Oh My Mister

Oh My Mister
Perjodohan



Malam itu, seperti biasa Mikha sedang berkumpul bersama kedua buah hatinya dan juga orang tuanya. Sedangkan Indah tengah pulang ke Banjarmasin dan Rika belum pulang sejak kemarin karena kesibukannya menjadi co-*** (Koas/Dokter muda) yang terkadang memaksanya untuk menginap di rumah sakit.


"hahahaha bi Konah pacaran sama kang Kenam nih yeee, cie..."


Suara Shine dan Sanny terdengar nyaring, kedua anak itu nampak berlari-lari kesana kemari menggoda Bi Konah yang terlihat sedang berduaan dengan Kenam di dapur.


"Aduh anak-anak udah dong, kasian bi Konah digoda terus, pipinya makin merah." Ucap Mikha terkekeh, ia menghampiri kedua buah hatinya.


"Hahaha iya mama." Ucap Sunny berhambur memeluk ibunya, sedangkan Shine bernyanyi-nyanyi sendiri sambil berlari ke arah Kakek dan neneknya.


Di balik sikap pendiamnya, Shine memang suka bernyanyi dan memiliki suara yang merdu. Mungkin ini semua karena bakat dari sang ayah yang mengalir padanya.


"Wah suara kesayangannya ante bagus sekali."


Rika yang baru saja pulang tiba-tiba datang menghampiri kedua keponakan kembarnya dengan membawa sebuah coklat berukuran besar.


"Yey, Ante Rika pulang! Bawa coklat!" Pekik Sunny melompat-lompat kegirangan.


"Ettt tapi makannya bagi dua dengan Shine ya!" Ucap Rika tersenyum, dan di jawab anggukan oleh balita berpipi tembam tersebut.



Sedangkan Mikha yang memandang sepintas ke arah jendela, tak sengaja melihat Indah yang baru saja keluar dari mobilnya dengan wajah yang merah dan mata yang sembab.


Mikha segera beranjak untuk menghampiri Indah. Seketika Indah memeluk Mikha kala melihat sahabatnya berada di hadapannya.


"Gue gak mau di jodohin, Kha." Ucap Indah menangis menumpahkan segala perasaannya.


......................


Flasback ON


Indah yang baru saja sampai, segera menghampiri kedua orang tuanya yang tengah menyantap makan siang.


"Mih, Pih. Ada apa tiba-tiba nyuruh Indah pulang mendadak." Ucap Indah sambil mencium punggung tangan kedua orang tuanya satu persatu.


"Makan dulu Nak, kita bicarakan nanti." Ucap Pak Arjun mempersilahkan Putri semata wayangnya untuk duduk di kursi di hadapannya.


Setelah makan siang, Indah dan kedua orang tuanya nampak duduk di sebuah gazebo di tengah taman belakang rumah sambil menikmati teh dan camilan, udara yang mendung dan sejuk menambah keasrian di rumah keluarga Indah.


"Nak, usiamu sudah menginjak 30 tahun. Apa kamu tidak ada rencana untuk menikah?" Ucap Pak Arjun tiba-tiba yang nyaris membuat Indah tersedak.


"Aku belum kepikiran Pih." Jawab Indah.


"Tapi kamu itu wanita, semakin bertambah usiamu maka semakin rentan untuk kau mengandung. Indah, apa kamu gak kasihan sama mamih dan papih yang semakin menua? Kami juga ingin memiliki cucu."


Ucap Pak Arjun kembali.


Indah nampak menunduk, sejujurnya ia belum siap untuk berumah tangga kembali terlebih hati dan cintanya masih berlabuh pada satu nama, pada pria yang telah tega mencampakkan bahkan menceraikannya dengan begitu mudahnya, Jhon Marcello Larry.


"Tapi pih, aku belum siap." Ucap Indah lirih, nampak Pak Arjun memijat keningnya kala mendengar jawaban yang selalu saja terlontar dari bibir putrinya ketika di singgung soal pernikahan.


"Kau ini tiap tahun selalu menjawab seperti itu, Indah kali ini kau harus mengikuti kemauan papih. Papih akan menjodohkanmu dengan rekan bisnis papih!"


Indah nampak membulatkan matanya dan segera beranjak, "Papih jahat, papih gak mengerti perasaan Indah!"


Flasback Off


......................


"Kenapa mendadak sekali? dan kali ini tidak diselenggarakan di kota besar, memangnya tidak rugi?" Tanya Max.


David tampak menggaruk tengkuknya, mereka memang sengaja menyembunyikan semua rencana dari Max karena takut pria itu kecewa dan down lagi jika rencananya tidak berhasil.


"Untung atau rugi apa hubungannya dengan kita, kita cuma di bayar untuk perform, sudah selesai! lagi pula waktunya juga pas, setelah dari sana kita bisa langsung ke Jakarta untuk mendatangi event-event anak-anak bertalenta yang akan mendapatkan beasiswa kan, Jadi kita bisa hemat waktu." Ujar Ryan dengan santai.


Max nampak termenung sekejap lalu mengulas senyuman tipis, "Dav, setelah ini selesai bolehkah aku mengambil cuti. Aku ingin mencari keberadaan Mikha kembali secara langsung."


Ketika pria yang berada di hadapannya nampak saling memandang satu sama lainnya.


"Tentu saja boleh! Bersiaplah besok kita berangkat!"


......................


Kembali ke rumah kedua orang tua Indah, Bu Vera terlihat perlahan mendekati suaminya yang tengah berkutat dengan pekerjaannya. Ia ingin menanyakan perihal rencana perjodohan anaknya yang bahkan ia sendiri tidak mengetahuinya.


"Pih.." Sapa Bu Vera.


"Ya, Mih." Jawab Pak Arjun dengan pandangan yang terus menatap layar Laptop di hadapannya.


"Papih kenapa gak ngomong sama mamih kalau mau menjodohkan Indah? Dan papih mau menjodohkan Indah dengan siapa?"


Mendengar pertanyaan sang istri, Pak Arjun melepas kacamata yang bertengger di hidungnya dan menatap wajah istrinya.


"Begini mih, sebenarnya sudah lama banget papih ingin sekali menjodohkan dia dengan Indah. Tapi kala itu usia Indah masih begitu muda dan pria itu sudah berusia matang dan memiliki satu anak."


Bu Vera cukup terkejut dengan perkataan suaminya, ia mengeryitkan keningnya dan kembali bertanya, "Papih ingin menjodohkan Indah dengan duda yang usianya terpaut jauh di atas Indah? Yang benar aja Pih!" Protes Bu Vera dengan suara meninggi.


"Mih tenang dulu, ini baru wacana papih karena Mr.Jhon Larry dari dulu selalu menolak keinginan papih, tapi semakin dia menolak maka papi semakin yakin dia orang yang setia dan pantas untuk putri kita."


"Tu-tunggu, apa tadi kata papi? MR. Jhon Larry? Pewaris perusahaan keluarga Larry itu?" Tanya Bu Vera kembali.


Pak Arjun nampak menatap tajam istrinya saat melihat ekspresi Bu Vera yang tiba-tiba saja berubah 180 derajat.


Pada akhirnya Bu Vera menjelaskan prihal Indah yang sudah mengenal Jhon dan memutuskan bekerja di perusahaan Larry di London, hanya untuk mengejar cinta seorang Jhon yang tidak lain adalah kakak ipar dari sahabatnya.


Namun entah mengapa Indah pulang secara mendadak ke Indonesia, Bu Vera hanya menerka-nerka bahwa cinta putrinya tidak berbalas atau bertepuk sebelah tangan, karena ia tidak mengetahui kejadian yang sebenarnya yang menimpa putri semata wayangnya.


"Bagus dong kalau begitu, tinggal papih membujuk kembali Mister Jhon, setidaknya untuk bertemu Indah terlebih dahulu." Ucap Pak Arjun.


"Emmm pih menurut mamih, bagaimana kau kita seolah mempertemukan mereka secara tidak sengaja. Jadi tidak ada kesan memaksa kan?", Ujar Bu Vera dengan antusias.


Sebuah lengkungan tergambar di bibir pria tua tersebut, "Papih setuju!"


......................


Hai-hai, Oh my Mister semakin mendekati ending, ya...gak dekat-dekat banget sih heheh


qTerima kasih yang sudah mau membaca dan mensupport karya Author yang penuh dengan kehaluan hehehe


Kalau ada yang mau di tanya atau ada yang gak di mengerti silahkan komen aja ya nanti aku jawab.


Pokoknya terima kasih banyak sudah mengikuti cerita Oh my Mister, mohon maaf jika banyak kesalahan dalam penulisan.


Follow IG Author yuk @rahma.mrpotato


Love you😍