Oh My Mister

Oh My Mister
Di balik kebahagiaan



Max tampak tertawa terpingkal-pingkal kala mendengar cerita dari mulut sahabatnya, bahkan hinhga kedua sudut nertranya mengeluarkan air mata.


"wahahahaha ja-jadi kau di sunat dalam keadaan pingsan hahahaha.... kena kau di kerjain sama Rika"


Max terus tertawa hingga tidak sadar tangannya memukul senjata milik Jerry yang baru saja habis di sembelih.


Plak!!!


"Sakit beg*!" Jerry memukul kepala Maxim dengan ekspresi wajah yang meringis menahan sakit, namun Max malah semakin tertawa sejadi-jadinya.


Mikha yang mendengar obrolan para pria itu segera menghampiri dan menjewer telinga suaminya yang tak habis-habis menggoda Jerry.


"Kamu itu, gak sadar dulu juga ngumpet di atas pohon dan wc! sok-sokan godain Jerry!"


"Aw... sakit sayang, ampun"


"Bukannya suruh Jerry istirahat dulu!"


"Iya ampun sayang, aduh panas." Max meringis dan tampak mengusap-usap telinganya yang habis di Jewer oleh Mikha.


"Istirahatlah Jer, temanmu ini emang mesti di kasih pelajaran."


"Pelajaran di ranjang ya, yank? ayo!" Ucap Max asal bicara, pria itu mengedipkan sebelah matanya menggoda sang istri.


Mikha membulatkan matanya dan mencubit perut sang suami, yang bicara nyeleneh di hadapan orang lain. Pipinya memerah akibat tingkah suaminya


"Awww sakit, KDRT nih!"


"Bodo amat!" Ucap Mikha berbalik, meninggalkan suaminya yang tertawa melihat wajah malu Mikha.


......................


Indah dan Jhon tampak asik menikmati senja di balkon kamar hotel yang ditempati Indah. Pemandangan yang menyajikan hamparan taman bunga di kaki bukit menambah romantisme suasana yang tercipta.


Gadis itu menyandarkan tubuhnya pada dada bidang kekasihnya, sementara Jhon asik membelai rambut Indah dan sesekali mengecupnya.


"Honey, aku punya sesuatu untukmu" Ucap Jhon, yang membuat Indah beranjak dari posisi ternyamannya.


Jhon mengeluarkan sebuah kalung yang begitu cantik dari sakunya, kalung bertabur berlian yang tampak elegan dan sederhana.


"Sebenarnya aku sudah lama membelinya, cuma aku gak berani memberikannya padamu. Jadi aku selalu bawa ini kemana-mana." Jhon tersenyum mengingat tingkah konyolnya yang bahkan tidak berani memberikan Indah hadiah.


"Aku pakaikan, ya?" sambung Jhon.


Indah tersenyum dan mengangguk, gadis itu mengepal seluruh rambutnya untuk memudahkan Jhon memasangkan kalung di lehernya.


Perlahan Jhon memasangkan kalung yang tampak serasi dengan warna kulit kekasihnya, lalu pria itu tiba-tiba mengecup leher kekasihnya yang tampak terekspos.


Bulu kuduk Indah meremang karena tingkah kekasihnya yang semakin menjadi-jadi.


"Akh...Jhon geli"


Jhon membalikan tubuh Indah hingga mereka saling berhadapan, pria itu menatap lekat kedua bola mata kekasihnya sebelum perlahan mengecup bibir Indah.


Kecupan-kecupan lembut itu semakin lama semakin dalam hingga bibir mereka kian bergulat satu sama lainnya.


Kecupan Jhon semakin turun menjalar ke tengkuk lehernya dan kini berada di dadanya yang tampak terbuka.


"Se-sejak kapan kancing kemeja ku terbuka?" Indah bergumam dalam hati, pria itu sungguh lihai dan berbahaya mengecoh kekasihnya hingga hanyut dalam buaiannya.


"J-jhon, aku malu." ucap Indah lirih


"ya sudah kita pindah ke dalam", suara Jhon susah terdengar berat.


"B-bukan begitu maksudku J-jhon...ah..."


"S-sayang, stop!"


Indah memberanikan diri menjauhkan Jhon dari tubuhnya, ia segera merapihkan pakaiannya kembali yang tampak berantakan.


"M-maaf sayang aku belum siap." Ucap Indah tertunduk, sebenarnya ia takut Jhon kecewa karena lagi-lagi ia menolaknya.


Namun pria itu tersenyum dan mengecup kepala Indah, tidak ada rasa kecewa pada wajah seorang Jhon.


"Maafkan aku sayang, aku gak akan melakukannya jika kau tidak mengizinkan."


Ting!!!


Suara ponselnya Indah berbunyi, gadis itu segera membuka sebuah besan yang masuk.


📩****From : Dilla plongor


Ndah, gue pamit pulang kampung ya...


Ibu gue tadi telepon, bilang kalau gue ada yang melamar kemungkinan segera di nikahkan


Jadi gue harus buru-buru pulang kampung.


📨To : Dilla plongor


Hah! bercanda lu gak lucu, di nikahin sama siapa?


📩From : Dilla plongor


Serius ini gue udah di pesawat, mungkin 8 jam lagi gue sampai di Indonesia.


Gue gak tau di nikahin sama siapa, orang tua gue gak ngomong apa-apa, tapi gue yakin kalau orang tua gue udah setuju pasti dia pria baik-baik


"Sayang, bisa tidak aku izin cuti? aku harus pulang ke Indonesia! Dilla mau dinikahkan sama orang tuanya." Ucap Indah pada Jhon .


"Ayo, kita berangkat!"


"Kita?"


"Iya, kita! kau dan aku. Apa kau berniat meninggalkan calon suamimu ini sendirian?"


"Bu-bukan begitu tapi bagaimana pekerjaanmu disini, kan belum selesai!"


"Aku bisa jadwal ulang, kau lebih penting dari apapun!" Jhon mengecup kening Indah, kini mereka bersiap meninggalkan pekerjaan di China untuk sementara waktu.


......................


Sementara itu di London seorang wanita tanpak berdecak kesal dengan pria bertubuh atletis yang kini berada di sampingnya.


Siapa lagi kalau bukan Rhine dan Jessons.


"Sial aku harus menebusmu dengan harga mahal!"


Rhine tampak berdecak kesal, ia harus bersusah payah menebus Jesson pada pihak kepolisian dengan harga mahal.


"Kau itu bodoh dan ceroboh! beruntung aku memiliki 2 identitas berbeda, kalau bertindak pakai otak! aku sudah bilang bahwa Jhon itu berbahaya!"


"Maaf, aku benar-benar tak tahan melihat wanita itu masih hidup!" Ucap Jesson tampak gusar, mata pria itu sama sekali tidak menunjukan penyesalan.


"Agrhhhhh! apalagi aku baru mengetahui wanita ******* itu tengah mengandung, sumpah demi apapun aku gak akan membiarkan bayi mereka terlahir ke dunia ini! aku akan menghancurkan hidup mereka seperti apa yang telah mereka lakukan padaku!"


Jesson tampak meremas selembar foto Mikha dan Max di tangannya, mata pria itu memancarkan dendam. Entah rencana apa lagi yang akan mereka lakukan.


......................