Oh My Mister

Oh My Mister
Rencana Marrie



Marrie melangkahkan kakinya secepat kilat menuju ruangan kerja kakaknya. Setelah menemukan seseorang yang bisa cari, segera ia menghampirinya.


"Elena bisa kau keruangan ku sebentar? saya ada urusan penting denganmu! ayo cepat sebelum Jhon datang." Ucap Marrie yang tanpa basa basi langsung menarik lengan sekretaris pribadi Jhon.


Setelah sampai ke ruang kerjanya, tanpa basa basi Marrie mengeluarkan selembar cek kosong dan memberikannya kepada Elena.


"Saya minta bantuan sama kau, bisakah secepatnya kau mengundurkan diri? ini dapat kau isi berapapun bilangan yang kau mau anggap sebagai ucapan terima kasihku." Ucap Marrie santai, dan memberikan selembar cek kosong tersebut.


"Apa salahku Nona? apakah hasil kinerjaku tak memuaskan?" Ucap Elena lirih.


"Tidak, Tidak! Bukan begitu, saya cuma ada urusan pribadi dengan kak Jhon. saya harap kau bisa membantuku, tentang pekerjaanmu kau tak perlu khawatir, kau akan bekerja di perusahaan milik temanku dengan posisi dan upah yang sama. Aku mohon Elena!"


Ucap Marrie, kini dengan nada suara yang merendah dan tatapan yang berharap di kasihani.


Elena menghela napasnya dalam-dalam, sesungguhnya ia sudah sangat nyaman dan mencintai pekerjaannya. Namun ia juga tidak dapat menolak permintaan Marrie, karena gadis itu sudah banyak membantunya bahkan Marrie lah yang memberikannya pekerjaan menjadi sekretaris pribadi Jhon, saat wanita itu terpuruk karena masalah ekonomi.


"Baiklah Nona! dan untuk ini, tidak perlu repot-repot nona." Ucap Elena dan mengembalikan selembar cek kosong itu kembali kepada Marrie.


"Elena terima kasih banyak! tapi aku mohon terima ini, jika kau tidak mau menulisnya sendiri maka aku yang menentukannya, namun kau harus terima!"


Ucap Marrie menulis jumlah nominal yang cukup besar pada cek tersebut.


Elena menerima dengan sungkan, dan segera kembali ke tempat kerjanya seperti tidak terjadi apa-apa, karena Marrie meminta Elena untuk tidak menceritakan hal tersebut kepada Jhon.


Setelah Elena keluar dari ruangannya, Marrie segera menelepon seseorang dari ponselnya.


"Hallo ka, rencana awal kira berhasil! segera kau dan ka Indah mengundurkan diri dari pada pekerjaan disana. Untuk bayar penalti kontrak dan berkas-berkas perizinam kau tak usah khawatir, semua aku yang urus! kau tinggal bujuk kak Indah saja untuk kesini " Ujar Marrie kepada seseorang ditelepon lalu tak lama memutus panggilan teleponnya.


"Huh kak Jhon, kau berhutang banyak padaku hihihi"


Gumam Marrie tersenyum-senyum sendiri.


...****************...


Di sisi lain Mikha dan Max masih saling terdiam, kini mereka tengah di perjalanan menggunakan pesawat dengan layanan first class yang super mewah .


Ia melirik suaminya yang tengah asik menatap layar kecil di hadapannya dan menggunakan headphone ditelinga.


"Max!" Ucap Mikha mencoba menyentuh bahu suaminya.


"Maxim!"


Merasa bahunya di sentuh, Max dengan cepat langsung melepaskan Headphone yang ia gunakan dan menoleh kepada istrinya.


"Iya Sayang." Ujar Max lembut.


"Ma ...maafkan aku!" Ucap Mikha lirih, kepala wanita itu menunduk untuk menghindari tatapan mata suaminya.


"Maafkan aku sudah bersikap kekanak-kanakan, harusnya aku lebih mengerti posisi dan perasaan kamu."


Ucap Mikha kembali menyesali perbuatannya kepada sang suami.


Tanpa menjawab perkataan Mikha, Max seketika memeluk istrinya dengan erat. Senyuman merekah di bibirnya, ia pun menciumi kening dan pipi istrinya berulang-ulang kali.


"Terima kasih sayang, maafkan aku juga! aku sungguh tidak bermaksud mempermainkanmu, aku sangat mencintaimu Sayang!" Ucap Max yang kembali memeluk hangat tubuh sang istri.


"Sayang jika kau marah kau boleh memarahi aku bahkan aku mengizinkanmu memukulku, tapi aku mohon jangan diam padaku! itu sangat menyiksa. Aku takut kamu pergi meninggalkanku."


Ucap Max dan menatap wajah Mikha erat-erat, perlahan ia mendekatkan wajahnya ke wajah Mikha hingga bibir mereka saling bertemu satu sama lain.


Mikha yang telah terbuai oleh kecupan asmara suaminya, kini mulai mengikuti permainan dan membuka sedikit mulutnya saat lidah nakal Max mulai memaksa masuk kedalam rongga mulutnya.


Sepertinya mereka lupa bahwa mereka masih berada di tempat umum walaupun dengan ruang privasi yang cukup memadai.


Ryan yang baru saja kembali dari toilet, tak sengaja melihat kilatan adegan mesra nan panas pasangan suami istri tersebut.


Pria itu segera memalingkan wajahnya dan tersenyum getir, lalu kembali menuju kursinya.


Ryan segera meminum sekaleng minuman bersoda dingin di hadapannya untuk mendinginkan hati dan pikirannya yang tak menentu.


...****************...


Indah masih membaringkan tubuhnya ranjang kesayangannya. Pikirannya masih terpenuhi kerena satu pria yang sama.


"Jhon, kapan kita bisa berjumpa kembali?" Gumam Indah lirih sambil menatap erat boneka beruang besar di hadapannya seakan berbicara pada Jhon.


Tak lama ponselnya berdering dan tak lain adalah panggilan dari Dilla.


Dengan cepat ia mengangkatnya, entah apa yang terjadi dengan perbincangan mereka. Seketika wajah Indah yang muram kini kembali bercahaya dengan mata berbinar-binar.


Ia sangat senang dengan kabar yang di sampaikan oleh Dilla.


Setelah menutup teleponnya, Indah melompat-lombat kegirangan dan memeluk si tuan boneka dengan erat.


Ia kemudian berlari menemui sang ibu dan ayahnya yang sedang asik berbincang membicarakan pernikahan mereka.


"Mih, Pih aku memutuskan tidak ikut kalian kembali ke Banjarmasin. Aku ingin mandiri dan merintis pengalaman karirku sendiri." Ucap Indah antusias.


"Kenapa tiba-tiba sayang?" Tanya Bu Vera dengan tatapan bingung kepada anaknya perempuannya


"Aku di terima di sebuah perusahaan besar di London!" Ucap Indah dengan lantang.


"Oh ya, wah selamat ya sayang. Papi harap kamu jaga diri dan kesehatan disana, Papi tidak akan pernah menghalangi impianmu, jika kau ingin pulang pintu rumah akan selalu terbuka untukmu."


Pak Arjun memeluk Putri semata wayangnya di susul oleh Bu Vera.


"Kapan kau berangkat kesana sayang?" Tanya Bu Vera.


"Kira-kira 5 hari lagi, setelah Mami menikah dengan Papi." Ucap Indah dengan senyum mengembang di bibirnya.


...****************...


*Hai teman-teman terus dukung Author ya


Dengan fav jika suka , Like dan komentar


serta Rate dan vote jika punya poin lebih hehehe.


Terima kasih yang udah komen sesuai isinya, aku harap kalian suka dengan karyaku yang masih jauh banget dari kata sempurna ini.


Author juga suka banget cantumin gambar soalnya bikin Author makin semangat ngehalunya hehehe


Untuk yang promo gak apa-apa asal jangan spam ya say, nanti aku pasti mampir balik kok cuma sabar soalnya Author kan juga harus ngurus baby jadi gak terus pantengin hp .


ya sudah cukup sekian Author banyak bicara sekali hehehe


Terima kasih banyak ya 😘❤❤❤*