
Alunan musik klasik nan romantis mengalun lembut di pagi hari memenuhi seluruh tempat.
Matahari bersinar terang, memancarkan cahaya penuh kehangatan.
Udara sejuk khas pegunungan dan aroma dedaunan berselimut embun menambah syahdu suasana pagi nan romantis itu.
Sebelum acara di mulai, Rika dan Marrie sudah sibuk mengecek seluruh keperluan termasuk dekorasi. Hingga ia pun memastikan bahwa bunga-bunga cantik yang terpajang haruslah bunga imitasi, karena Rika sudah memberitahu Marrie bahwa kakaknya phobia terhadap bunga terutama Mawar merah.
Kini Mikha sedang di rias oleh seorang MUA, di temani oleh sang Ibunda dan kedua Sahabatnya. Begitu pula dengan Maxim yang sedang bersiap di temani kedua sahabatnya serta manager setianya yang baru saja datang tepat tengah malam.
Pukul 07.45 WIB, tamu-tamu mulai berdatangan, di susul oleh seorang penghulu yang kemudian di sambut hangat boleh Tuan Andrew dan Pak Ali.
Mempelai pria mulai memasuki area akad nikah, di dampingi oleh 4 orang pria yang tidak lain sahabatnya, managernya, dan kakak laki-lakinya.
(Maaf ya editannya kasar, maklum Authornya Gaptek hehehe😌)
Membuat beberapa gadis-gadis yang sekampung dengan Mikha terkejut, khususnya mereka yang mengenali atau lebih tepatnya Fans dari group "The Prince".
Namun karena keamanan yang sangat ketat, sehingga mereka hanya bisa diam dan tertib melihat idolanya berada tepat di depan mata mereka.
Tak selang berapa lama, mempelai wanita menyusul
di dampingi oleh kedua Sahabatnya, adik serta adik iparnya yang tampak cantik. Bahkan membuat Jerry tak melepaskan pandangannya dari sosok Dilla.
Kini kedua mempelai itu duduk berhadapan dengan sang penghulu dan Pak Ali yang masih setia dengan kursi rodanya, serta seorang saksi yang tak lain adalah Paman dari Mikha.
Mikha yang terus menunduk malu, tak mampu menatap calon suami yang berada di sampingnya, begitu pula Maxim yang tampak gugup dan terus-menerus menghentak-hentakan kaki kanannya untuk mengurangi rasa gugupnya.
Tingkah kedua mempelai itu membuat siapapun yang melihatnya tak tahan ingin menggodanya.
"Udah dong mas, sepatunya bisa jebol kalau terus-terusan digituin." Goda Dilla yang membuat seluruh tamu tertawa.
Disisi lain seorang pria menatap mempelai wanita dengan tatapan lembut namun penuh seribu arti.
"Ah...apa sih yang aku pikirkan, sadarlah Ryan! dia istri sahabatmu." gumam pria itu dalam hatinya.
"Mau Bapak sendiri atau saya wakilkan untuk menikahkan Putri bapak?" Tanya Penghulu kepada Pak Ali setelah memberi wejangan atau nasihat pernikahan kepada pengantin.
"Saya sendiri saja pak."
Ucap Pak Ali yang kemudian menjabat tangan Maxim yang berada di hadapannya.
Setelah beberapa kali percobaan yang di bimbing oleh penghulu tersebut kini mulai saatnya pembacaan Ijab Kabul sesungguhnya.
"Bismillahirrahmanirrahim, Saya Nikahkan dan kawinkan kau Ananda Maxim Andreas Larry dengan Putri pertama saya Adinda Mikha Arlista binti Ali dengan emas kawin seperangkat alat sholat, sebuah cincin berlian dan emas murni seberat 100 gram di bayar tunai"
"Saya terima nikah dan kawinnya Mikha Arlista binti Ali dengan mas kawin tersebut di bayar tunai!"
Ucap Maxim dengan sekali tarikan nafas.
SAH!!!
ucap seluruh saksi dan tamu serentak, lalu kemudian di susul pembacaan doa untuk kedua mempelai.
Maxim menyematkan sebuah cincin berlian di jari manis Mikha, lalu gadis yang telah sah menjadi istrinya itu mencium tangannya dan di balas dengan sebuah kecupan yang mendarat di kening Mikha.
Seusai menandatangani beberapa berkas dan buku nikah, pasangan pengantin tersebut memeluk seluruh keluarga mereka terutama kedua orang tua mereka yang tampak sangat bahagia.
"Nak, tolong jaga Putri kami baik-baik, kini bapak percayakan Mikha sepenuhnya kepadamu, jadilah suami dan imam yang baik untuknya karena ia adalah harta paling berharga yang di berikan Tuhan untuk kami." Ucap Pak Ali yang tengah memeluk menantunya.
Pasangan yang sedang berbahagia ini menyapa seluruh tamu yang hadir dengan perasaan bahagia.
Hingga tak sadar ada seorang wanita muda yang memfotonya dan memposting ke media sosial yang ia punya.
"Viral! pernikahan Max 'The Prince' di Indonesia."
Tentu saja caption yang sangat menarik, hingga dalam waktu singkat pernikahan Maxim menjadi trending topik di seluruh penjuru.
...****************...
Seorang Pria berkulit putih dan berambut pirang memandangi berita yang baru saja menjadi trending di dunia infotaintment.
"Hahaha kau benar-benar menikah? rupanya kau menikahi seorang wanita Asia, hmmm ...tidak buruk juga seleramu."
Ucap Pria itu dengan seringai yang menyungging di bibirnya.
"Wanita yang malang, hahaha ...lucu sekali, Max sampai kapan kau mampu menipu wanita itu? karena aku baik hati, maka akan aku berikan sedikit waktu untuk kau bersenang-senang hahahahaha"
...****************...
Malam harinya sebuah pesta keluarga sederhana di adakan di sebuah taman dekat kolam renang yang berada di Resort tersebut.
Kini semua berpakaian santai untuk menikmati pesta tersebut.
Para orang tua asik berbincang-bincang, tampaknya mereka sudah semakin akrab di tambah lagi dengan tingkah Bella yang lucu dan menggemaskan, yang membuat mereka tertawa.
Sementara Jhon dan David yang ternyata adalah teman semasa kuliah berkumpul dengan 2 pria muda yaitu Ryan dan Jerry yang sedang asik menikmati hidangan.
"Nyanyi yuk biar makin rame?" Ajak Dilla kepada para gadis yang sedang asik bersenda gurau.
"ayo lah, Marrie yuk ikut!" Ajak Indah kepada Marrie.
"Kalian sajalah, nanti biar aku yang videoin!"
Bermodalkan suara pas-pasan mereka, dan kemampuan memainkan gitar yang di kuasai Dilla, akhirnya mereka bernyanyi untuk menambah suasana hangat malam itu dan terutama dengan niat mengganggu kemesraan pasangan pengantin baru yang sejak tadi hanya berdua-duaan saja mengabaikan mereka.
"Selamat malam tuan dan nyonya terutama yang lagi mojok di sudut sana, izinkan kami bernyanyi untuk menyakiti telinga kalian semua!" Pekik Dilla yang membuat semua orang tertawa dan menatap ke arah pengantin baru yang sedang bermesraan manja.
"Lihat kelakuan teman-teman kamu, ajaib banget." Ucap Maxim menggerutu karena kini mereka jadi sorot perhatian akibat ulah Dilla.
Jreng...Jreng...Jreng...
Suara petikan gitar mulai terdengar.
"Jika dia jadi pacarku
Besar kepalaku
Jika dia jadi pacarku
Sombong pastiku
Jika dia jadi pacarku
Akan kubanggakan
Jika dia jadi pacarku
Ngetop aku ikutan
Hanya tak mudah bagi diriku
Untuk ikuti gaya hidupnya
Semua orang suka padanya
Berat rasanya
Dia berada jauh di sana
Dan aku di rumah
Memandang kagum pada dirinya
Dalam layar kaca
Apakah mungkin seorang biasa
Menjadi pacar seorang superstar"
(Project pop-pacarku superstar)
Alunan lagu dengan semangat mereka nyanyikan tanpa rasa malu, dengan suara pas-pasan di iringi tarian seenaknya, bermodalkan botol air mineral yang mereka jadikan seolah menggunakan Mikrofon.
Membuat siapapun terhibur dengan aksi para gadis itu yang menggelitik.
...****************...