Oh My Mister

Oh My Mister
Rencana



...Hai teman-teman jangan lupa Like, komen dan Rate ⭐⭐⭐⭐⭐...


...klo ada rezeki boleh dong berbagi vote sama Author yang miss queen ini hehehe...


...Karya ini hanya buah hasil imajinasi Author semata jika ada kesamaan tempat, nama tokoh, visual, ataupun sifat tokoh, itu hanya kebetulan belaka....


...Ingat Promo boleh spam jangan😉...


...Boleh dong mampir ke karya baru Author...



...💞Terima kasih💞...


Jerry nampak terburu-buru menemui David yang tengah berada di rumahnya. Nafas pria itu nampak terengah-engah memasuki sebuah ruangan di rumah tersebut.


BRAK!!!


David terperanjat karena ulah Jerry yang tiba-tiba saja membuka pintu ruang kerjanya dengan kasar dan tanpa permisi.


"Kebiasaan!" Ucap David yang sepertinya sudah hapal dengan tingkah Jerry.


"Penting banget nih! Penting!"


Ucap Jerry sambil meminum jus jeruk milik David.


"Apa? tercium Infotaintment lagi kau habis check-in? sama model yang mana lagi?" ujar David yang asik memainkan laptop miliknya.


"Sial! Seburuk itu kah aku?"


"Aku butuh libur sebulan, aku mau pulang ke Jerman." Sambung Jerry.


David menghentikan aktivitasnya, pria itu menatap tajam kepada Jerry.


"Tumben?" , David mengangkat sebelah alisnya seakan menyelidik maksud ucapan Jerry.


"Aku mau menikah!"


Mendengar jawabannya Jerry, David tampak tertawa terbahak-bahak. Ia tidak habis pikir bahwa seorang Jerry yang terkenal playboy ulung cinta kebebasan, akan mempunyai pemikiran untuk menikah.


...****************...


Sementara itu, malam hari di kediaman Larry semua keluarga telah berkumpul untuk bersiap makan makan, termasuk Max.


Pria itu terus memaksa pulang, Hingga akhirnya doker terpaksa mengizinkannya karena Max terus keras kepala.


Kondisinya pun jauh lebih baik, hingga ia bisa duduk bersama di meja makan bersama keluarganya. Sedangkan untuk Indah dan Dilla memutuskan untuk kembali tinggal di Apartemen milik Marrie.


"Emmm... masakanmu memang selalu enak! Sayang, besok buatkan aku brownies ya... Aku pengen banget." Ucap Max yang terus-menerus memuji makanan hasil masakan Mikha.


"Beli aja sih, kasian kakak lagi hamil." ujar Marrie menimpali perkataan kakaknya.


"Tapi aku maunya buatan istriku!"


Perdebatan antara dua bersaudara itu nampak tak berujung, Tuan Andrew hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah kedua anaknya yang tidak pernah berubah.


"ehm... Kita dapat undangan pernikahan dari CEO Anggara Export di Indonesia Tapi kayanya Daddy gak bisa kesana karena akhir-akhir ini rasanya kesehatan Daddy menurun, siapa di antara kalian yang bisa hadir mewakili perusahaan kita?" Tanya Tuan Andrew.


"Aku gak bisa, aku ada jadwal ke China dan Paris. Bukannya Mereka sudah menikahkan anaknya?" Ucap Jhon yang tetap fokus dengan makanan di hadapannya.


"'Ish kak Jhon...ini yang dokter ganteng itu loh! Namanya A...Au-Auwar eh... A...Ufar, namanya Aufar! emang jarang keliatan, soalnya sama kaya kak Maxim! dia gak ikut campur urusan perusahaan makanya kita jarang lihat."


"Kalau begitu Kau saja",Ujar Jhon.


"Ah tega sekali kau membiarkan jomblo pergi kondangan sendirian, lagi pula hatiku potek-potek melihat mantan gebetan menikah, beruntung sekali wanita itu!" Ucap Marrie yang tampak mengerucutkan bibirnya.


"Makanya cari pasangan!, Oh ya lupa... siapa yang mau sama cewek bawel, ngeselin dan tukang ngupil kaya kau!" Celetuk Maxim yang lagi-lagi menyulut perdebatan tak berujung dengan adiknya.


"Cih...alasan!" cemooh Maxim yang semakin membuat perang di antara mereka memanas.


"Aduh kalian Ini masih saja kaya anak kecil! Lalu siapa yang kesana?" Ucap Tuan Andrew yang mulai pusing dengan tingkah Maxim dan Marrie.


"Aku aja, kebetulan sebulan ini aku gak ada pekerjaan." Ucap Maxim yang membuat seluruh mata tertuju padanya karena, baru kali ini ia mau menghadiri acara-acara seperti itu terlebih mewakili nama perusahaan.


"Kau yakin? istrimu lagi hamil muda." Ujar Jhon.


"Iya yakin, sekalian bisa pulang ke Jogja juga kan sayang?" Jawab Max melirik ke arah istrinya yang nampak tersenyum sambil meminum segelas susu khusus ibu hamil.



"Ya sudah pakai Jet pribadi milik Daddy saja, kasian istrimu jika harus naik pesawat komersial." Ucap Tuan Andrew.


Max tersenyum penuh arti, ia berharap dengan kepergiannya ke Indonesia dapat membuat hubungannya dengan Mikha dapat kembali hangat seperti dulu.


"Lalu kau kapan menikahi Indah, Jhon?".


Uhuk... Uhuk...


Jhon tersedak saat mendengar ucapan sang ayah, ia tidak menyangka bahwa ayahnya mengetahui hubungannya dengan Indah.


"Jangan kau kira daddy tidak tau! cepat nikahi dia, ingat usiamu tak muda lagi, Bella juga butuh ibu!"


"iya Daddy, akhir tahun aku akan menikahi dia."


...****************...


Keesokan harinya Indah sudah tampak siap untuk kepergiannya ke China sedangkan Dilla nampak merenung dengan ponsel ditangannya setelah mendapatkan sebuah pesan singkat dari Jerry.


...Hay Sweety si tukang makan, aku pamit dulu ya......


...maaf aku harus buru-buru pulang ke Jerman, tunggu aku ya 😘...


...Aku mencintaimu walau kamu selalu menolakku 😭...


Tunggu kejutan dariku yaa baby ❤


.


"Bodo amat, ngapain pamit ke gue! emang gue emak lu!" Celoteh Dilla terus-menerus sambil memukul-mukul ponselnya dengan tangan.


"Kenapa sih?" Tanya Indah yang melihat sikap aneh Dilla yang sibuk mengomel sendiri.


"Nih, si Jerry mouse! pulang kampung pake pamit, memangnya gue peduli!"


"Kalau gak peduli mah ya cuekin aja, bukannya marah-marah. Bilang aja lu kesel kan gak bisa ketemu dia? cie...cie... hahaha"


goda Indah Kepada Dilla, hingga tak lama bel pintu berbunyi.


Dilla segera membukakan pintu, meninggalkan Indah yang asik menertawakannya.


"Ndah, pangeran lu udah datang nih!" Pekik Dilla, membuat Indah tergesa-gesa menghampiri dengan menarik sebuah koper miliknya.


"Bye Dilla, selamat menanti mamas Jerry kembali." ucap Indah kembali menggoda Dilla dan melambaikan tangannya.


Indah dan Jhon segera memulai perjalanan menuju landasan udara untuk menaiki jet pribadi milik Jhon, tak banyak percakapan antara mereka. Keduanya di sibukkan oleh pekerjaan masing-masing uang sangat menyita waktu mereka.


Di bandara seorang wanita tengah menginjakkan kakinya unik pertama kali di London, kota yang sudah hampir 5 tahun ia hindari.


Dengan kacamata hitam yang bertengger di kepalanya Serta lipstick merah marun yang tampak memberikan kesan menggoda, wanita itu tersenyum lebar.


"Ah akhirnya aku kembali gara-gara si bodoh Jesson!oh...Jhon apakah aku bisa memulai semuanya dari awal denganmu? jika tidak, aku hancurkan saja semuanya hahaha"


...****************...