Oh My Mister

Oh My Mister
Manusia pengganggu



Hai teman-teman jangan lupa Like dan komentar ya...


apalagi komentar tentang isi cerita, author bisa seneng sampe jingkrak-jingkrak 😁


kalau ada rejeki bisa berbagi vote kepada Author yang sangat membutuhkan hehehe


Rate bintang limanya juga aku tunggu


terima kasih luv u ..❀


...🌸🌸🌸...


Seorang wanita cantik bak sosialita, dengan wajah campuran Eropa dan Asia namun sayangnya harus di bungkus oleh sikap angkuhnya, ia masuk begitu saja ke kediaman keluarga Larry tanpa sungkan.


Wanita itu duduk tanpa di persilahkan oleh sang tuan rumah, Marrie menatap wanita itu dengan tatapan kesal.


"Bisa-bisanya Mommy dan daddy dulu Menjodohkan nenek Lampir itu dengan ka Maxim!" cibir Marrie dalam hati.


"Ada apa Clara? tak biasanya kau kesyini tanpa memberi kabar?" Ucap Tuan Andrew Tenang.


Mendengar nama 'Clara', otak Mikha di paksa berpikir. Nama yang rasanya ia pernah dengar, beberapa saat setelah mencoba mengingat-ingat Akhirnya Mikha menemukan jawabannya.


"Tentu saja karena aku MA...U BER...KE...NAL...AN dengan istri Maxim!" Ucap Clara menekankan ucapannya, wanita itu memandang Mikha dengan tatapan tidak suka dan merendahkan.


Ia menatap Mikha dari ujung kaki sampai ujung kepala, seolah-olah membandingkan dengan dirinya dan berkata dialah yang paling unggul.


Melihat itu Mikha menyeringai, ia lalu menggandeng tangan suaminya dan bersandar manja pada bahu Maxim.


"Heh...aku tau maksud wanita ini, owhhh ... tidak semudah itu mbak! kau pikir aku seperti wanita di sinetron ikan terbang, yang begitu mudah ditindas oleh wanita tiga, sampeyan salah orang mbak ayu!"


Gumam Mikha dalam hatinya.


"Hai Clara, kenalkan aku Mikha IS...TRI SAH Maxim!" Ucap Mikha tak kalah mendominasi.


Melihat sikap Mikha yang seperti itu, Marrie tersenyum puas. Kekhawatirannya seketika menghilang, ia yakin bahwa Mikha pasti mampu membereskan Clara dengan caranya sendiri.


"Sayang katanya kita mau kencan, ayo berangkat sekarang!" Ucap Mikha dengan sikap dan suara yang sangat manja.


Maxim hanya bingung melihat sikap dan cara bicara istrinya yang berubah 180 derajat, sedangkan Jhon dan Marrie saling bertatapan menahan tawa.


"Iya betul tuh, sana segera berangkat sekarang! aku dan ka Jhon juga mau berangkat kerja dulu nih." Ucap Marrie mengikuti alur sandiwara Mikha.


Mereka akhirnya berpamitan kepada Nyonya Anna dan Tuan Andrew.


"Sayang nanti malam menginap disini ya, Mommy siapkan makanan spesial untukmu." Ucap Nyonya Anna mengelus rambut menantunya, Mikha tersenyum puas melihat Clara yang begitu menahan emosinya hingga wajah wanita itu memerah seperti bokong bayi yang terkena ruam popok.


...****************...


Mikha seketika tertawa terbahak-bahak sesaat setelah masuk dan menutup pintu mobil, Maxim hanya bingung memandang istrinya yang bersikap aneh.


"hahaha liat lah wajah wanita itu yang seakan siap menerkamku, lucu sekali hahahaha." Ucap Mikha yang masih tertawa hingga mengeluarkan sedikit air mata.


"owh jadi kau bersikap manis seperti tadi hanya untuk memprovokasi Clara! kau sungguh nakal Nyonya."


Maxim mencubit gemas pipi istrinya dan membisikan kalimat yang membuat tawa Mikha seketika terhenti.


"Sepertinya aku harus menghukummu karena tidak mengajakku dalam sandiwaramu, bagaimana jika seharian ini kita memadu kasih, bukanlah kita belum berhasil melakukannya." Ucap Max berbisik menggoda istrinya.


"Tidak! A...aku ingin jalan-jalan!" Ucap Mikha yang langsung memalingkan wajah dari suaminya.


Max terkekeh melihat wajah istrinya yang sudah merona karena malu.


...****************...


Di perusahaan, Jhon yang sedang sibuk dengan setumpuk perkerjaan di hadapannya, di kagetkan dengan ketukan pintu ruang kerjanya.


"Ada apa Elena?" Tanya Jhon pada sekretarisnya.


"Maaf Tuan, saya mau mengajukan pengunduran diri." Ucap sang sekretaris pribadi Jhon dan memberikan selembar surat pengunduran dirinya.


"Kenapa Elena? apa gaji yang saya beri kurang?" Ucap Jhon mengerutkan dahinya.


"Tidak tuan, hanya saja suami saya meminta saya di rumah saja untuk fokus mengurus anak."


"Huff...baiklah, sebenarnya saya cukup berat melepasmu karena bagaimanapun kinerjamu sangat bagus, namun jika itu sudah menjadi keputusanmu maka saya akan menghargainya." Ucap Jhon menghela nafas berat.


Setelah perbincangan yang singkat, Elena kembali ke meja kerjanya untuk membereskan semua sisa-sisa pekerjaannya.


Jhon lalu menelpon ruangan Marrie dengan telepon di meja kerjanya.


"Hallo Marrie, tolong carikan aku sekretaris pribadi lagi, aku percayakan semua kepadamu." Ucap Jhon singkat dan langsung menutup teleponnya


Sementara setelah menerima telepon dari kakaknya, Marrie tersenyum-senyum penuh kemenangan


"Tahap pertama berhasil ! owhhhhh aku Adalah sang dewi cinta la...la...la..." Ucap Marrie bersenandung ria.


...****************...


Mikha dan Maxim berkeliling menikmati suasana kota London. Wanita itu tampak senang kala berada di tengah-tengah jalan bersalju. Suasana yang sangat berbeda dan tidak pernah di dapati pada Negaranya asalnya.



(Anggap aja lagi ada saljunya Yee, susah cari gambarnya πŸ˜‚)


"Hati-Hati nanti kau tergelincir!" Ucap Max yang siaga menjaga sang istri.


Setelah puas berkeliling, Max mengajak sang istri ke sebuah Restoran milik Ryan.


Restoran kelas atas yang bernuansa Romantis, membuat siapapun betah berlama-lama disana.


Pandangan Mikha tetuju pada sosok pria yang sedang fokus bermain biola, pria yang tidak lain adalah si pemilik tempat tersebut, Ryan.



"Sweet banget!"


Tanpa sadar Mikha melontarkan kata-kata tersebut tak kala ia kagum dengan permainan biola Ryan yang begitu menyentuh.


"Ya ampun gak nyangka ya si Ryan sweet banget, keren loh dia!"


Mikha terus merancau terkagum-kagum dengan permainan biola Ryan, tanpa menyadari dihadapannya ekspresi wajah sang suami yang telah sangat berubah dan menggambarkan ketidaksukaannya melihat sang istri memuji pria lain.


"Ayo pulang." Ucap Max yang tiba-tiba menarik tangan istrinya.


Sepanjang jalan Max hanya terdiam, perasaannya sungguh tidak nyaman melihat istrinya memuji Ryan, padahal tidak ada yang salah akan hal itu.


Memang bakat Ryan dalam bermain biola dapat di acungi 2 jempol, dan Ryan sendiri tidak lain adalah sahabatnya bahkan yang selalu memberikan ia nasihat percintaan.


"Kamu kenapa sih Max? kok tiba-tiba ngajak pulang terus bengong." Ujar Mikha yang merasa bingung dengan sikap Maxim.


"Gak tau, aku cuma gak suka aja kamu muji-muji dia, entah kenapa perasaanku gak enak apalagi saat dia menatapmu."


"Dih dasar aneh, temen sendiri di cemburuin" Ucap Mikha mencubit pipi suaminya.


"Ah kaya kamu tidak pernah cemburu sama Dilla saja, apa bedanya kau dan aku?" ucap Max yang membuat Mikha merasa malu, mengingat pernah cemburu buta dengan Dilla.


Hari semakin malam, pada akhirnya mereka memutuskan kembali ke kediaman keluarga Larry, karena sudah pasti Nyonya Anna telah membuat hidangan makan malam spesial untuk anak dan menantunya.


...****************...