Oh My Mister

Oh My Mister
Special part



Part spesial, di luar konteks bab sebelumnya๐Ÿ˜Š


ู„ู„ู‡ู ุฃูƒู’ุจูŽุฑู ุงู„ู„ู‡ู ุฃูƒู’ุจูŽุฑู ุงู„ู„ู‡ู ุฃูƒู’ุจูŽุฑูุŒ ู„ุง ุฅูู„ู‡ูŽ ุฅูู„ุงูŽู‘ ุงู„ู„ู‡ู ูˆุงู„ู„ู‡ู ุฃูƒู’ุจูŽุฑู ุงู„ู„ู‡ู ุฃูƒู’ุจูŽุฑู ูˆูŽูู„ู„ู‡ู ุงู„ุญูŽู…ู’ุฏู


"Allaahu akbar Allaahu akbar Allaahu akbar, laa illaa haillallahuwaallaahuakbar Allaahu akbar walillaahil hamd"


Lantunan takbir menggema di seluruh penjuru langit bumi pertiwi, sepasang anak kembar terlihat antusias berlarian membawa sebuah sajadah di tangan mungilnya.


"Sunny, Shine jangan lari-lari begitu, nanti kalian bisa jatuh!" pekik Mikha yang nampak kewalahan berlari mengejar buah hatinya, di susul oleh sang suami di belakangnya.


"Biarkan mereka seperti itu, bagaimana pun ini adalah Idul Fitri pertama mereka dengan keluarga lengkap," tutur Max, yang tidak pernah melarang anaknya melakukan apapun selama masih batas kewajaran dan tidak berbahaya.


Tidak berselang lama Jerry muncul dengan Dilla, lalu di susul oleh Jhon, serta kedua orang tua Mikha dan Dilla.


Mereka berjalan bersama menuju sebuah Masjid untuk melaksanakan sholat Idul Fitri. Setelah selesai, mereka segera kembali ke rumah untuk melaksanakan tradisi sungkeman kepada orang tua.


Mikha berlutut dan menci punggung tangan kedua orang tuanya.


"Ibu, Bapak, maafin Mikha. Selama ini Mikha banyak salah," ucap Mikha lirih.


"Maafin Maxim Pak, Bu. Saya belum bisa jadi menantu yang baik," ucap Max.


Pak Ali dan Bu Yani memeluk anak dan menantunya, membukakan pintu maaf dengan ikhlas dan lapang dada.


Kini pandangan Mikha beralih pada sang suami, Max membentangkan tangannya seakan bersiap untuk menerima pelukan dari sang istri.


"Ibu, Bapak!" pekik seorang wanita dari kejauhan.


Nampak Rika berlari dengan masih mengenakan snelli kebanggaannya. Rika terpaksa tidak mengikuti sholat idul Fitri karena mendapat panggilan darurat sehingga ia harus meninggal rumah sejak malam takbir.


"Ibu, Bapak, maafin Rika. Rika jarang ada waktu untuk ibu dan bapak," ucapnya terisak di pelukan kedua orang tuanya.


"Ante nangisnya nanti dulu, salam tempel buat Sunny dan Shine mana?" tutur Sunny dengan wajah polosnya, hingga memecah suasana haru biru yang tercipta menjadi sebuah gelak tawa


Sebuah mobil memasuki halaman rumah Mikha, turunlah 3 orng yang begitu familiar. Ya, Indah datang dengan membawa serta kedua orang tuanya.


"Ante Indah datang!" Pekik Shine dan Sunny yang segera berlari menghampiri Indah, tentunya dengan maksud mendapat amplop lebaran.


......................


Seluruh keluarga dan tamu tengah menikmati sajian hidangan khas hari raya. Rendang daging, opor ayam, semur, sayur ketupat, sambal goreng kentang hati, semur, tentu saja yang menjadi primadona khas hari raya idul Fitri di Indonesia


Sementara Sunny, Shine, Mikha serta Maxim tengah melakukan panggilan video dengan keluarga Max di London.


"Hallo dear, I wish all of you a happy eid mubarak, may you be blessed with abundant joy and happiness,"


ucap Nyonya Anna dan Tuan Andrew serentak, walaupun berbeda keyakinan, mereka selalu akur dan selalu saling menghargai.


"Thank you Grandma and Grandfa. May this special day bring peace, happiness, prosperity to anybody. Eid Mubarak!" sahut si kembar serentak dengan semangat.


Di sisi lain, Jerry tengah kerepotan mengahadapi sang istri. Dilla selalu saja meminta makanan ini dan itu, namun bukannya memakannya, Dilla malah menyuruh sang suami yang makannya hingga membuat Jerry kekenyangan.


"Sayang, stop ya. Aku udah gak kuat!" keluh Jerry yang merasa lambungnya tidak dapat terisi makanan lagi.


"Iya iya tapi..." ucap Dilla terputus, Jerry mengernyitkan keningnya dan bertanya, "Tapi apa?"


"Emmmm, aku pengen rujak cingur," jawab Dilla tersenyum manis, namun membuat Jerry ingin menangis. "Tidakkkkkkkk!" pekik Jerry frustasi.


......................


Telolet Telolet


Bunyi sebuah klakson sebuah odong-odong bertulisan "Pasukan anti spam promo berani ribut, Singa. co" memasuki halaman rumah mereka.


Turunlah 5 orang wanita dan 2 orang pria dengan salah satu berambut kuning bak bocah yang sering main layangan siang tengah hari bolong.


"Novi Artikasari, Affxxvi, Eka Magisna, Kozume Kenma, loh kok kurang satu?" ucap penulis bernama Seul ye, mengabsen satu persatu manusia yang berada di odong-odong tersebut. "Potato mana? Jangan-jangan ketinggalan!" pekiknya kembali.


Pletakk!


Sebuah sentilan mendarat sempurna di kening Seul ye, Jibril nampak menggelengkan kepalanya dengan kelakuan anak didiknya.


"Kebanyakn pantengin roti sobek jadi bantet kan otak lu. Seul ye, kalau si Potato perkedel disini, lalu siapa yang narasiin ini novel? Siapa juga yang dubbing ini novel dengan suara 8 oktafnya?" cebik Jibril, sedangkan Seul hanya menyengir bagaikan kuda.


"Kora, ayolah cepetan halal bihalal, gue mau nyari bihun di dalem!" ucap Author benama pena Diqa Alisyah atau yang biasa di sebut dengan Kozume Kenma si rambut koneng. Yang kini sedang menjadi buronan para pembacanya, alih-alih janji update bulan April ternyata hanya April mop belaka. Oh sungguh keterlaluan kau Kenma!


Tin... Tin...


Sebuah motor matic tiba-tiba datang, membawa dua orang wanita dengan hijab yang berkibar-kibar tertiup angin.


"Minggir! Dubber pemes mau lewat!" pekik dua orang wanita dengan hijab syar'i namun tak lupa kacamata hitam bertengger di hidungnya.


"My NameIs dan Miss Sari N datang," pekiknya dengan membawa sekardus penuh kecimpring.


Prittt !!!


"Maaf buk, kalau mau belok kanan tolong di sen kanan jangan nyalain sen kiri!" cebik salah satu seorang penjaga keamanan yang ber-name tag "Saputra."


Max nampak menggeleng-gelengkan kepalanya, kala melihat tamu-tamu aneh bin ajaib yang datang secara keroyokan. "Ini pasti ulah si Potato!" gumamnya dalam hati seraya memijat keningnya yang terasa berdenyut.


Tak sampai di situ, sebuah metromini terparkir sembarangan di tengah jalan. Perlahan turunlah beberapa orang yang saling mengabsen nama masing-masing.


"Husna, Mami mara, Viola Nisa, Mariani, Sami Rahayu, Izzati Rindiani, Pdiyass, Widi, Mitratur Rahma, Iah ardiyanti jo, Aeini pesek, Anak setan, Indri Pratiwi, Spy cyber, Netijen antispam, Gerhana, Spy Network, Fresha Williana, Jacob, Maya Maryanti, Ega thalia, Selmia Bima, Zetti afiatnun, Widya Cahyarani, Pingky Laksono, Kyzz Zzzz, Surya mentari, marj, Herlina Rismayanti, Andrumeda, Ningsih chuby, Yuniasih Mulya, Budhenana, Dina Sri, Alvia Artalyvia, Rusian07, Arga Pratama, Fika, Arthi Aurora, Damayanti, Yogi Arliani, just_x, Gazelle, Nini, Zhalwa Asyifa, Ace Syafitri Prawitasari, ojel ojah, Amanda Syafa Aliyah, Jovanka airy, Ida Rusdianah, Indri Achmad, Noejan, Endang Muhammad silebu, Ikal Pangestu, pim oi penyihir, Dewi_Naviza, Exo24, Harti Wati, Ny Agus, Ayu aningsih, Metania Widian, Bebz qoe, Sutini sitini,"


Mereka adalah para Readers yang setia Like walau banyak namun hampir 90% tidak berkomentar dan namanya tercantum dalam top fans (Sekali-kali komen boleh dong walau cuma ngomong "lanjut" biar aku bahagia hihihi๐Ÿ˜), terlebih Mami mara adalah Readers pertama novel kentang ini dan berharap novel ini tidak berhenti di tengah jalan (jadi terharu๐Ÿค—).


Mohon maaf jika ada yang terlewat atau salah nulis nama karena sesungguhnya author adalah manusia biasa yang tak luput dari dosa dan kesalahan.


Dan beberapa dari mereka adalah Readers kiriman santet dari para Singa.co Genk.


"Assalamualaikum!" Lagi-lagi terdengar suara rombongan, bak layaknya para pendemo yang berjalan menuju gedung DPR.


Max lagi-lagi membulatkan matanya, melihat tamu yang datang terus menerus.


"Hoi biawak, dateng lu!" Jerry memekik seketika dan melambaikan tangannya pada salah seorang Author.


"Iya lah! Kapan lagi bisa makan gratis, nih gue udah nyiapin Tupperw*re kosong," jawab Author yang bernama pena Arteezy atau biasa disebut Author Biawak.


Mikha nampak mengabsen para Author setia yang selalu mampir di tiap episode dan beberapa ada yang masuk dalam top fans.


"Kak Nofi Khaza aka Author sosess senior, Mba Rasti Yulia, Kak ZasNov, Kak Dina Yomaliana, Kak HeniNurr, Kak Asahi, Esti W, Meelysha Ekprisa, Kharda love, Aisyah, Tamie chan." Mikha terus mengabsen, memastikan jika tidak ada yang terlewat.


"Ayo masuk, kita Foto dulu," titah Mikha lalu bersusah payah menata orang-orang sekecamatan itu agar semuanya masuk dalam Frame.


"Kita ngucapin bareng-bareng ya, biar ala-ala sinetron gitu," perintah Mikha dan mulai menghitung mundur.


"Tiga, Dua, Sa...," tutur Mikha namun tiba-tiba di sanggah oleh seseorang yang nampak lari tergopoh-gopoh.


"Tu-tunggu!" pekik seorang dengan napas tersengal-sengal. "Ikutan dong, tega amat gak ngajak-ngajak," sambungnya.


Ya, di adalah salah satu Author Famous alias pemes, yang suka menemani Mr.Potato cuap-cuap atau sekedar minta masukan agar ketularan pemesnya via ige.


"Kak Gallon! Sini buruan, aku udah siapin makanan di rantang 3 susun!" pekik Mikha yang segera memberikan tempat untuk Author pemes rendah hati dan rajin menabung tersebut.


Setelah semua siap, kini waktunya kembali menghitung mundur. 3,2,1!


"Selamat Hari Raya idul Fitri 1442 H. Kami segenap keluarga Noveltoon, terutama Penulis Oh my Mister mengucapkan Minal Aidin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin. Sampai jumpa di bab berikutnya, Bye!"โคโคโค


......................