
...Hai teman-teman jangan lupa Like, komen dan Rate ⭐⭐⭐⭐⭐...
...klo ada rezeki boleh dong berbagi vote sama Author yang miss queen ini hehehe...
...Ingat Promo boleh spam jangan😉...
...Boleh dong mampir ke karya baru Author...
...Terima kasih...
...🌸🌸🌸...
Hari berganti hari, Waktu terus bergulir menyisakan rindu atas kedua anak manusia yang terpisahkan jarak.
Mikha tampak memandangi sebuah kalender di atas meja rias, mencoret hari demi hari yang ia lewati tanpa sang suami dan juga memutar musik yang melantunkan alunan lagu yang dinyanyikan oleh sang suami.
"Hah...7 hari lagi! "
Mikha menghela nafas, ia berjalan dan menghempaskan tubuhnya di atas ranjang.
Berkali-kali ia menghubungi suaminya namun selalu tidak tersambung, namun walaupun begitu Maxim selalu menyempatkan dirinya menghubungi sang istri walau hanya 5 menit dalam sehari.
Mikha mencoba mencari-cari kesibukan sendiri karena kedua Sahabatnya dan Marrie sedang bekerja sedangkan mertuanya dan Bella sedang pergi, ia memutuskan merapihkan kamarnya yang sebenarnya sudah terlihat rapih dan memberikan laci-laci di lemari dan nakasnya.
Mikha menemukan sebuah buku sketsa kecil, disana terdapat banyak gambar wajahnya yang di lukis oleh sang suami, nampaknya Max benar-benar berbakat dalam bidang seni baik tarik suara ataupun seni rupa.
"Kartu Member?"
Ucap Mikha kala menemukan kartu sebuah mamber klub malam yang bernama "Rainbow Club", di sana tertulis nama Maxim sebagai mamber VVIP.
"Oh, jadi ini kelakuan dia dulu! sering clubbing sampai jadi mamber VVIP !"
Ucap Mikha berdecak kesal, tanpa tahu bahwa itu bukan hanya klub malam biasa. Ia menyimpan kembali kartu tersebut untuk ditanyakan langsung kepada orang yang bersangkutan jika sudah kembali.
...****************...
Sementara Max yang habis melakukan gladi resik, terlihat beristirahat sesekali mengelap butiran-butiran keringat di keningnya.
"Nih jus mangga kesukaanmu." Ucap Jerry menyodorkan segelas jus mangga dingin kepada Max, dengan segera ia menengguk jus tersebut karena rasa dahaga yang terasa mencekiknya.
Hoek... Hoek...
Max segera berlari ke toilet, memuntahkan segala isi perutnya. Entah mengapa rasa dari buah mangga yang biasa ia sukai kini sangat tidak enak dan membuatnya mual.
Jerry tampak khawatir, dan menyusul Max yang tampak lemas setelah menguras isi perutnya.
"Kau sakit? lebih baik kau berobat dulu." Ucap Jerry.
"Ah tidak, mungkin karena pola makan ku yang bermasalah. Kau tau beberapa hari ini aku gak bisa menerima makanan-makanan yang di sediakan."
"Ya sudah kau istirahat dulu saja, kalau ada apa-apa ngomong aja." ucap Jerry menepuk pundak Max dan melanjutkan sesi latihannya tanpa Maxim.
Seminggu berlalu, Kini memasuki musim semi di bulan Maret, Mikha yang belakangan ini terbiasa tidur kembali setelah melakukan sholat subuh merasa terusik dari tidurnya.
Ia mengerjapkan matanya dan sesekali menggosok matanya.
"Morning honey." Ucap Max yang kini berbaring dan tengah memandang sang istri.
Mikha terperanjat melihat kehadiran suaminya yang telah ia rindukan.
Ia segera memeluk erat Maxim dan menghirup dalam-dalam aroma tubuh suaminya yang sangat membuatnya nyaman.
"Aku kangen sama kamu." ucapnya dengan mata yang tampak berkaca-kaca.
Maxim membalas perlakuan sang istri dengan menciumi seluruh area wajah istrinya, mulai dari kening, kelopak mata, hidung, pipi lalu berlabuh di bibir istrinya.
"Max, aku belum sikat gigi." Ucap Mikha yang menjauhkan bibir sang suami yang semakin memperdalam ciumannya.
Max hanya tersenyum dan kembali melanjutkan ciumannya tanpa peduli perkataan istrinya.
Tangannya mulai merayap menyusuri tiap lekuk tubuh istrinya dan perlahan membuka tiap butiran kacing yang berada pada piyama yang dikenakan Mikha, dan pada akhirnya memperlihatkan sepasang buah di dada yang tidak terhalang apapun.
Max merasakan ada yang berbeda pada dirinya, saat ini untuk pertama kali ia membangkitkan hasrat kejantanannya secara alami tanpa di pengaruhi oleh obat apapun.
Suasana di kamar itu semakin panas, decitan-decian sensual seolah saling sahut bersahut dengan burung-burung yang sedang berkicau di jendela kamar pasangan tersebut, hingga di akhiri oleh geraman keras yang terlontar dari bibir Maxim.
Mikha berbaring di pelukan sang suami setelah menunaikan tugasnya sebagai istri karena Maxim meminta haknya.
"Sayang kamu gemukan." Ucap Maxim membelai lembut kepala sang istri.
"Gak tau nih, aku bawaannya laper terus " Ucap Mikha yang adik membelai rambut-ranbut halus yang terdapat di dada Maxim.
TOK... TOK... TOK...
"Kak sarapan dulu yuk, sudah ditunggu Mommy."
Ucap Marrie mengetuk pintu kamar Maxim.
"Iya sebenar!" Ucap Max kesal karena merasa terusik.
"Max aku punya kejutan untukmu." Ucap Mikha, yang perlahan berdiri menggunakan kedua kakinya tanpa bantuan alat apapun.
Max terperangah, hati pria itu sangat bahagia melihat sang istri bisa kembali seperti sediakala.
"Maaf sayang, aku gak nemenin kamu saat proses penyembuhan." Ucap Maxim memeluk istrinya
...****************...
Di kediamannya Clara tampak sibuk berkecimpung dengan ponsel dan Laptop miliknya.
Wanita yang baru kembali dari liburannya tampak sibuk merencanakan suatu hal di bantu oleh orang-orang suruhannya.
"Hahahaha pekerjaan bagus! Thanks atas informasinya, saya akan transfer plus bonus untukmu." Ucap Wanita itu dengan seseorang di telepon.
Clara tampak tersenyum puas seseki mengguncang-guncangkan kakinya
"Tunggu waktu saja, dan Boom!!! habislah kau ku permalukan di muka umum!" Ucap Wanita itu dengan seringai yang tersungging di bibirnya.
...****************...
Keesokan harinya Max harus pergi karena ada sesi latihan.
Sedangkan lagi-lagi Mikha harus di tinggal bersama para pelayan di rumah besar itu karena sang tuan besar pemilik kediaman itu harus pergi keluar kota bersama istri dan cucunya.
Tak sengaja ia menyenggol tas kecil miliknya hingga terjatuh dan isinya berserakan di lantai.
Mikha melihat sesuatu yang tidak asing, sebuah kartu nama bertuliskan Mamber card yang sama persis dengan milik suaminya yang tidak sengaja ia temukan.
Rainbow Club
No xxxxxx
Name : Mr.Jesson as Mr.Max Boy Friends
phone *********
Mikha kembali mencocokan dengan kartu milik suaminya, dan hasilnya adalah sama persis hanya saja di dalam Kartu milik Max hanya berisi nomer member dan nama si pemilik.
"Kenapa di kartu Tuan Jesson ada nama Maxim? apa mereka saling kenal? T-tapi maksudnya apa? Boy Friends apa?"
Mikha tampak bingung lalu memberanikan diri untuk menelpon Jesson.
"Selama sore Tuan Jesson bisakah saya bertemu dengan Anda? oh oke, saya langsung kesana!"
Ucap Mikha yang langsung bergegas mengambil tas kecil miliknya dan pergi menggunakan Taksi yang telah ia pesan.
Hampir pukul 9 malam hujan lebat di sertai angin kencang menerpa kota London malam itu, Maxim tampak khawatir dengan keberadaan istrinya. Berkali-kali ia menelpon ponsel milik istrinya namun tidak tersambung.
"Molly kemana perginya Nyonya muda?"tanya Max penuh kegusaran kepada kepala pelayan di kediamannya.
"Maaf tuan, Nyonya hanya bilang ada perlu sebentar dan tidak mau di antar, beliau bersikeras naik taksi, Tuan." Ucap Molly tertunduk, baru kali ini ia melihat Maxim semarah itu.
"Ya sudah ayo kita cari! biar aku sama Indah, Marrie dan Dilla!" Ucap Jhon segera mengambil kunci mobil miliknya.
"Tuan! Nyonya sudah pulang!" Pekik Molly di susul seorang pelayan membawakan sebuah handuk.