
Tok Tok Tok
Suara ketukan terdengar jelas dari pintu ruang kerja si gadis yang kini berubah menjadi seorang yang gila kerja, tak lama pintu terbuka dan memunculkan sosok seorang pria berambut blonde dengan membawa sebuah paper bag berisi makanan.
Pria itu perlahan menghampiri sosok gadis yang kini tengah patah hati.
Pasca pulang dari Indonesia sebulan yang lalu, Marrie nampak termenung dan tak banyak bicaranya. Tidak ada lagi sosok gadis manja dan ceria, gadis itu selalu menghabiskan hari-harinya dengan segudang pekerjaannya. Ia hanya terbuka dengan kedua kakak iparnya dan Rika yang kini menjadi sahabat dekatnya.
"Marrie, kamu belum makan siang kan? Ini aku bawakan makanan kesukaanmu," tutur James lembut dan meletakan paper bag itu di atas meja Marrie.
Gadis itu hanya melirik sejenak lalu kembali beralih pada layar monitor di hadapannya.
"Marrie, kamu ini sebenarnya kenapa? Sepulang kamu cuti kemarin kenapa kamu berubah?" tanyanya kembali seraya mendaratkan bokongnya perlahan pada kursi di hadapan meja kerja Marrie.
"James, apakah kamu tidak punya kerjaan?" tanya Marrie sarkastik, karena Ia merasa terganggu dengan kehadiran pria berwajah manis itu.
Namun bukan James namanya jika gentar dengan ucapan pedas yang gadis itu selalu lontarkan padanya.
Pria itu segera bangkit dan mengusap lembut pucuk kepala Marrie.
"Marrie, lupakan saja perasaanku padamu jika itu membuatmu tak nyaman. Kau bisa berkeluh kesah padaku, karena aku adalah temanmu yang selalu ada untukmu. Ya sudah, jangan lupa di makan ya," tutur James halus, ia melangkahkan kakinya keluar meninggalkan Marrie seorang diri.
PRANG!!!
"Aku benci kamu Dimas! Akhhhhh!" pekik Marrie histeris.
Gadis itu melemparkan apapun yang berada di ruangannya. Suara kegaduhan, teriakan, dan tangisan memenuhi seluruh ruangannya. Bahkan suara itu samar terdengar hingga keluar namun lagi-lagi, tidak ada satu karyawan pun yang berani mengusiknya.
Gadis itu nampak tenggelam dalam perasaan sakit dan hancur karena seorang pria yang merupakan cinta pertamanya.
......................
Mikha dan Dilla kembali dari supermarket dengan membawa sekantong buah-buahan yang masih tampak muda dan asam. Mereka lalu segera melangkahkan kakinya ke dapur untuk mengolah buah-buahan berikut.
"Sayang, kamu mau bikin apa dengan buah asam begini?" tanya Max bingung, pria itu nampak menelan salivanya karena tersugesti dengan rasa asam yang pekat dari buah-buahan itu.
"Hahahaha lihat aja nanti," jawab Mikha terkekeh, begitu pula dengan Dilla yang nampak mengulum bibirnya menahan tawa.
Ting Tong
"Nah, manusianya datang!" pekik Mikha dan segera melangkah kakinya menuju pintu. Sementara Max hanya mengekori istrinya dengan memutar sendiri kursi rodanya.
Ia segera membukakan pintu yang menampilkan sosok Indan dan Jhon. "Udah, Kha?" tanya Indah seraya berjalan langsung menuju dapur diikuti suaminya.
Max yang bingung sendiri nampak mengernyitkan keningnya dan terus mengekor.
"Terima kasih ya," ucap Jhon antusias kala melihat sepiring besar rujak buah yang di dominasi mangga muda.
Jhon segera melahapnya seperti orang kelaparan, hingga membuat ketiga wanita itu tertawa namun Max semakin tambah bingung dengan sikap Kakaknya.
"Jadi, kau ke supermarket hanya untuk membuatkan kakakku rujak?" tanya Max seraya menggaruk-garukkan kepalanya.
"Itu loh, gara-gara nonton Y*uTube, Jhon jadi kepengen rujak," tutur Indah santai.
"Hei Kak, kenapa kau tidak minta dibuatkan saja dengan istrimu," cebik Max protes. Pria blonde itu tidak ingin istrinya bertambah lelah karena ulah kakaknya. Namun Jhon nampak tidak peduli dengan celotehan adiknya.
"Aku pengennya istrimu yang buatkan. Kenapa? Kau mau?" tanya Jhon santai seraya menyodorkan sepotong mangga muda pada Max.
Max nampak begidik ngeri dengan air liur yang seakan bertambah banyak saat melihat buah asam tersebut.
"Ewhhhh, Makasih deh. Kau habiskan saja sendiri," tolak Max yang heran dengan kelakuan aneh kakaknya.
Mikha memberikan sesuatu pada Indah yang baru saja di belinya bersamaan dengan buah-buahan tersebut.
Hingga tak lama, ia kembali dari toilet dengan wajah berseri-seri memeluk sang suami.
"Apa ini?" tanya Jhon bingung dan melihat benda yang di letakan sang istri di hadapannya.
Jhon melihat sebuah alat tes kehamilan dengan dua garis merah yang terpampang jelas, "K-kau hamil?" tanyanya kembali dengan mimik wajah yang begitu bodoh. Indah mengulas senyuman dan mengangguk hingga membuat Jhon sontak menggendongnya dan berputar-putar.
"Aihh kapan aku bisa gendong kamu seperti itu?" tanya Max seraya menepuk jidatnya, namun Mikha hanya terkekeh menanggapi ucapan sang suami.
......................
(untuk musik bisa di dengar, play aja tanda headset di pojok kanan atas ya😊)
Saying I love you
Is not the words I want to hear from you
It's not that I want you
Not to say, but if you only knew
How easy it would be to show me how you feel
More than words is all you have to do to make it real
Then you wouldn't have to say that you love me
'Cause I'd already know
What would you do if my heart was torn into?
That your love for me is real
What would you say if I took those words away?
Then you couldn't make things new
Just by saying I love you
It's more than words, it's more than what you say
It's the things you do, oh yeah
It's more than words, it's more than what you say
It's the things you do, oh yeah
Now that I've tried to talk to you and make you understand
All you have to do is close your eyes and just reach out your hands
And touch me
Hold me close don't ever let me go
More than words
Is all I ever needed you to show
Then you wouldn't have to say that you love me
'Cause I'd already know
What would you do if my heart was torn into?
That your love for me is real
What would you say if I took those words away?
Then you couldn't make things new
Just by saying I love you
^^^Westlife-More than world^^^
Suara petikan gitar dan nyanyian dari tiga orang pria yang tak lain Max, Jerry, dan Ryan nampak memenuhi ruangan itu.
Terlebih Max begitu menikmati alunan musik yang membuatnya kembali bernostalgia pada masa-masa pertemanannya dengan wanita yang kini menjadi istri dan ibu dari anak-anaknya.
Kenangan yang begitu manis dan merupakan awal dari perubahan besar di hidupnya.
Max begitu bersyukur dengan jalan hidup yang Tuhan gariskan untuknya. Cinta antara ia dan Mikha bukan hanya membawa perubahan untuknya namun juga membawa jodoh pula untuk sahabat dan kakaknya.
"Aku sangat mencintaimu sayang," ucapnya seraya mengecup kening sang istri.
Mikha tersenyum dan menyandarkan tubuhnya pada pundak sang suami
"Aku juga mencintaimu, sekarang dan selamanya," tuturnya dan melingkarkan lengannya pada pinggang Maxim.
^^^End.^^^
......................
Yuhuu Readers, aduh aku pengen nangis😭
Aku terharu dan sedih bisa namatin novel bucin ini
Terima kasih banyak, kalian sudah ngikutin dan setia baca.
Maaf bila tulisanku banyak kurangnya.
Ettt tunggu dulu, aku masih ada beberapa bonus chapter dan Novel baru, Insya Allah rilis Senin ya
tunggu info dariku lagi😘
Selamat Ulang Tahun ke 41 Max, eh salah! Mark Feehily.
Harapanku semoga kamu bisa mengikuti jejak Maxim, karena sesungguhnya Max adalah perwujudan sempurna ekspetasiku terhadapmu, sweetheart❤❤❤
......................