Oh My Mister

Oh My Mister
Mengejar Om Jhon



Hai Teman-teman, Author gak bosan-bosan bilang, jangan lupa Like, komentar, dan Rate bintang 5 ya...


kalau ada poin lebih bisa kasih Vote nya untuk karya Author yang masih amatir ini๐Ÿ˜


...โ—โ•โ—Untuk bercakapan selama di Inggris ceritanya pakai bahasa Inggris ya, cuma karena Author terlalu bodoh dan malas, jadi ditulis pakai bahasa Indonesia aja ๐Ÿ˜…...


Untuk bab-bab awal kayanya akan ku revisi bertahap soalnya kok jelek banget menurut ku ๐Ÿ˜ฑ๐Ÿ˜ญ


Dukung aku terus ya pembacaku tersayang, komentar biar author kentang ini bahagia.


Terima kasih๐Ÿ˜


...๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ...


"Hello, my love! I've been searching for someone like you"


Indah terus bersenandung ria sambil merapihkan baju-bajunya dan di masukan kedalam sebuah koper besar.


Ia sangat tidak sabar menunggu hari esok untuk memulai perjalanan menemui pujaan hatinya di Negeri seberang.


"owhhh Mister Jhon, tunggu dedek ya di sana!" Ucap Indah terkekeh sambil menatap pantulan wajahnya di cermin yang tergantung di kamarnya.


ย 


Tanpa ia sadari, bu Vera tersenyum melihat tingkah laku putrinya dari celah pintu yang tak tetutup rapat.


"Duh kayanya anak mami kok seneng banget sih" sapa Bu Vera membuka lebar pintu kamar Indah dan menghampiri anaknya.


"hmm kayanya kepergianmu ke London bukan cuma untuk bekerja nih?" Tanya Bu Vera menyelidik, ia membelai lembut rambut putrinya.


"Hehehe ah mami mah."


"Kamu itu gak bisa membohongi Mami, sayang."


"hehehe iya sih, ta-tapi jangan bilang-bilang papi ya mih! aku takut gak di bolehin, please!" Ucap Indah memohon kepada ibunya.


"Tapi ceritakan dulu semuanya sama mami!"


Akhirnya Indah menceritakan semua kepada ibunya, dari pertemuannya dengan Jhon hingga rencana Marrie untuk mempekerjakan Indah menjadi sekretaris Jhon.


"Owh ...jadi Putri kesayangan Mami lagi jatuh cinta sama kakak iparnya Mikha." Ucap Bu Vera tersenyum dan Indah hanya tersenyum malu dan menganggukkan kepalanya.


"Boleh kan Mih, aku janji akan jaga diri!"


"Ya sudah sayang, tapi kamu harus benar-benar jaga diri ya! ingat dia adalah pria yang sudah sangat dewasa, kamu ngerti kan maksud mami? jangan mau di apa-apain jika kalian belum menikah!"


Ucap Bu Vera menasehati putrinya.


Indah tertunduk malu dengan ucapan ibunya, pikirannya langsung melayang kemana-mana, membayangkan jika Jhon menjadi suaminya.


...************...


Setelah selesai latihan, Max serta seluruh timnya melanjutan perjalan menuju lokasi event.


Di sana berdiri sebuah panggung megah dan pengunjung yang mulai berdatangan.


Mikha sangat gugup karena baru pertama kali ia mengikuti acara konser seperti itu, di tambah bukan sebagai penonton tapi sebagai pendamping sang idola.


"Tunggu di sini ya sayang, aku ganti kostum dulu. Kalau butuh apa-apa ngomong aja." Ucap Max mengecup kening sang istri.


Setengah jam berlalu Max dan kedua Sahabatnya selesai berganti kostum dan sedikit riasan.


Mikha terperangah melihat sang suami yang ketampanannya kini naik 2 kali lipat, kini Max terlihat benar-benar seperti superstar.


"Kenpa bengong? aku tampan ya? apa kau akan menjadi salah satu fans fanatikku?" Ucap Max menggoda istrinya.


"Hei Tuan Maxim, bukankah kau yang menjadi fans fanatikku. Lagi pula suamiku ini memang sudah sangat tampan dari sananya."


Ucap Mikha tak mau kalah dan balik menggoda suaminya, ia menarik kerah baju Max hingga pria iru menunduk mengikuti tinggi sang istri.


Cup


Mikha mengecup Bibir merah Maxim, ia benar-benar tidak tahan melihat ketampanan yang di miliki suaminya.


Max tersenyum lalu kembali mencium sang istri dengan ciuman yang lebih intim.


Ehem...Ehem...


"Max ayo, dikit lagi waktunya perform."


Ucap David yang muncul tiba-tiba dan membuat kedua insan menunduk menahan rasa malu.


Suara musik mulai mengalun di ikuti kemunculan Ryan, Jerry, dan Max secara bergantian, sorak Sorai suara penonton pun semakin menjadi-jadi kala Maxim mulai membuka suaranya.



...(ilustrasi Jerry, Max, Ryan)...


Max memang terlihat sangat memukau saat bernyanyi, bukan hanya wajahnya namun suaranya yang begitu fantastis dan terdengar lebih menonjol dari kedua temannya, membuat penampilannya menjadi begitu sempurna.


Acara selesai hingga menjelang tengah malam, Max segera kembali menuju apartemennya bersama istrinya dan Ryan.


Dengan terpaksa pria itu menerima tawaran Max untuk pulang bersama karena tempat tinggal mereka berdampingan dan saat itu Ryan juga tidak membawa kendaraan.


...****************...


Pagi hari di Jakarta, setelah berpamitan dengan orang tua masing-masing, kini kedua gadis petualang itu telah menaiki pesawat.


Hati Indah sungguh berdebar-debar, tak sabar akan bertemu dengan pujaan hatinya dan akan terus menerus di sampingnya.


"Cubit gue Dil, cubit gue!" Ucap Indah yang sedari tadi merancau dan tersenyum-senyum sendiri.


"Wah udah sarap ini bocah! emang ya cinta dengan B*go itu beda tipis!"


Jawab Dilla yang tampak santai mengenakan Masker kecantikan di wajahnya lalu memejamkan mata, mengabaikan sahabatnya yang sedang gila karena cinta.



Perjalanan panjang dan memakan waktu telah mereka tempuh.


Dilla tampak kelelahan dengan wajah yang mengantuk namun berbeda dengan Indah yang tampak masih segar dan berseri-seri.


"Hai kakak!"


Pekik Marrie melambai-lambaikan tangannya kala melihat Indah dan Dilla yang sibuk membawa koper mereka masing-masing.


Hari itu Marrie menjemput Dilla dan Indah, sedangkan Mikha belum tahu jika kedua Sahabatnya akan datang secepat itu dan tinggal di sana.


"Kakak selamat datang!" Ucap Marrie memeluk Indah dan Dilla secara bergantian.


Lalu mereka menuju Apartemen milik Marrie yang akan di tempati Indah dan Dilla selama di London.


...****************...


Mikha yang merasa bosan sendirian di apartemen, karena Max ada jadwal pemotretan hari itu meminta izin lewat telepon kepada suaminya untuk pergi ke supermarket dekat apartemen mereka.


Ia membeli beberapa bahan untuk membuat kue, memang sejak dulu Mikha mempunyai bakat membuat kue apapun jenisnya.


"Hai! "


Ucap seorang wanita yang tiba-tiba menghampiri Mikha yang asik memilih jenis coklat.


"Nona Mikha ya? ini aku yang kemarin." Ucap Wanita itu ramah.


Mikha mengerutkan dahinya sejenak dan mulai mengingat-ingat tentang wanita cantik yang menyapanya.


"Oh ..Je-Jessy!" Ucap Mikha antusias.


"Ya benar, sedang apa kamu? sendirian saja?"


"Iya nih, lagi beli bahan untuk buat kue."


"Apakah kau punya waktu? bagaimana setelah ini kita ke coffee shop di sana? aku traktir minum kopi." Ucap Jessy dengan senyuman ramahnya.


Sifat Mikha yang tidak bisa menolak permintaan orang yang baik kepadanya, hanya bisa mengikuti kemauan wanita itu. Jessy bercerita banyak hal tentang dirinya, di mulai dari pekerjaannya sebagai MUA profesional hingga tempat tinggalnya.


Mereka begitu asik mengobrol di sebuah coffee shop yang cukup terkenal.


"Lihatlah berbicara saja grammar-nya masih berantakan, memalukan!"


Tiba-tiba saja datang seorang wanita angkuh bersama kedua temannya, mereka mengusik kedamaian Mikha dan Jessy yang sedang asik bercengkrama sambil meminum kopi.


"Ah dasar nenek gayung! kenapa mesti ketemu si Clara sih!" Gerutu Mikha dalam hati.


"Apa pantas wanita macam begini menikahi seorang Maxim?Hei, lebih baik kau kembali saja ke negaramu belajar dulu cara bicara yang benar!"


Ucap Clara dengan suara yang lantang, ia mencoba mencari perhatian pengunjung disana dengan maksud untuk mempermalukan Mikha.


"Hei ! jaga sikap Anda!" Pekik Jessy yang mulai terganggu dengan tingkah Clara, Mikha segera menenangkan Jessy yang mulai terprovokasi.


Dengan santai ia tersenyum dan menengguk gelas kopi di tangannya.


"At least, I can 4 speak language! How about you?"


Ucap Mikha lantang dan tenang, membuat Clara berdengus kesal dan pergi begitu saja.


(mohon maap ye, kan ceritanya si Mikha bhsa Inggris nya masih belom bener cuma modal P'D aje๐Ÿ˜‚)


"Mikha kau serius bisa berbicara 4 bahasa? waw hebat!" tanya Jessy antusias dan di jawab dengan anggukan kepala oleh Mikha dengan bangga.


"Ya tentu saja, bahasa Indonesia, Inggris walau masih berantakan, Bahasa Jawa dan Bahasa Sunda hehehehe." Gumam Mikha dalam hati menertawakan perkataan dirinya sendiri.


...****************...