
Mikha berjalan di taman belakang kediaman Larry, sesekali ia menghembuskan nafas kasar akibat pikiran-pikiran yang memenuhi kepalanya.
"Mikha..."
langkah Mikha terhenti kala Seseorang memanggil namanya.
"Mikha sayang, kamu kenapa? aku perhatikan dari semalam kamu diam saja. Sini, cerita padaku!"
Max berlari ke arah sang istri dan merangkulnya, kemudian ia menuntun Mikha untuk duduk di kursi taman yang tidak berada jauh.
"Aku tidak apa-apa, Max aku ingin pulang!" Rengek Mikha yang bersandar pada bahu suaminya, Max menyentuh wajah istrinya dan menatap lekat-lekat kedua manik hitam pada netra Mikha.
"Sayang, jujurlah! kamu gak bisa bohong dariku loh!"
Mikha tampak tertunduk sendu, ia segera memeluk erat suaminya dan menenggelamkan wajahnya pada dada bidang milik Maxim.
"Aku gak suka Indah mengungkit kelemahanmu."
Ucap Mikha lirih, ia pun membeberkan duduk perkara dari awal hingga ia menampar Indah. Max tampak tersenyum dan mengelus lembut rambut istrinya.
"Sayang harusnya kau tak perlu terlalu ikut campur, mungkin Indah merasa terpojok oleh ucapanmu."
"Bukan begitu Max, tapi Tante Vera itu udah menitipkan Indah sama aku dan Dilla. kalau ada apa-apa aku juga merasa bersalah sama beliau, terlebih Kak Jhon itu Kakak iparku sendiri. Aku malu gak bisa menjaga amanah." Ucap Mikha dengan suara parau, buliran air mata begitu saja lolos dan berseluncur di Kedua pipinya.
"Dan aku gak suka dia menyebut kau abnormal, dia dan bahkan aku sendri pun gak tau betapa kau menderita untuk berjuang menjadi pria seutuhnya. Aku benci sekali!" Sambung Mikha yang kian merekatkan pelukannya.
Namun Max hanya tersenyum masam terlebih mengingat hari-hari berat yang akhirnya bisa ia lewati, ia mengecup pucuk kepala Mikha dan berkata, "Bukankah memang kenyataan seperti itu, kamu gak usah marah yang penting sekarang aku sudah sembuh."
"Mana mungkin aku tidak marah, bagiku kamu itu kehormatan dan harga diriku bahkan lebih berharga dari itu! kamu itu pintu surgaku sama seperti ibu dan bapak, karena ridhomu adalah ridho Allah. Aku sangat mencintaimu Maxim, gak ada yang boleh merendahkanmu!"
Hati Max begitu menghangat mendengar pengakuan tulus dari bibir Mikha, tangan Max bergerak mengelus lembut perut istrinya yang mulai tampak membuncit.
Puji syukur tak henti-hentinya ia ucapkan atas keberkahan Tuhan yang telah memberikan istri dan anak-anak yang sangat berharga untuknya.
"Mikha, I Love you just the way you are." Bisik Max pada telinga istrinya yang berhasil mengembalikan senyuman di bibir Mikha.
......................
Sebuah rumah besar mewah di negara Tirai Bambu, terlihat keluarga besar Wang tengah berkumpul. Nampaknya mereka akan kedatangan tamu istimewa, terlihat dari begitu banyak orang yang tampak sibuk mengurus dekorasi maupun konsumsi.
Chandra Agustian Wang, atau yang biasa di sebut Tuan Muda Wang tampak terdiam dan termenung memikirkan sesuatu.
Pikiran pria itu melayang-layang, dan tampak tidak memperdulikan orang di sekitarnya
"Chandra..." Sapa Tuan besar Wang memecah pikiran tak berujung putra angkatnya tersebut.
"Ya papa"
"Kau sungguh ingin melanjutkan perjodohan dan pertunangan ini?"
"Iya pa, aku sungguh-sungguh."
"Baiklah" Ucap Tuan besar Wang yang lalu kembali meninggalkan putranya.
Pria muda itu kembali melamun, Sungguh ia terpaksa menerima perjodohan tersebut karena merasa berhutang budi pada ayah dan ibu angkatnya namun perasaannya masih tertuju pada seorang gadis, gadis yang bahkan tanpa ia ketahui kini sudah menjadi istri orang lain.
"Indah, kenapa sulit sekali melupakanmu! hatiku begitu sakit menerima kenyataan ini" Lirihnya menatap nanar langit yang bertabur bintang.
Tamu yang di nanti pun tiba, menandakan pesta pertunangan akan segera di laksanakan. Seorang gadis manis bermata bulat itu tersenyum menatap Tuan Muda Wang yang berad di hadapannya, walau ia mengetahui pria itu terpaksa menerimanya .
"Terima kasih sudah mau menerimaku." ucap gadis itu tersenyum manis pada pria yang kini menjadi tunangannya.
Tuan Muda Wang hanya tersenyum masam lalu berlalu meninggalkan gadis itu.
......................
Kembali ke London tepatnya di sebuah rumah sakit besarbdan berkelas di kota itu, Jhon yang di temani Jerry dan Max mulai memasuki ruang tindakan untuk melakukan khitan sedangkan Indah di temani Dilla dan Marrie menuju bagian Obgyn untuk memeriksakan kandungannya.
Seorang dokter tampak serius menatap monitor dengan tangan yang sibuk memegang alat yang di gerakan di perut Indah.
Sesekali ia mengerutkan dahinya dan berhasil membuat Indah, Dilla dan Marrie bertanya-tanya.
"Nyonya, kandungan anda harusnya telah memasuki Minggu ke 6 namun kantung janinnya belum terlihat." Ucap Dokter tersebut.
"Maksudnya dok?"
"Begini Nyonya, saya menyarankan anda untuk kembali 2 Minggu lagi untuk melakukan USG kembali dan jika belum terlihat juga kami akan melakukan USG transvaginal untuk memastikan diagnosa kami lebih lanjut "
"M-memangnya ada apa dok? apa ada masalah pada kandungan saya?" Tanya Indah yang tampak khawatir dengan kondisi janin yang di kandungnya.
"Ada beberapa kemungkinan, pertama usia kehamilan anda masih terlalu muda, kedua janin tidak berkembang normal dan ketiga Anda mengalami kehamilan ektopik."
"Kehamilan ektopik?apa itu dok?"
"Kehamilan di luar kandungan, tepatnya janin berkembang tidak pada tempat seharusnya dan jika itu terjadi maka harus segera di lakukan tindakan kuretase, Namun Nyonya Jangan khawatir dan tetap meminum vitamin yang saya resepkan, semoga di pertemuan kita selanjutnya janin di kandungnya Nyonya sudah terlihat." Ucap Dokter tersebut tersenyum berusaha menenangkan hati pasiennya yang mulai resah.
Setelah keluar dari ruang pemeriksaan Indah tampak melamun, sesekali Marrie dan Dilla memberikan masukan positif untuknya.
"Ya Allah apa ini ganjaran untukku karena semua kesalahan dan perbuatanku? aku mohon semoga janinku baik-baik saja." gumam Indah dalam hati, ia sangat berharap kehamilannya baik-baik saja walaupun pada awalnya ia sangat tidak menginginkan kehadirannya.
......................
Hai-hai Mister Potato mau spam foto ah
habisnya IG potato di follow para fanpage Mark dan Westlife dari berbagai negara, jadi Potato insecure sendiri posting foto editan Mark, tar di sangka halu banget gitu (walau emang bener sih) hahaha.
Potato seneng banget ngedit-ngedit walaupun jelek banget editannya tapi gak mengapa, aku syukaaa dan aku bahagia😁
btw potato mau spoiler tipis-tipis, dikit lagi kita akan merangkak ke puncak klimaks masalah! horee!!!
Potato kaga sabar mau nyiksa pemeran utama😂
Kayanya potato udah ketularan kang ketik Magisna kembang kantil si penyiksa abadi!
Terima kasih banyak yang udah mau baca novel gaje potato yang bergenre Bucin murni ini, semoga gak bosan ya baca alurku yang terkesan lambat ini.
ohhh yaa mampir dong ke novel potato yang satu lagi , "My Indigo Husband", gak serem kok dan chat story kolaborasi potato "Penulis singa.co" di jamin menghibur kalian yang lagi mendung hatinya.
Terima kasih ya...
komentar kalian sangat berarti untuk memacu semangatku 😘
Maxim Andreas Larry dan Mikha Arlista
Jhon Marcello Larry dan Indah Apriliani
Cocok mana? Potato tetap milih Pasangan M2 sebagai pasangan favorit 😁
okeeehh sampai jumpa di next Chapter, muachhh muachhh
salam kentang Krispy