Oh My Mister

Oh My Mister
Lamaran Indah



Setelah berdiskusi dengan Mikha kini mereka bersiap untuk berangkat ke Indonesia. Walaupun menempuh perjalanan panjang dan memakan tenaga namun nampaknya tidak mengurangi semangat Jhon saat itu.


Hingga akhirnya keesokan harinya mereka tiba di tanah Borneo, tempat keluarga Indah berasal.


Indah terlebih dahulu pulang kerumahnya, untuk mempersiapkan segala sesuatunya karena esok malam Jhon, putrinya serta kedua orang tuanya akan datang untuk melamarnya.


Hari yang di nanti pun telah tiba. Sejak siang, rumah milik keluarga Indah di Banjarmasin nampak ramai dan sibuk. Sedangkan Pak Arjun tak henti-hentinya mengembangkan senyuman karena akan mendapatkan menantu idamannya.


Sedangkan Indah hanya terdiam di balkon kamarnya, ia sangat takut jika ayahnya akan murka dan berbalik melarang hubungannya dengan Jhon, jika mengetahui kenyataan yang sebenarnya.


"Anak mamih yang cantik kok bengong aja," Tiba-tiba Bu Vera menghampiri dan menepuk pundak Indah. Indah menolehdan mengulas sebuah senyuman tipis, "Gak apa-apa Mih, Indah cuma gugup," kilahnya agar sang ibu tidak curiga dengannya.


Bu Vera membelai lembut rambut putrinya, memberikan wejangan positif dan mengajarinya menjadi seorang istri yang baik.


......................


Malam yang di nanti pun telah tiba, dua buah mobil M*rcedes Benz berwarna hitam tampak memasuki rumah keluarga Indah.


Mereka tampak di sambut oleh beberapa pelayan dan penjaga keamanan, hingga akhirnya Pak Arjun muncul menghampiri keluarga Jhon yang baru tiba.


"Welcome to our home. Just be honor, because I can meet you directly, Mr. Andrew Larry," tuturnya dengan senyuman yang begitu mengembang.


*Selamat datang di rumah kami. Suatu kehormatan bagi saya, karena bertemu Anda secara langsung, Mr. Andrew Larry.


Setelah berjabat tangan, Pak Arjun segera mempersilahkan seluruh tamunya untuk memasuki ruang tamu rumahnya.


"Perkenalkan ini istri saya, Vera," ucapnya kembali, memperkenalkan sang istri kepada keluarga Larry.


Mereka kini duduk dengan beberapa kue-kue yang terhidang rapih di atas meja tamu.


Tuan Andrew nampak memberi sebuah kode pada anak buahnya, dan tak lama mereka mulai masuk dengan membawa beberapa bingkisan yang di bungkus dengan Indah bak bingkisan seserahan.


"Ada sedikit buah tangan dari kami. Mohon di terima Tuan," ucap Tuan Andrew sebelum mengutarakan tujuan utama mereka.


Mata Jhon nampak menelisik, mencari sosok wanitanya yang tak kunjung muncul Batang hidungnya.


"Mommy!" Bella memekik dan menunjuk ke arah Indah yang baru datang, hingga membuat semua orang terdiam, sedangkan Jhon menepuk keningnya pelan.


......................



Acara dilanjutkan, mata Jhon terpaku pada sosok wanita di hadapannya. Indah nampak cantik dengan kebaya yang membalut tubuhnya.


"Tuan, maksud keluarga kami datang kesini untuk melamar putri Anda menjadi pendamping putra pertama kami, Jhon," tutur Tuan Andrew memulai.


Sebuah senyuman terukir diwajah kedua orang tua Indah namun tidak dengan Jhon dan Indah. Seketika mereka saling memandang karena gugup, gugup untuk mengatakan sebuah kejujuran pahit yang telah mereka simpan dalam-dalam. Namun, semua harus mereka katakan karena mereka tidak ingin semua menjadi bom waktu yang akan merusak kembali rumah tangga mereka.


"Saya tahu bahwa anak saya banyak kekurangan, umurnya bahkan sudah menginjak 40 tahun dan memiliki seorang putri. Namun ia sangat mencintai putri Anda bahkan bertahun-tahun lamanya, saya mohon sekiranya anda sudi memberikan kesempatan kedua kepada Jhon untuk memulai kembali bersama Indah," ucap Tuan Andrew kembali dan kini membuat kedua orang tua Indah tampak bingung dengan ucapan Tuan Andrew.


Jhon menutup matanya perlahan dan menghela napas guna mengurangi kegugupannya. Perlahan ia mulai membuka suara untuk mengatakan kejujurannya.


"Sebelumnya saya sangat mohon maaf kepada Tuan Arjun dan Nyonya Vera. Saya memang pria pecundang yang dulu pernah membuat kesalahan fatal pada Indah," ucap Jhon dengan nada suara melemah.


*Apa yang Anda katakan, Mr.Jhon?


Dengan perasaan yang bercampur aduk akhirnya Jhon mengatakan semuanya. Di mulai ia menghamili Indah di luar nikah, pernikahan siri mereka hingga keretakan rumah tangganya sebelum mereka melakukan pernikahan ulang dan menemui orang tua Indah.


PLAK


Sebuah tamparan mendarat sempurna pada pipi Jhon, Pak Arjun nampak naik pitam hingga tidak peduli lagi atas kedudukan Jhon yang berkuasa di dunia bisnis.


"Kurang ajar! Ternyata selama ini saya salah menilai Anda, Jhon! Kau telah merusak putriku dan membuangnya seperti sampah!" pekiknya gusar, kini suasana lamaran yang tenang menjadi sebuah huru hara.


Nyonya Anna nampak membawa keluar Bella yang mulai menangis dan menyerahkannya pada pengasuhnya, sedangkan Indah mencoba menahan emosi ayahnya.


"Papi sudah pi, Ini semua gak sepenuhnya kesalahan Jhon. Indah juga bersalah, Indah yang memaksanya untuk melakukan pernikahan diam-diam karena Indah takut papih dan mamih marah," Indah memekik, mencoba melerai ayahya yang masih di kuasai emosi dan berusaha kembali memukul Jhon.


Kini pandangan Pak Arjun beralih pada putri semata wayangnya, "Masuk! Kau akan papih nikahkan dengan orang lain!" pekiknya hingga membuat Indah dan Jhon bersimpuh di kakinya


"Tidak pih, Indah hanya mencintai Jhon. Indah mohon restui kami," ucapnya histeris, wajahnya kini nampak basah dengan air mata begitu pula dengan Jhon yang mulai menitikan air mata dan membuang segala gengsinya, kini ia berlutut menyentuh kaki Pak Arjun.


"Tuan saya mohon maafkan saya, saya benar-benar mencintai Indah. Saya akan melakukan apapun demi Indah, saya mohon jangan pisahkan kami," Jhon terus memohon dengan suara parau. Walaupun ia harus mencium kaki kedua orang tua Indah, semuanya akan ia lakukan. Jhon tidak ingin lagi kehilangan sosok wanita yang telah bertahta khusus di hatinya.


"Aryo, Denis! Cepat bawa paksa dan kurung putri saya di kamarnya, jangan sampai ia kabur!" titah Tuan Arjun, memanggil dua orang bodyguard yang kini nampak memaksa membawa Indah yang terus memberontak.


"Mih, tolong Indah Mih. Indah hanya cinta dengan Jhon Mih, kalau Indah tidak menikah dengan Jhon maka Indah gak akan pernah menikah seumur hidup. Indah lebih baik mati daripada Indah menikah dengan orang lain!" teriak Indah sekencang mungkin, wanita itu nampak histeris dengan air mata yang telah membasahi seluruh wajahnya. Sedangkan Bu Vera tidak dapat berbuat apa-apa, satu sisi dirinya kecewa namun di satu sisi ia begitu melihat ketulusan dari seorang Jhon.


Sedangkan Pak Arjun masih di kuasai emosinya. Kekecewaan dan amarah begitu mendominasi hingga tidak peduli lagi dengan kondisi sepasang anak manusia yang tengah berjuang memohon sebuah restu darinya.


"Diam kau, Indah! Jangan kurang ajar!" pekiknya, kala mendengar rancauan putrinya.


"Papih egois! Indah tau kami telah berbuat kesalahan fatal, tapi apa papih gak berpikir dan berkaca, kalau semua itu mungkin karma atas perbuatan papih pada mamih! Pih, semua orang berhak atas kesempatan kedua, termasuk papih yang sudah di berikan kesempatan kedua dengan mamih!" Indah terus berteriak.


Deg!


Hati Tuan Arjun bagaikan tertusuk mendengar ucapan putrinya, sejenak ia terpaku mengingat kesalahan dan kecerobohannya pada istri dan anaknya, hingga akhirnya membuat Indah harus banting tulang untuk menghidupi ibunya di Jakarta.


Jhon bersujud seraya memeluk kaki Tuan Arjun. Pria blonde itu benar-benar sudah tidak memikirkan harga dirinya lagi, walaupun pak Arjun berusaha menendangnya agar Jhon melepaskan pelukan di kakinya.


"Mommy, Don't leave me anymore!" Pekik Bella yang tiba-tiba datang kembali dan berlari memeluk Indah. Gadis kecil itu menangis melihat Indah di bawa seseorang secara paksa.


*Ibu, jangan tinggalkan aku lagi!


Sedangkan Tuan Andrew yang sedari tadi diam kini tak dapat menahannya kembali. Pria tua itu turut bersimpuh memohon maaf atas kesalahan putranya.


"Tuan, saya sebagai seorang ayah mohon maaf atas kelakuan putra saya. Saya benar-benar gagal mendidik anak saya. Saya mohon, lembutkanlah hati Anda. Apa anda tidak melihat ketulusan mereka? Saya mohon dengan sangat. Jika saya harus bersujud pada Anda maka akan saya lakukan!" tuturnya dengan sendu.


Runtuh sudah harga diri keluarga Larry malam itu, semua karena kesalahan Jhon dan Indah.


Sebuah lamaran yang indah kini berubah dipenuhi tangis, histeris dan pekikan.


......................