Oh My Mister

Oh My Mister
Para wanita yang di Tinggalkan



Mentari kian beranjak dari peraduannya, Indah yang sudah sejak awal terbangun nampak telah bersiap untuk kembali ke kota London.


Gadis itu berniat untuk menemui Jhon terlebih dahulu untuk menuntaskan segala keganjalan di hati mereka, Indah memutuskan untuk memaafkan sikap Jhon kepadanya.


Indah menatap dirinya di depan meja rias, tampak gadis itu mencium dan memeluk bunga yang di berikan Jhon kepadanya.


"Aku sangat mencintaimu!" Gumam Indah tersenyum dan memeluk erat-erat buket bunga mawar tersebut.


Tok...Tok...Tok...


Suara pintu kamar Indah di ketuk, gadis itu segera beranjak untuk membuka pintu. Ia sangat berharap Jhon datang menemuinya.


"Kak J...."


Perkataan Indah terputus kala yang mengetuk pintunya bukanlah orang yang ia harapkan.


"Selamat Pagi nona Indah, Saya Frans utusan Tuan Jhon Marcello Larry." Ucap pria itu dengan hormat.


Indah mengerutkan dahinya, ia tidak mengerti mengapa Jhon mengirim seseorang untuk menemuinya


"Utusan Jhon?" tanya Indah menyelidik.


"Betul nona, saya mau mengajak nona untuk sarapan pagi sebelum kembali ke London."


"Tuan Jhon mana?" tanya Indah kembali.


"Tuan Jhon semalam telah berangkat ke Amerika untuk beberapa hari ke depan, beliau mengutus saya untuk menjaga nona Indah hingga sampai ke kediaman besar Larry."


Hati Indah seakan tercekat, ia mengingat-ingat pekerjaan Jhon namun ia sama sekali tidak menemukan jadwal Untuk ke Negeri Paman Sam tersebut.


"Setau saya tuan Jhon tidak ada pekerjaan ke Amerika?"


"Mohon maaf Nona saya juga tidak tau karena semuanya mendadak, mari nona saya antar ke restoran terlebih dahulu sebelum kita kembali."


"Tidak, saya tidak lapar. Kita langsung kembali saja."


Di sepanjang perjalanan Indah mencoba menghubungi Jhon namun nomer ponselnya tidak dapat di hubungi, ia tidak mengerti dengan sikap Jhon, Indah pun berkali-kali mengecek jadwal pekerjaan Jhon namun tidak ada sama sekali jadwal kunjungan ke Amerika.


"Nona Indah, maaf ini Pin bros milik tuan Jhon bisa tolong di simpan dahulu?"


Ucap Frans, memecah lamunan Indah. Pria itu memberikan Indah sebuah Pin Bros merek Ch*nel yang di bandrol dengan harga selangit.


"Bros? kok bisa?"


"Seorang barista di coffee shop yang memberikan, katanya terjatuh saat semalam Tuan Jhon kesana." Jawab Frans.


"Oh ya Frans, saya tolong minta rekaman cctv di coffee shop, sekitar malam pukul 8! kalau bisa cepat ya!" Titah Indah tanpa rasa sungkan, pikirannya terus menduga-duga suatu hal.


"Baik nona." Ucap Frans.


Tak butuh waktu lama, sebuah file yang berisi video rekaman cctv kini berada di laptop milik Indah.


Indah nampak serius mengamati setiap detail kejadian di coffee shop itu.


Deg!!!


Jantungnya seolah terhenti kala melihat Jhon tampak ingin menghampirinya dengan membawa sebuket mawar merah, namun langkah pria itu berhenti kala Tuan Wang terlebih dahulu menghampirinya dan mengajaknya bersenda gurau.


...****************...


Sedangkan di kediaman Larry tampak Max yang sedang mengemas barang-barangnya, pria itu harus ke Paris selama 3 hari ke depan untuk mengisi acara konser pergantian tahun di sana.


"Sayang jaga diri baik-baik ya, makan yang teratur! aku akan selalu mengabari kamu saat lenggang." Ucap Max mengecup kening istrinya.


"Hati-hati sayang, kabari aku jika sudah sampai."


Mikha memeluk erat suaminya, hatinya sangat berat untuk berjauhan dengan sang suami namun iru adalah salah satu resiko memiliki suami yang berprofesi sebagai musisi yang sedang naik daun.


"I Love you" Ucap Max merangkum wajah Mikha.


"Love you too"


Max mencium bibir istrinya, ciuman hangat yang penuh akan cinta dan kasih sayang.


Ia kemudian mendorong kursi roda sang istri menuju pintu kediaman Larry sedangkan koper miliknya telah di bawa oleh seorang pelayan.


Di sana seluruh keluarga Max dan dan tim kerja Max telah berkumpul.


"Mom aku titip jaga Mikha"


"Bu aku pamit, aku juga titip Mikha."


Ucap Max bergantian saat berpamitan dengan ibu dan ibu mertuanya.


Mikha menatap sendu sang suami, hingga pria itu masuk ke dalam sebuah mobil bersama teman-temannya dan menghilang dari pandangannya.


...****************...