
...PERINGATAN!...
Bagian akhir part ini mengandung adegan dewasa +21, mohon bijak dalam menyikapi (lebih baik baca dalam kondisi tidak puasa yaa)
yang belum cukup umur mohon kesadarannya dan yang tidak suka membaca hal vulgar cukup baca bagian awal sampai ada tanda peringatan kembali dari saya.
Semua demi kenyamanan masing-masing.
Terima kasih.
......................
Hari mulai petang, kediaman Indah seketika berubah menjadi ramai.
Tampak Mikha memakai pakaian serba putih dengan Max yang berada disebelahnya, mereka duduk di hadapan Pak Ali yang di dampingi seorang penghulu.
"Bismillahirrahmanirahim, Saya nikahkan engkau Maxim Andreas Larry dengan putri saya Mikha Arlista binti Ali dengan emas kawin emas seberat 50 gram di bayar tunai," turur Pak Ali memulai prosesi ijab kabul, Max yang telah menjabat tangan mertuanya sesaat mengambil napas dan segera mengucapkan ikrar janji suci kepada sang maha pencipta.
"Saya terima nikah dan kawinnya Mikha Arlista binti Ali dengan emas kawin tersebut tunai!" ucap Max dengan sekali tarikan napas.
"Sah! Alhamdulillah," Semua orang yang berada di tempat itu memekik bersamaan.
Mikha nampak mencium punggung tangan suaminya, lalu di balas sebuah kecupan mesra pada kening wanita itu.
Ini bukanlah ijab kabul yang pertama, namun kebahagian yang tercipta tak kalah besarnya. Terlebih mereka kini memiliki sepasang buah hati, maka lengkaplah kebahagiaan keluarga kecil mereka.
Tiba-tiba terdengar suara petikan gitar dan gesekan biola, terlihat Jerry dan Ryan muncul dan memainkan alat musik tersebut.
"Sebuah lagu untuk dirimu, bidadari surgaku," ucap Max berlutut di hadapan Mikha, dengan sebuah mikrofon di tangannya.
......................
*note: yang mau dengar musiknya bisa dengar di audio book ya, jika sudah saya rilis😉
Westlife - I Wanna Grow Old With You.
Another day without your smile
Satu hari lagi tanpa senyumanmu
Another day just passes by
Satu hari lagi berlalu begitu saja
And now I know
Dan sekarang aku tahu
How much it means
Betapa berartinya
For you to stay right here with me
Saat kau berada di sini bersamaku
The time we spent apart will make our love grow stronger
Waktu yang kita jalani terpisah membuat cinta kita semakin kuat
But it hurts so bad I can't take it any longer
Tapi sungguh menyakitkan hingga aku tak sanggup lagi
I wanna grow old with you
Aku ingin menua bersamamu
I wanna die lying in your arms
Aku ingin mati dalam pelukanmu
I wanna grow old with you
Aku ingin menua bersamamu
I wanna be looking in your eyes
Aku ingin menatap matamu
I wanna be there for you
Aku ingin selalu ada untukmu
Sharing in everything you do
Berbagi apapun yang kau lakukan
I wanna grow old with you
Aku ingin menua bersamamu
A thousand miles between us now
Ribuan mil jarak di antara kita
It causes me to wonder how
Ini membuatku bertanya bagaimana bisa
Our love tonight remains so strong
Cinta kita malam ini tetap begitu kuat
It makes our risk right all along
Jarak ini membahayakan hubungan kita
The time we spent apart will make our love grow stronger
Waktu yang kita jalani terpisah membuat cinta kita semakin kuat
But it hurt so bad I can't take it any longer
Tapi sungguh menyakitkan hingga aku tak sanggup lagi
I wanna grow old with you
I wanna die lying in your arms
I wanna grow old with you
I wanna be looking in your eyes
I wanna be there for you
Sharing in everything you do
I wanna grow old with you
Things can come and go
Semua bisa datang dan pergi
I know but baby I believe
Something's burning strong between us
Sesuatu membara yang begitu kuat di antara kita
Makes it clear to me
Membuatnya jelas bagiku
I wanna grow old with you
I wanna die lying in your arms
I wanna grow old with you
I wanna be looking in your eyes
I wanna be there for you
Sharing in everything you do
I wanna grow old with you
......................
Buliran air matanya begitu saja lolos dari kedua matanya, wanita itu segera memeluk erat tubuh suaminya. Merasakan aroma tubuh yang sudah sangat lama ia rindukan. Kini pandangannya beralih ke sepasang buah hatinya, Max segera menggendong Shine dan Mikha menggendong Sunny.
"Sekarang papa gak akan pergi lagi kan?"tanya Shine dan dijawab anggukan oleh Maxim
"Asikkk, nanti kita sekolah di antara papa! Gak akan ada yang ejek kita lagi," pekik Sunny senang.
"Mikhaaaa!" Suara pekikan tiba-tiba saja terdengar nyaring, Dilla yang kini sudah bersama Indah nampak berlari menghampiri sahabatnya.
Ia memeluk Mikha, dan sesekali mencubit pipi sahabatnya.
"Jahat Lo, ninggalin gue sendiri di London, gue kangen banget sama lu dan Indah," cebik Dilla merajuk, lalu pandangannya beralih kepada sikembar.
"Hallo baby twin, uwhhh gemes banget sih!" ucapnya kembali, ia menciumi pipi Shine dan Sunny secara bergantian.
Di luar suasana bahagia, nampak seorang pria yang tengah tersenyum getir. Pupus sudah harapannya, empat tahun ia mengejar cintanya namun seketika di patahkan dalam dua hari saja.
Dimas nampak segera berbalik menuju arah keluar.
BRUKKK!!!
Seketika ia bertabrakan dengan seseorang, seorang wanita yang membawa sebuah koper berukuran sedang.
"Maaf," ucap Dimas lirih.
"Di-Dimas? Kamu Dimas?" ucap wanita blonde itu, terperangah nyaris tidak percaya.
Dimas nampak mengernyitkan keningnya, "Maaf, kenapa Nona tau nama saya?" tanyanya.
"Aku Marrie, empat tahun lalu kita pernah bertemu di bandara London. Kau menolongku saat aku terjatuh!" ucap Marrie semangat, ia sangat senang kembali menemukan pujaan hatinya.
"Maaf saya tidak ingat. Saya permisi dulu, Nona," ucapnya kembali lalu pergi begitu saja dari hadapan Marrie.
Marrie nampak tersenyum simpul, ia bertekad tidak akan pernah melepaskan pria itu lagi begitu saja.
Marrie kini segera menghampiri kedua mempelai dan juga keponakan kembarnya.
......................
...WARNING!...
Berisi part adegan dewasa!
yang belum cukup umur dan tidak suka hal yang berbau vulgar cukup bacanya sampai disini pada bab ini.
Semua demi kebaikan dan kenyamanan masing-masing.
TERIMA KASIH
......................
Malam sudah semakin larut, setelah puas berbincang dan menumpahkan segala kerinduan. Akhirnya Dilla dan Jerry berpamitan untuk kembali ke penginapan, begitu pula dengan yang lainnya.
Marrie pun sudah terlebih dahulu tidur, mungkin karena lelah setelah menempuh perjalanan panjang.
Mikha kembali ke kamarnya dan membersihkan dirinya sebelum tidur.
Cklek
Max melangkahkan kakinya menuju kamar, seketika pandangannya tertuju pada sang istri yang tengah memoleskan skincare di depan meja rias.
Mikha mengenakan baju tidur terusan tanpa lengan berwarna ungu, dengan rambut yang sedikit masih nampak basah. Perlahan pria itu mendekat dan memeluk erat tubuh istrinya dari belakang, menghirup dalam-dalam aroma tubuh istrinya yang sudah begitu lama ia rindukan.
"Max," ucap Mikha kala Max terlihat terus-menerus menciumi tengkuk leher milikinya.
Tanpa menjawab, pria blonde itu mengangkat tubuh istrinya dan mendudukkannya di tepian ranjang. Ia menatap lekat-lekat manik hitam istrinya hingga pandangannya terhenti pada bibir merah Mikha.
"Aku rindu padamu sayang," ucapnya kembali dan perlahan mendekatkan wajahnya pada wajah istrinya.
Mikha terdiam ketika bibir merasakan sentuhan dari bibir suaminya, jantungnya berdetak lebih cepat seolah ini adalah yang pertama untuknya.
Max memperdalam ciumannya, lidahnya menari-nari liar di seluruh rongga mulut istrinya membangkitkan hasrat alamiahnya yang sudah lama tidak tersalurkan.
Sejenak pria itu menghentikan ciumannya, ia berbisik pada telinga istrinya "Bolehkah sayang? Aku sangat menginginkannya," ucapnya dengan suara parau dan sesekali menyesap daun telinga istrinya.
Wajah Mikha nampak memerah, ia menganggukkan kepalanya perlahan untuk menjawab pertanyaan Maxim. Max merangkum wajah Mikha dan kembali berkata "Aku mencintaimu Mikha," ucapnya.
"Aku juga mencintaimu Maxim," jawab Mikha.
Sebuah senyuman terukir di kedua insan yang tengah melepaskan rindu, Max kembali mendarat ciuman pada bibir istrinya, kini dengan ciuman yang terasa lebih menuntut.
Bibirnya perlahan turun menyapu leher jenjang milik Mikha, membuat rasa menggelitik bagi sang empunya.
"Ahhhh Max." Mikha melenguh, mendongakkan kepalanya agar memudahkan sang suami mengeksplor seluruh sisi lehernya.
Max perlahan membuka baju tidur yang melekat pada tubuh istrinya, hingga menyisakan kain-kain penutup bagian sensitif Mikha. Kemudian ia melepaskan pakaian yang membalut tubuhnya satu persatu, memperlihatkan sesuatu yang sudah Turn On di sela-sela pangkal pahanya.
Tanpa mau menunggu lama ia kembali mengecup bibir istrinya hingga perlahan semakin turun pada dua buah bukit kenyal yang seolah menantang untuk di sentuh, pria itu menyingkap kain penghalang bukit indah itu dan ia segera menyesapnya penuh hasrat.
"Max lebih lembut," ucap Mikha kala merasakan Max mengigit gemas pucuk bukit kembarnya.
Ia memberanikan diri menyentuh kejantanan sang suami yang sudah dalam kondisi siap, mengelusmya dan meremasnya perlahan.
"Emmmphh," suara eraman begitu saja terlontar dari mulut pria berkulit putih itu.
Max yang sudah tersulut kedalam hasrat segera melepaskan kain berbentuk segitiga yang menutupi bagian intim istrinya. Tanpa aba-aba pria itu mencium, menyesap dan memainkan lidahnya pada **** ********** milik Mikha. Hingga tak lama tampak tubuh istrinya menegang dan bergelinjang, bibir wanita itu nampak terbuka dan mengeluarkan suara lenguhan yang terdengar begitu sensual.
Max tersenyum dan bangkit, ia mulai memposisikan dirinya di antara kedua kaki istrinya.
Tok...Tok...Tok...
Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu hingga beberapa kali
"Mama, papa. Shine dan Sunny mau bobo sama mama dan papa," pekik Shine dari balik pintu.
Max nampak mengacak-acak kepalanya, sedangkan Mikha terkekeh melihat raut wajah suaminya yang nampak begitu frustasi.
"Sabar ya, namanya juga udah jadi orang tua," goda Mikha pada suaminya.
......................