
Hai teman-teman Jangan lupa
Like, Komen, Vote dan Rate ⭐⭐⭐⭐⭐
Biar author bubuk keripik kentang ini bahagia,
karena Author lagi sedikit insecure dan down karena beberapa hari ini lagi sepi.
Komentar kalian yang berhubungan dengan cerita Amat sangat membantu Author untuk memperbaiki mood lagi, dan untuk kakak-kakak Author lain sabar ya aku baca karya kalian pelan-pelan karena PR aku banyak jadi slow respon.
...Terima kasih...
......................
Udara malam kian menusuk, angin semilir berhembus namun tak menggoyahkan seorang pria yang terduduk di sebuah kursi di tengah taman. Pria itu memejamkan mata dan sesekali mengusap kasar wajahnya. Ya... Pria itu adalah Tuan Muda Wang yang bernama panjang Chandra Agustian Wang.
"Ah... aku sama sekali tidak mengerti, kok rasanya begitu sakit. Hahaha bodoh, aku memberinya bunga di hadapan kekasihnya." Ucap Tuan Wang tersenyum getir, ia benar-benar merasa di bodohi oleh perasaannya sendiri.
Sementara itu, seusai makan malam Jhon yang baru mendapatkan telepon dari ayahnya segera bersiap-siap untuk lebih awal kembali ke London.
Beruntung seluruh urusannya telah selesai hingga tidak ada alasan untuk lebih berlama-lama di Negeri Tirai Bambu tersebut.
"Maaf ya, kamu pasti lelah." Ucap Jhon sesaat setelah mereka naik ke dalam Jet pribadi miliknya.
"Iya gak apa-apa."
"Sayang, sekarang Dilla pasti tinggal dengan suaminya. Lalu kamu apa berani tinggal di Apartemen sendirian?"
"Mau gimana lagi, ya aku gak masalah." Jawab Indah sambil memakan kue yang di hidangkan di hadapannya.
"Apa kau mau tinggal bersamaku saja? di sana juga ada keluargaku, kau tak perlu khawatir."
"Ti-tidak, aku tinggal d apartemen milik Marrie aja. Bahaya jika aku tinggal di sana."
"Bahaya?" Jhon mengangkat sebelah alisnya, pria itu menatap tajam wajah kekasihnya.
"Hemm... karena pasti kau akan selalu menyelinap ke kamarku."
Pria itu tertawa terbahak-bahak mendengar jawaban dari Indah, ia mencubit lembut kedua pipi milik Indah yang tengah sibuk mengunyah makanan.
"Kau ini sepertinya udah bisa membaca isi pikiranku ya"
Indah memeluk Jhon, lalu mencubit hidung mancung pria di hadapannya itu.
"Kau ini kenapa jadi agresif begini, Jhon. Perasaan dulu kau begitu pendiam?"
"Apa kau tidak suka?"
"Bagaimanapun kamu, aku tetap suka."
Cup
Satu kecupan mesra mendarat di bibir pria berusia 36 tahun itu. Jhon tersenyum nakal, pria itu segera menggendong Indah menuju salah satu kamar yang tersedia di dalam Jet miliknya.
(Please jangan tanya mereka mau ngapain, Author masih sucehh jadi gak tau apa-apa 😁 mungkin si Jhon minta di kerokin, kita positip aje!).
......................
Di kediaman Larry, Mikha yang di telah di perbolehkan pulang kini baru saja sampai di rumah besar keluarga sang suami, ia telah di sambut hangat oleh kedua mertuanya dan juga adik iparnya.
"Sayang, apa kau baik-baik saja."
"Iya mom, aku tidak apa-apa." Ucap Mikha tersenyum, ia sangat bersyukur memiliki mertua dan ipar yang begitu peduli dan sayang padanya.
"Ka, undangan resepsi kalian udah aku sebar dan semuanya udah rampung 100%" Ucap Marrie begitu antusias.
"Marrie tapi aku berniat mengadakannya bersama resepsi Jerry dan Dilla juga." Ucap Maxim kepada adiknya.
"Aha..! aku sudah tau dari Dilla, dan adikmu yang cekatan ini sudah mengaturnya dengan baik. Jangan ditunda lagi ka, aku gak mau ada gosip-gosip tak sedap lagi mengenai Kak Mikha."
Ucap Marrie bangga, gadis itu nampak begitu senang mempersiapkan sebuah pesta pernikahan untuk kakaknya.
"Baiklah kalau begitu, Sayang besok keluargamu akan dijemput oleh suruhan Daddy ya." Ucap Max yang hanya di jawab anggukan kecil oleh istrinya.
......................
Sementara itu, Clara tampak mengamuk di dalam kamarnya. Lagi-lagi wanita itu melemparkan barang yang berada di dekatnya setelah ia mengetahui sebuah kabar, bahwa Maxim akan segera menyelenggarakan resepsi pernikahan secepatnya.
"Aku gak akan membiarkan semuanya berjalan lancar!"
"Aku akan mempermalukanmu hingga semua dunia tau betapa kotornya kau! kau tak pantas untuk Maxim!"
Wanita itu nampak berpikir, ia memikirkan cara untuk dapat keluar dari rumahnya. Hingga akhirnya sebuah senyuman licik tersungging di bibirnya.
"hahaha aku memang pintar, tunggu saja hadiah yang begitu spesial dariku!"
......................
Dua Sad Boy, doakan agar Author keripik kentang ini terbuka hatinya untuk memberikan jodoh untuk mereka hahahaha😂
Maaf ya cerita kali ini pendek, next Chapter aku mau bikin yang panjang biar kaya kereta malam.😁✌
jangan bosan-bosan ya, baca karyaku yang masih remahan begini. Maklum aku hanyalah seonggok kentang bukan Author pemes 😌
......................
Baca juga yuk karya lainnya Author Kentang .
Dan satu lagi, Chat Story hasil dari kolaborasi Author Kentang dengan para Author yang satu frekuensi.
Kalau baca CS ini harus banyak-banyak sabar dan istighfar yaa
karena benar-benar gak berfaedah!