menyayangi buah hatinya, begitu pula dengan Putri kecilnya yang tampak nyaman dengan Indah dan kini semakin fasih menyebutnya dengan sebutan "Mommy".
"hai, Tuan Larry lama tidak berjumpa!"
seorang pria tampak menyapa Jhon dengan ramah, namun tidak dengan Jhon. Ia sangat tidak suka dengan kehadiran pria itu yang bagaikan hantu, muncul di manapun sesuka hatinya.
"Wah ada nona Indah juga, kenapa kau tidak pernah mengangkat telepon dariku?" Ucap pria itu, yang seketika membuat suasana hati seorang Jhon menjadi buruk.