Oh My Mister

Oh My Mister
Penyesalan Jhon



Hari itu, Jhon langsung melakukan penerbangan menuju Indonesia. Hanya dengan bermodalkan alamat rumah Indah di Jakarta yang ia dapatkan dari orang suruhannya.


Bahkan, ia sudah mengerahkan seluruh anak buahnya yang berada di Jakarta untuk mengawasi di bandara Soekarno Hatta namun hasilnya nihil bahkan nama Indah pun tidak ada di jadwal penerbangan pada hari itu.


Setelah perjalanan panjang, Akhirnya sampailah ia di negara tempat Indah berasal. Tanpa beristirahat, ia segera menuju alamat rumah Indah.


1 jam perjalanan dari bandara, kini Sampailah ia pada sebuah rumah yang berada di kawasan padat penduduk di pinggiran ibu kota Jakarta.


Tok...Tok... Tok...


Tok... Tok... Tok...


Berkali-kali pintu di ketuk namun tidak ada jawaban sama sekali, nampaknya rumah tersebut kosong dan tidak berpenghuni.


"Maaf, Cari siapa ya Mister?" Tanya seorang pria paruh baya yang merupakan ketua RT di kampung tersebut.


"Saya mencari Indah, tapi kenapa rumahnya tampak kosong?" Tanya Jhon kembali.


"Maaf, Mister ini siapanya Indah ya?"


"Saya suaminya!" Jawab Jhon yang membuat Pria paruh baya itu mengerutkan keningnya.


"Suaminya? hmmm... setau saya keluarga bu Vera pindah setelah bu Vera dan suaminya rujuk kembali."


"Pindah? kemana?" tanya Jhon kembali.


" Kalau itu, maaf saya juga tidak tau."


Jawaban dari pria paruh baya itu berhasil membuat Jhon tersungkur, kedua netra birunya memanas dan mengeluarkan cairan bening.


Ia nampak tidak peduli, kala saat itu ia sudah seperti tontonan banyak mata.


Hatinya sungguh sesak dan terasa sakit, pria itu menyesali segala perbuatannya pada Indah.


"Kau dimana? Aku mohon kembalilah, aku sungguh-sungguh sangat menyesal. Aku mencintaimu, sangat mencintaimu." Gumam Jhon lirih.


......................


Seminggu berlalu, Jhon terlihat frustasi. Ia yang baru saja mencari Indah ke Indonesia namun harus pulang dengan kekecewaan dan tangan kosong.


"Mikha A-Aku mohon padamu, aku ingin sekali bertemu Indah." Ucapnya lirih, bersimpuh kepada sang adik ipar.


Namun, kekecewaan Mikha terhadap Jhon rasanya cukup besar. Ia sama sekali terlihat tidak peduli bahkan goyah dengan permohonan Kakak iparnya.


Nyonya Anna, Tuan Andrew, dan Marrie yang baru aja pulang dari perjalanan bisnis mereka nampak shock, dengan tragedi yang menimpa rumah tangga Jhon.


Namun mereka tidak bisa berbuat banyak karena semua memanglah kesalahan Jhon, hanya kekecewaanlah yang mereka rasakan pada pria 36 tahun itu.


"Aku kekecewa padamu kak, aku lah yang menyeret kak Indah untuk datang kesini tapi kamu malah memperlakukannya dengan buruk. Aku malu kak!" Pekik Marrie menatap tajam wajah kakak pertamanya, gadis itu langsung membuang muka dan meninggalkan Jhon yang masih bersimpuh di hadapan Mikha.


......................


Sementara itu, Indah tampak termenung menatap kosong pemandangan yang tersaji di balkon rumahnya.


Dia memutuskan untuk kembali ke Banjarmasin, tempat dimana ia tumbuh kembang.


"Sayang."


Seorang wanita paruh baya yang tidak lain adalah Bu Vera, menyentuh lembut pundak putrinya.


Semenjak kepulangan Indah yang mendadak, ia merasakan ada sesuatu hal yang terjadi pada putrinya. Namun ia tidak mau memaksakan untuk bertanya jika Putri semata wayangnya itu tidak menghendaki untuk bercerita terlebih dahulu.


"Nak! mamih perhatikan semenjak kamu pulang, kamu bengong terus. Kamu gak betah di rumah?"


Ucapnya sambil membelai lembut rambut putrinya.


"Enggak mih, Indah cuma sedikit patah hati aja hehehe" ucapnya tertawa renyah, guna menutupi masalah dari sang ibu.


"Ya sudah, kalau jodoh gak kemana kok. Lagi pula Putri mamih ini cantik pasti banyak yang ngantri. Yuk, kita makan malam dulu Nak! Jangan lama-lama di luar nanti bisa masuk angin." Ucap Bu Vera lalu masuk menuju ruang makan.


Indah hanya tersenyum getir mendengar ucapan sang ibu yang bahkan belum mengetahui status putrinya yang sudah pernah menikah.


"Pih..." tanya Indah mencoba membuka percakapan.


"Iya, Nak." jawab Tuan Arjun.


"Indah mau kerja di perusahaan Papi, boleh? yang di luar kota juga gak apa-apa." Ucap Indah, ia begitu ingin menyibukkan diri untuk melupakan Jhon yang selalu mengusik pikirannya.


"Apa kau tidak ingin melanjutkan sekolah saja?" Tanya Tuan Arjun kembali.


"Ya Indah inginnya sekolah sambil kerja Pih, Oh ya Pih gimana kalau Indah mengurus perusahaan yang di Tabalong? bukankah kalau Indah di sana, jadi papih gak usah capek-capek bulak balik kesana kan?" Ucap Indah.


Mendengar ucapan putrinya, tuan Arjun tampak memicingkan matanya, bagaimana tidak! Perusahaan yang berada di kabupaten Tabalong adalah perusahaan yang berkaitan langsung dengan aktivitas pertambangan, pasti akan membutuhkan waktu dan tenaga ekstra untuk mengurusnya


"Kamu yakin Nak?" Tanya Tuan Arjun.


"He'um aku yakin!" jawab Indah mantap.


"Baiklah, nanti papi utus Novi Artikasari untuk menjadi asistenmu, dia sangat cerdas, cekatan dan begitu loyal. Semoga dia bisa membantu meringankan pekerjaanmu." Ucap Tuan Arjun.


Keesokan harinya Indah sudah bersiap untuk pergi menuju Tabalong, hingga tak lama muncul seorang wanita cantik yang begitu terlihat anggun dengan hijab yang ia kenakan. Wanita itu tersenyum ramah menghampiri Indah yang tengah berdiri di depan pintu bersama kedua orang tuanya.



#Novi Artikasari


"Selamat pagi Nona Indah, pekenalkan saya Novi Artikasari yang akan menjadi asisten anda." Ucap Wanita itu, dan menunduk hormat pada Indah.


"Sudah, jangan terlalu formal. Saya Indah, mulai sekarang mohon bantuan dan kerjasamanya." Ucap Indah tersenyum dan menjabat tangan wanita yang kini menjadi asistennya.


......................


45 menit waktu di tempuh dari Banjarmasin menuju Tabalong lewat jalur udara menggunakan pesawat Cessna milik sang ayah.


"Hah, Hari baru di mulai! Selamat tinggal Jhon Marcello Larry, Aku yang sekarang bukan Indah Apriliani, namun aku adalah Indah Apriliani Widandi Kusumo." Ucap Indah dalam hati.



Wanita itu melangkah penuh percaya diri, Ia ingin merubah dirinya menjadi sosok yang lebih kuat dan tidak mudah di tindas oleh seorang pria.


Setelah sampai di rumah yang telah di sediakan oleh sang ayah, Indah di sambut oleh seorang penjaga keamanan, tukang kebun dan seorang asisten rumah tangga.


"Selamat datang Nona." Sapa seorang wanita paruh baya, yang merupakan seorang asisten rumah tangga.


"Perkenalkan I Bi Konah ART disini, Ini Akang Senja Security ter-handsome sekompleks dan ini Abang Kenam yang ngurus garden." Ucap wanita paruh baya itu dengan logat bicaranya yang lumayan centil dan campur-campur, begitu tak singkron dengan usianya.



#Bi Konah


"Saya Indah, dan ini Asisten saya bernama Novi. Mohon bantuannya ya." Ucap Indah dengan ramah.


......................


Di sisi lain Mikha tengah termenung, sudah 1 Minggu lebih namun Indah tidak dapat dihubungi. Rasa khawatir begitu kuat menyelimuti hatinya, terlebih ketika Jhon mengatakan keluarga Indah telah pindah dari Jakarta.


"Sayang, sudah dong sedihnya. Kasian loh si baby, Mereka bisa ikutan sedih kalau kamu sedih." Ucap Maxim tiba-tiba lalu memeluk istrinya dari belakang.


"Gimana aku gak sedih, aku sendiri bahkan gak tau Indah ada dimana." Lirih Mikha tampak menunduk.


Max semakin erat memeluk Istrinya dan sesekali mengecup rambut sang istri.


"Sabar, ka Jhon juga masih terus berusaha mencari keberadaan Indah, Kamu gak perlu khawatir." Ucap Maxim.


Mikha hanya tersenyum getir menanggapi ucapan sang suami.


"Ya, semoga." Ucap Mikha lirih.


......................