
Malam hari di kediaman Larry sudah di buat sibuk akibat ulah Jhon, pria itu menjanjikan pernikahan dadakan pada Indah yang tengah mengandung darah dagingnya. Tuan Andrew tampak pusing melihat tingkah para putranya, baru saja masalah Maxim selesai lalu kini Jhon yang membuat ulah menghamili seorang gadis dan menikahinya tiba-tiba bahkan tanpa kedua orang tua Indah mengetahuinya.
Indah memang sengaja meminta dirahasiakan dulu dari orang tuanya dengan alasan belum siap, setelah melahirkan ia berencana pulang ke Indonesia dan melakukan pernikahan ulang yang tentu saja dengan meminta restu dan maaf dari kedua orangtuanya.
Kini kediaman besar Keluarga Larry tampak ramai dan di penuhi beberapa orang ahli agama yang menjadi agama minoritas negara tersebut. Jerry, Dilla, Mikha, dan Max pun turut menjadi saksi untuk Jhon.
Jhon tampak mengucapkan syahadat di bimbing seorang ulama yang sudah susah payah Maxim cari,. setelah semuanya selesai kini di lanjutkan oleh prosesi akad nikah yang di dampingi oleh seorang wali hakim.
Cairan bening begitu saja lolos dari mata Indah, hatinya begitu sesak karena bukan seperti inilah pernikahan yang ia impikan, ia sangat menginginkan pernikahan normal seperti Kedua sahabatnya dengan sang ayah yang menjadi walinya.
"Saya terima nikah dan kawinnya Indah Apriliani binti Arjun Widandi Kusumo dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan perhiasan emas seberat 500 gram di bayar tunai!"
Sah!!! Alhamdulillah
"Setelah ini saya sarankan, kalian menikah ulang setelah saudari Indah melahirkan, dan tuan Jhon mohon segera melakukan khitan." Ucap seorang iman besar di salah satu masjid di kota itu.
Setelah selesai proses nikah dan di lanjutkan makan-makan selesai, semua kembali menyisakan kerabat dan keluarga.
"Beb, Indah aja udah ha'e ha'e masa kita yang udah 7 Minggu nikah belum ngapa-ngapain?" Bisik Jerry menggoda istrinya.
"emang manukmu udah sembuh!" Ucap Dilla asal bicara, Jerry mengerutkan keningnya saat mendengar perkataan yang asing baginya.
"Manuk? apa itu?"
"Burungmu, yang cuma sebesar jempol kaki dan sekarang masih sekarat!"
"Sembarangan kau bilang sebesar jempol kaki, lihat saja nanti saat aku sudah sembuh. Kau takkan ku beri ampun!" Bisik Jerry pada telinga sang istri dan berhasil membuat Dilla begidik ngeri membayangkannya.
Sedangkan Mikha tampak duduk seorang diri dengan mengunyah sepotong kue yang berada di tangannya, perasaannya masih begitu kesal dengan sikap dan perkataan Indah yang begitu bodoh dan juga telah begitu menyakiti hatinya.
"Kha..." Sapa Indah menghampiri sahabatnya sahabatnya.
"Emmm"
"Lu marah ya sama gue? sorry, gue tadi benar-benar gak bisa berpikir jernih. Gue merasa terpojok." Ucap Indah menyesali perkataannya pada Mikha.
"Hidup-hidup lu, kenapa gue yang harus marah? kan lu sendiri yang bilang kalau gue gak ada hak buat campuri kehidupan lu, sekarang nikmatilah semuanya, gak usah nangis! gak usah banyak drama!" Ucap Mikha ketus.
"Oh iya, suami gue kan gak normal! jadi gue mana paham posisi lu!" .
Flasback ON
Setelah perundingan sengit di kediaman keluarga Larry, Akhirnya Jhon memutuskan untuk menikahi Indah secepatnya dan ia juga akhirnya mengalah mengikuti keyakinan yang Indah anut.
"Sekarang lebih baik kau menemui orang tua Indah." Ucap Tuan Andrew kepada anak laki-laki sulungnya.
"Tapi daddy, aku dan Indah memutuskan untuk merahasiakannya sampai anak ini lahir. Indah belum siap jika harus mengatakannya saat ini juga pada orang tuanya."
"Maksudmu apa Jhon? kau harus berani bertanggung jawab dengan apa yang telah kau lakukan. Jujur Daddy kecewa pada sikap kalian."
Setelah keputusan di tetapkan, Max segera pergi untuk mengumpulkan jamaah dan mencari penghulu untuk Jhon. Sedangkan Mikha langsung menarik tangan Indah untuk membicarakan unek-unek yang sudah meluap di batinnya.
"Indah, lu apa-apaan! Bokap nyokap lu wajib tau akan masalah ini!"
Ucap Mikha pada Indah.
"T-tapi gue belum siap, gue takut membuat mereka marah dan kecewa".
"Kalau sudah begini baru mikir! waktu bikinnya lu mikir gak akibatnya seperti apa?" Sarkas Mikha, menyindir Indah yang memang susah di nasehati.
"Ini hidup-hidup gue Kha, lu gak perlu ikut campur! dan lu mana ngerti masalah begini!"
"Ya...lu mana ngerti, Karna Maxim pria abnormal! pantas saja dia gak akan macam-macam sama lu dulu!"
Mikha tercengang mendengar kalimat yang begitu saja lolos dari mulut sahabatnya, emosinya mulai tersulut karena perkataan Indah.
"Indah, stop it!" pekik Mikha gusar.
"Mind your language, please!" Mikha tampak mengepalkan kedua tangannya erat mencoba mengontrol emosinya.
"Why do you be so angry? That's the fact! Maxim is AB-NOR-MAL!" cebik Indah yang masih merasa benar dengan menekankan kata Abnormal.
PLAK!
Satu tamparan mendarat sempurna pada pipi Indah, wajah Mikha kini terlihat merah padam seakan bersiap meluapkan emosi yang telah susah payah ia tahan.
"I thought, this is too much! Kau boleh menghinaku, tapi kau tak boleh menghina suamiku!" teriak Mikha gusar dengan nafas yang memburu, sungguh ia sangat benci orang-orang yang menghina keluarganya, suami, dan sahabatnya.
Bahkan jika saja Indah yang hina oleh orang lain, ia juga akan marah seperti itu. Sungguh di sayangkan, yang menghina dan mengungkit kekurangan sang suami adalah sahabatnya sendiri yang bahkan akan menjadi kakak iparnya.
Flasback Off
......................
Mikha meninggalkan Indah begitu saja, ia segera
mencari suaminya yang sedang mengobrol dengan David dan kakaknya.
"Max, pulang yuk!"
"Loh gak menginap aja di sini?" Tanya Jhon kepada adik iparnya.
"Tau nih, udah sih disini aja! gue juga nginep kok! kasian Max bolak balik, besok kan mau nganterin kak Jhon di sunat." Bujuk Dilla yang baru saja datang bergabung bersama Jerry.
Mikha hanya mengangguk menuruti kemauan sahabat dan kakak iparnya, sepanjang waktu ia terus diam bahkan cenderung menghindari Indah.
......................
Pagi hari, semua anggota keluarga dan kerabat bersiap untuk sarapan bersama tak terkecuali sang pengantin baru dengan segala kemesraan yang mereka umbar.
Indah tampak menangku dan menyuapi Bella yang kini menjadi anak sambungnya, sementara Mikha hanya memunduk fokus dengan hidangan di depan matanya.
"Mikha, lebih baik kau ikut Indah juga untuk memeriksa kondisi kandungan kalian." Ucap Nyonya Anna memecah kesunyian.
"iya sekalian saja, kau sudah memasuki bulan ke 4 kan?" Sambung Marrie yang tampak antusias dengan kehamilan Mikha.
"Tapi baru kemarin aku periksa kandungan, mom."
ucap Mikha berbohong, Max menatap tajam istrinya karena merasa ada yang di sebunyikan istrinya.
"Mommy, Daddy aku izin keluar cari udara dulu ya. Aku merasa sedikit sesak."Ucap Mikha mencari alibi untuk bisa menghindar.
Mikha berjalan di taman belakang kediaman Larry, sesekali ia menghembuskan nafas kasar akibat pikiran-pikiran yang memenuhi kepalanya.
"Mikha..."
langkah Mikha terhenti kala Seseorang memanggil namanya.
......................