Oh My Mister

Oh My Mister
Asal kau Bahagia



Teman-teman Author gak bosan-bosan bilang, jangan lupa Like, komentar, dan Rate bintang 5 ya...


kalau ada poin lebih bisa kasih Vote nya untuk karya Author yang masih amatir ini๐Ÿ˜


Terima kasih๐Ÿ˜


...๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ...


Hari itu Indah tampak sibuk, bagaimanapun hari itu adalah hari pernikahan Ibu dan ayahnya kembali.


setelah kembali rujuk, orang tua Indah akan kembali ke Kalimantan sedangkan Indah dan Dilla mempersiapkan diri untuk ke London.


Sebuah masjid di kawasan pemukiman tempat tinggalnya menjadi saksi bisu kembali bersatunya kedua orang tua Indah.


Sedangkan Dilla meminta izin kepada kedua orang tuanya untuk mengadu nasib ke negri orang.


Walau awalnya kedua orang tuanya merasa keberatan namun pada akhirnya Dilla mengantongi izin dari ayah dan ibunya, dengan syarat memintanya tetap menjaga diri dan kehormatan.


Segala urusan sudah di selesaikan oleh orang suruhan Marrie. Kini kedua gadis itu hanya tinggal menghitung hari untuk berangkat ke London, dengan tujuan utama tentu saja menemani Indah mengejar cinta seorang Jhon.


Marrie akan memposisikan Indah menjadi sekretaris pribadi Jhon, sedangkan Dilla akan menjadi asisten pribadi Marrie. Tempat tinggal mereka pun sudah di atur oleh Marrie, Marrie benar-benar sudah merencanakan itu semua secara matang.


...****************...


Mikha terbangun dari tidur lelapnya, mendapati sang suami yang tertidur pulas di sampingnya.


Dengkuran halus yang terdengar, menghiasi wajah pria yang begitu lembut dan tampan bak pangeran di Negeri dongeng.


"Mata biru yang sendu, hidung mancung, bibir merah, pipi yang tampak merona di sempurnakan dengan lesung pipi." Ucap Mikha dengan suara yang lembut sambil menunjuk-nunjuk bagian-bagian yang ia sebutkan pada wajah suaminya.


"Aku gak pernah menyangka akan memiliki suami yang begitu tampan bagai pangeran ini." Ucap Mikha tersenyum.


"Kalau aku pangeran kau putrinya, sayangku" Ucap Max yang tiba-tiba saja membuka matanya, mendapati sang istri tengah asik menikmati wajah indahnya.


"A-Apasih Max!"


Mikha yang malu, hanya bisa melepar bantal ke arah wajah suaminya untuk menutupi rasa malu. Max tersenyum melihat tingkah istrinya yang masih saja malu-malu pada dirinya.


Setelah sarapan pagi, Mikha dan Max berpamitan untuk kembali ke apartment mereka.


Mereka berencana untuk pergi ke supermarket dahulu untuk membeli bahan-bahan makanan dan perlengkapan rumah tangga yang telah habis.


Selama di jalan Mikha hanya berdiam diri saja,wajahnya tampak pucat tak seperti biasanya.


Max menepikan mobilnya di bahu jalan untuk melihat kondisi istrinya.


"Kamu kenapa sayang? gak enak badan?" Ucap Max sambil memegang dahi Mikha.


"Aku mual." Ucap Mikha yang langsung keluar dari dalam mobil dan memuntahkan semua isi perutnya.


Max terlihat khawatir, setia memijat tengkuk istrinya. Hingga Mikha merasa lega dengan tubuh yang lemas.


"Kita ke rumah sakit ya, hari ini kamu istirahat saja gak usah ikut aku latihan dulu." Ucap Max membelai rambut Sang istri.


"Tidak Max, aku baik-baik saja! A-Aku hanya mual karena semenjak datang kesini aku belum makan nasi, aku belum terbiasa apalagi terus menerus memakan makanan yang tidak ada rasa pedas-pedasnya, huhhh ...aku muak dengan rasa keju dan saus tomat."


Ucap Mikha terus terang, ia begidik ngeri membayangkan makanan dengan bahan utama kentang, keju dan saus tomat.


Max tertawa mendengar ucapan Mikha, dia hampir lupa dengan selera makan istrinya.


"Hahaha Kenapa kau tidak bilang, ya sudah kita cari Restoran Indonesia ya. Nanti pulangnya sekalian beli beras dan bahan makanan di toko asia, Oh iya sekalian kita beli Rice cooker." Ucap Max mengacak-acak rambut Mikha dan mengecup lembut dahi istrinya.


...****************...


Setelah semuanya selesai, mobil Max memasuki gedung yang cukup besar.


Ia kemudian menggenggam tangan istrinya kala memasuki gedung tersebut, Hingga seluruh mata tertuju padanya.


Max dan Mikha segera memasuki lift dan menekan angka 15, setelah pintu lift terbuka beberapa orang yang ada di sana terperangah dan langsung antusias mengelilingi Max dan Mikha yang baru saja keluar dari dalam lift tersebut.


"Maxim! kenalkan dong istrimu pada kami." Ucap seorang wanita dengan ramah.


"Wah selamat ya, kapan acara pestanya!"


Begitulah hingga pasangan itu kewalahan menjawab pertanyaan yang tidak ada habisnya.


Sementara di sudut ruangan tunggu ada sepasang mata yang memperhatikan pasangan itu dengan tatapan tidak suka, ia menggertakkan giginya menahan rasa benci terutama pada sang wanita pendamping Maxim.


"Aku harus bersabar sebelum menyingkirkan wanita itu! kali ini aku tidak boleh gegabah!"


...****************...


Max dan Mikha memasuki sebuah ruangan kedap suara yang sangat luas, di Sana terdapat beberapa orang dan berbagai macam alat musik.


Mikha mendapati Jerry, Ryan, dan David yang sedang sibuk membicarakan jadwal pekerjaan.


Tak lupa Max memperkenalkan Mikha dengan beberapa orang crew yang ada di sana.


"Kamu duduk aja di sini dulu ya, tunggu aku latihan dulu." Ucap Max mencium kening istrinya.


Mikha dengan setia menunggu sang suami, pandangannya tak lepas dari suaminya yang sibuk mengatur suaranya dan berlatih koreografi dengan kedua Sahabatnya.


Setelah menunggu hampir 2 jam lamanya, tiba-tiba saja Jerry memainkan piano di susul Max yang bernyanyi dengan sendu mendekati istrinya.



You and I had something special, baby


Something that you only see on movie screens, I know


Lately, I've been missing you like crazy


Oh, why, why'd you let me in just to let me go?


Most guys will get high when feeling low


But I don't think that that's the way to go


Sometimes I'll be sitting on my own


Thinking 'bout life, thinking 'bout you and me


How do you lose the one you love?


After giving it all, you gave it up


Maybe my love wasn't enough


You think you know, but you never can


How do you lose your only plan?


Well darling, just give me one more chance


And I'll give you everything I have


I'll try to be a better man


I saw an angel, but they've hidden their wings, I know


Everyone's got that special baby


Oh, I, now I only see you in my dreams


Most guys will get high when feeling low


But I don't think that that's the way to go


Sometimes I'll be sitting on my own


Thinking 'bout life, thinking 'bout you and me


How do you lose the one you love?


After giving it all, you gave it up


Maybe my love wasn't enough


You think you know, but you never can


How do you lose your only plan?


Well darling, just give me one more chance


And I'll give you everything I have


I'll try to be a better man


I've been up and I've been down


Think that's just what love's about


You took the words right out my mouth


If you feel it, say it now


It's been a while but I've figured it out


But it ain't just what love's about?


You took the words right out my mouth


But if you feel it, say it now


How do you lose the one you love?


After giving it all, you gave it up


And maybe my love wasn't enough


You think you know, but you never can


And how do you lose your only plan?


Well darling, just give me one more chance


And I'll give you everything I have


I'll try to be a better man


(Westlife - BETTER MAN)


Suara tinggi dan merdu yang seolah menyihir siapapun yang mendengarnya.


Di tambah wajah tampan sang penyanyi membuat semuanya terasa sempurna, tak heran banyak kaum hawa yang mengidolakan hingga tergila-gila kepada mereka.


" I Love you, my wife." Ucap Max mengakhiri nyanyiannya, kemudian ia berlutut di hadapan sang istri dan memberikan sebuah buket coklat yang di tata menyerupai bunga.


Mikha tersenyum malu melihat perlakuan Max kepadanya, ia kemudian memeluk erat sang suami yang berlutut di hadapannya.


Pria itu benar-benar berhasil membuatnya melayang di mabuk cinta.


Semua orang yang melihatnya tak kalah histeris menyaksikan adegan bak drama di hadapannya.


Terlebih Jerry, ia tak kalah heboh bersorak Sorai sambil mengabadikan moment itu dengan ponselnya.


Mereka semua begitu hanyut dalam suasana hingga tak sadar ada seorang pria yang tersenyum masam dengan tatapan nanar.



"Semoga kalian selalu bahagia." Ucap Ryan dan pergi begitu saja.


...****************...


Hari itu Max dan teman-temannya harus latihan dengan waktu yang lebih lama, di karenakan mereka akan menjadi bintang tamu di suatu evet nanti malam.


Mikha yang cukup lelah menunggu meminta izin kepada suaminya untuk membeli donat di gerai Dunk*n Donuts yang berada di lantai dasar gedung tersebut.


"Hati-hati sayang, kalau ada apa-apa telepon aku atau David saja." Ucap Max dan mengecup kening istrinya.


Dengan senang hati Mikha berjalan-jalan menelusuri gedung yang mewah dan besar tersebut.


Ia membeli 2 Lusin donat yang akan di bagi-bagikan kepada teman-teman dan crew Maxim.


BRAK!!!!


Dari arah berlawanan seorang wanita cantik menabrak Mikha dan membuat Boxs donat milik Mikha jatuh dan isinya berserakan di lantai.


"Aku minta maaf Nona, aku tidak sengaja." Ucap Wanita itu panik dan segera membatu Mikha membereskan donat-donat yang berserakan di lantai.


"Oh iya tidak apa-apa kok!" Ucap Mikha tersenyum.


"Biarkan aku menggantinya!"


"Tidak perlu nona."


"Tidak ...Tidak, aku mohon biarkan aku ganti rugi atas semua kelalaianku." Ucap Wanita itu menggenggam tangan Mikha.


Mikha yang tidak enak hati akhirnya menuruti kemauan wanita itu. Setelah membeli donat wanita itu kembali meminta maaf pada Mikha yang sebenarnya tidak pernah mempermasalahkannya.


"Aku benar-benar minta maaf Nona, aku tadi jalan tergesa-gesa." ucapnya menundukkan kepalanya.


"Saya tidak mempermasalahkannya kok, terima kasih ya atas donatnya, oh ya... perkenalkan namaku Mikha." Ucap Mikha tersenyum dan mengulurkan tangannya.


Wanita itu membalas senyuman Mikha dan segera menjabat tangan Mikha.


"Namaku Jessy, senang berkenalan berkenalan denganmu nona Mikha."


...****************...