
Hai teman-teman jangan lupa Like, komen dan Rate ⭐⭐⭐⭐⭐
klo ada rezeki boleh dong berbagi vote sama Author yang miss queen ini hehehe
Sebelum lanjut ceritanya kita iseng-iseng halu dulu yuk!😁 (padahal buat nambahin jumlah kata wkwkwk)
Kalau kalian jadi Mikha ( sewaktu belum menikah), kalian mau milih siapa nih (jangan lihat kekurangannya yaa hihihi) dan apa alasannya (udah kaya data sensus aje ya😂)
Oke Mari kita lanjuttt, cusss ah....
...🌾🌾🌾...
Setelah perjalanan yang cukup panjang akhirnya tibalah mereka di Negri Ratu Elizabeth.
Salju semakin lebat memasuki bulan di penghujung tahun.
"Pakai mantelnya dulu sayang." Ucap Max, memakaikan sebuah mantel tebal berwarna coklat khaki kepada sang istri.
"ehem ...yang udah baikan, gak usah ngumbar kemesraan kali, kasihanilah nasib jomblo seperti kami" Ujar Jerry yang merangkul Ryan.
"Jomblo? Kau kemanakan Riana dan Kelly?" sindir Ryan sarkas, dan hanya di balas senyuman lebar oleh Jerry.
Merekapun melanjutkan perjalanan menuju pintu keluar bandara, di sana sudah terdapat banyak awak media yang menunggu. Entah dari mana mereka tahu akan hari kepulangan Max dan istrinya.
Mikha terpaku melihat wartawan yang begitu banyak kini ada di hadapannya, Kilatan-kilatan cahaya lampu kamera cukup mengganggu penglihatannya.
Max menggenggam erat tangan sang Istri yang terlihat gugup, dan mulai berkata kepada seluruh awak media yang berada ditempat itu.
"Aku tau apa yang kalian ingin tanyakan, saya Maxim Andreas mengumumkan bahwa wanita cantik yang berada di sampingku adalah Istriku yang bernama Mikha Arlista. Kita bertemu awal tahun di Indonesia dan ia adalah cinta pertamaku." Ucap Maxim dengan lantang dan mengecup kening serta telapak tangan istrinya.
Semua orang yang berada di sana bersorak, menyaksikan romansa yang sangat manis di depan mata. Mikha hanya tersenyum malu melihat apa yang suami tampannya lakukan di hadapan begitu banyak mata yang memandang.
...****************...
Seorang wanita berdarah campuran Inggris dan Thailand menatap layar kaca di hadapannya penuh kebencian, terlihat beberapa kali ia mengepalkan tangannya dan menggertakkan giginya menahan rasa amarah yang begitu mendominasi.
Wanita itu baru saja menonton siaran langsung kepulangan Maxim dan istrinya.
"Cih ...hanya Wanita seperti itu saja sampai kau mati-matian menolakku! Jika saja wanita j*lang itu tidak muncul, aku yang pasti akan menjadi istrimu !"
Ucapnya dengan tangan yang mengepal erat.
"Hei Maxim Andreas Larry, kau itu hanya ditakdirkan untukku! aku tak kan membiarkan siapapun mengambil milikkku !" .
...****************...
Maxim melanjutkan perjalanan menuju apartemen miliknya.
Ia sudah berpisah dengan David dan Jerry karena arah tempat tinggal yang berlawanan.
Sedangkan kini di sebuah mobil ia berada bersama Mikha dan Ryan.
Maxim sengaja membeli sebuah unit apartemen mewah tepat di sebelah unit milik Ryan, alasannya tidak lain karena apartemen tersebut tidak jauh dari kediaman utama keluarga Larry dan juga ia merasa tenang jika menitipkan Istrinya pada sahabatnya itu jika ia sedang ada pekerjaan lain.
"Sayang ke rumah Mommy besok pagi saja ya, ini sudah malam lebih baik kita pulang ke apartemen dulu." Ucap Maxim yang terus menerus membelai lembut rambut istrinya.
Ryan yang duduk tepat di sebelah supir hanya terdiam dan sesekali mengintip kemesraan pengantin baru itu lewat kaca spion yang berada di tengah mobil.
"Kau lanjutkan nanti saja kalau sudah sampai." Ucap Ryan datar.
"Huh syirik aja, sama saja kau dengan si Jerry!" Jawab Max tak peduli, ia terus menerus saja mengumbar kemesraan dengan istrinya.
Sesampainya di Apartment Ryan langsung membersihkan diri menggunakan air dingin.
Walaupun cuaca sangat dingin dan bersalju, namun entah mengapa tubuh dan kepalanya terasa cukup panas.
Ryan terus menggosok-gosok kasar kepalanya di bawah guyuran shower, ia sangat ingin menghapus perasaannya itu kepada Mikha.
Wanita itu benar-benar mencuri hatinya walaupun mereka baru kenal dan tak sering berkomunikasi.
Banyak gadis-gadis cantik yang mengejarnya namun entah mengapa hatinya lebih memilih berlabuh kepada sosok wanita sederhana dan apa adanya, dengan senyuman yang selalu terlihat tulus.
...****************...
Sedangkan di unit apartemen milik Maxim, 2 insan anak manusia bak sepasang merpati yang selalu terlihat menempel seakan tak bisa di pisahkan.
Maxim terus menerus bersandar manja pada bahu sang istri yang sedang melepas lelah di sebuah sofa.
"Max, berat tau! mandi dulu sana!" Keluh Mikha yang merasa pundaknya mulai kebas.
"Mandin dong!" goda Maxim, yang membuat Mikha begidik geli mendengarnya.
"Ihhh dasar bayi raksasa."
"Aku bukan bayi tapi aku bisa membuat bayi, mau bukti?."
Bisik Max, sambil meniup-niup dan menggigit lembut telinga istrinya.
Mikha yang mendengar ucapan dan perlakuan sensual sang suami seketika membulatkan matanya. Bulu-bulu kuduknya mulai merinding hingga ia Reflek bangun dari duduknya dan membuat Max yang asik bersandar pada bahunya jatuh terjungkal.
"Aduh!!!" Pekik Max
"Hahaha makanya gak usah banyak gaya mas Maxim." Ucap Mikha yang langsung berlari kesembarang arah.
Keesokan paginya Mikha dan Max bersiap untuk pergi ke kediaman utama. Sejak pagi Nyonya Anna sudah menelpon terus-menerus untuk menanyakan waktu kedatangan mereka kesana.
"Sarapan dulu sayang." Ucap Mikha yang sedang membuat roti panggang nutela dan segelas susu.
"Kamu dapat bahan makanan dari mana? aku kan Belum belanja." Ucap Max memeluk tubuh sang istri dari belakang.
"Tadi pagi-pagi Ryan yang mengantarkan semua ini, temanmu itu unik ya pendiam tapi perhatian."
"hmmm dan tampan, bukankah begitu?" Ucap Maxim mengerucutkan bibirnya.
"iya tampan, tapi bagiku lebih tampan suamiku ini. Lihatlah lesung pipi dan mata birunya benar-benar menggemaskan." Jawab Mikha lalu mengecup bibir suaminya.
Setelah sarapan,mereka kini pergi menuju Kediaman orang tua Maxim menggunakan mobil listrik Tesla berwarna merah marun methalic milik Maxim.
Max dan Mikha mulai memasuki gerbang yang cukup besar dengan taman-taman indah yang tertutupi salju, di tengah-tengah terdapat rumah besar bak istana berdiri kokoh dan menawan.
Mikha terperangah, baru kali ini ia melihat rumah sebesar dan seindah itu. Kini pasangan itu turun dari mobil dan di sambut oleh seluruh anggota keluarga dan beberapa pelayan menunduk hormat.
"Sayangku, selamat datang di kediaman Larry. Mulai sekarang kau adalah bagian dari keluarga kami." Ucap Nyonya Anna memeluk hangat menantunya.
Mikha sangat senang diterima baik oleh keluarga Maxim, kemudian mereka melanjutkan perbincangan di ruang keluarga yang sangat besar.
Nyonya Anna dan Marrie terlihat sangat senang kehadiran Mikha.
"Cepatlah beri kami cucu agar rumah ini semakin ramai." Ucap Tuan Andrew kepada anak dan menantunya.
"Tuan, Nyonya maaf ada tamu yang datang." Ucap Molly, seorang kepala pelayan di rumah besar itu.
"Siapa Molly?" tanya Tuan Andrew
"I ...Itu ..."
Belum sempat Molly meneruskan perkataannya, seorang wanita cantik tiba-tiba saja dengan lancangnya langsung masuk tanpa permisi.
"Hai Paman Andrew, bibi Anna ! " Ucap wanita itu menyeringai.
...****************...