Oh My Mister

Oh My Mister
Keputusan Pak Arjun



Pak Arjun nampak bergeming, pandangannya terus berganti-ganti melihat sekelilingnya.


Putrinya yang nampak menangis, dengan seorang anak kecil yang mengekor dan menggenggam erat tangannya. Ia juga melihat sang istri terdiam dengan wajah yang sembab, begitu juga Nyonya Anna yang tampak terdiam dan terus mengelap matanya yang basah dengan sebuah sapu tangan.


Lalu pandangannya beralih pada dua pria yang bersimpuh di hadapannya, kedua pria penguasa yang kini rela menjatuhkan martabat di hadapannya. Kini tatapannya terfokus pada Tuan Andrew, pria tua yang terus menyalahkan dirinya sendiri atas kesalahan putranya.


Hatinya begitu sesak, sebagai seorang ayah, ia juga sadar telah gagal dan menjaga putri semata wayangnya.


"Mister Andrew, tolonglah jangan begini. Saya juga sama, merasa gagal menjadi orang tua," ucapnya yang mulai melembutkan dan membantu Tuan Andrew bangkit.


Pak Arjun berdiam sejenak dan menghela napasnya dalam-dalam. "Baiklah, saya restui kalian. Tapi Mr.Jhon, saya harap kau tidak mengecewakan lagi anakku! Jika setetes saja air mata anakku keluar karena kau yang membuatnya terluka, maka saya tidak segan untuk memisahkan kalian!" titahnya sungguh-sungguh.


Jhon terperangah dan segera kembali memeluk kaki calon mertuanya dengan ucapan syukur yang tiada henti-hentinya terucap. Begitu pula Indah yang segera memeluk Bella dengan tangisan penuh rasa syukur.


"Cepatlah kalian menikah, jangan sampai kesalahan dulu terulang kembali," ucapnya kembali dengan nada suara yang sudah menurun.


Indah segera menghampiri ayahnya, dan memeluknya dengan erat. "Makasih Pih, maafin Indah yang udah mengecewakan mamih dan papih."


......................


Keesokan harinya di rumah keluarga Indah sudah nampak ramai, beberapa orang suruhan Tuan Andrew tampak sibuk mendekorasi rumah mewah tersebut hingga siap dalam waktu singkat.


Sedangkan Indah tengah di rias dengan Bu Vera yang berada di sampingnya.


"Cantik sekali sayang," ucapnya kala melihat Indah sudah terlihat cantik dengan gaun panjang membalut tubuhnya.


"Mih, kenapa gak pakai kebaya aja? Ini kan cuma akad aja?" tanya Indah bingung, karena mereka hanya merencanakan akad nikah saja, mengingat keluarga Jhon tidak semua datang dan Maxim masih dalam keadaan koma. Namun Bu Vera hanya tersenyum, karena akad nikah menurut mereka tetap saja mengundang banyak tamu dan terlihat seperti resepsi di kalangan masyarakat pada umumnya.


Cklek


Pintu kamar terbuka, muncullah sosok wanita yang tengah hamil muda menghampirinya.


"Indah!" Dilla memekik dan memeluk sahabatnya.


Dilla, Jerry, Marrie dan David memang baru saja datang khusus untuk melihat akad nikah antara Dilla dan Jhon.



"Selamat ya! Semoga jadi keluarga sakinah, mawaddah, warahmah. Dan mudah-mudahan cepat nyusul gue dan Mikha, biar anak kita sepantaran entar bikin boy band atau gengster Hahaha," ucap Dilla di sela dengan candaan.


Mereka nampak asik dalam canda tawa hingga waktunya tiba. Keluarga Jhon yang baru datang nampak memasuki taman tempat diselenggarakannya prosesi akad nikah yang begitu sakral.


Jhon terlihat lebih muda bahkan nyaris mirip sang adik, dengan rompi kasual dan makeup tipis yang ia kenakan. Sedangkan Indah mulai masuki tempat tersebut si dampingi Bu Vera dan Dilla. Jhon terperangah dengan penampilan Indah yang terlihat cantik dan begitu menggodanya imannya, ingin sekali rasanya ia melewatkan acara setelah akad dan langsung menculik Indah kedalam kamar pengantin.


"Saudara Jhon sudah siap?" tanya seorang penghulu setelah berbicara panjang lebar yang tentu tidak di dengar oleh sang pengantin pria, Jhon terlalu asik memandangi Indah hingga Indah terpaksa mencubit Jhon yang kini duduk di sampingnya.


Jhon mulai menjabat tangan Pak Arjun, untuk memulai prosesi pengikatan janji suci sepasang anak manusia kepada Tuhan yang maha esa.


"Bismillahirrahmanirahim. Saudara Jhon Marcello Larry, saya nikahkan kau dengan putri saya yang bernama Indah Apriliani. Dengan emas kawin seperangkat alat sholat dan sebuah berlian The Winston Blue seberat 13,22 karat di bayar tunai!" tutur Pak Arjun dengan sungguh-sungguh, walau ia sempat terkejut mengetahui emas kawin yang di berikan Jhon adalah sebuah berlian langka yang di bandrol dengan harga fantastis senilai Rp 349 miliar.


Jhon menghela napasnya sejenak, guna mengurangi kegugupannya yang tiba-tiba melandanya.


Sah!


Alhamdulillah


Seluruh tamu dan saksi tampak berdoa setelah mengucapkan kalimat sah dan hamdalah, Jhon menyisipkan sebuah cincin bermatakan berlian tersebut pada jari manis Indah dan di balas ciuman pada punggung tangannya.


"Aku mencintaimu Indah, sekarang dan selamanya," bisiknya sebelum ia mengecup kening wanita yang kembali menjadi istrinya.



Di balik kebahagiaan itu, Mikha menatap ponselnya miliknya. Ia melihat seluruh prosesi akad nikah sahabatnya melalui panggilan video.


"Sayang, akhirnya Indah dan Kak Jhon kembali bersatu. Lihatlah!" ucapnya tersenyum seraya memperlihatkan layar ponselnya menghadap sang suami yang masih setia di tidur panjangnya.


Mikha membelai lembut suaminya hingga tak terasa air mata menetes hingga membasahi wajah Maxim.


"Sayang, kapan kamu bangun? Aku sangat rindu padamu, aku rindu melihat mata birumu, bahkan aku rindu suara merdumu. Bangunlah, aku dan anak-anaknya menantimu! Bagaimanapun keadaanmu setelah sadar, kami akan menerimamu sepenuh hati karena kami begitu mencintaimu," ucap Mikha lirih, yang seakan tiada letihnya mengucapkan kalimat yang sama di setiap harinya.


......................


Malam pun tiba, setelah bercengkrama dan bercanda tawa kini satu per satu keluarga telah kembali ke kamar masing-masing.


"Sayang," sapa Jhon yang baru memasuki kamarnya. Ia melihat sang istri yang tengah asik memainkan ponsel di atas ranjang.


Indah melirik sejenak kearah suaminya lalu kembali beralih ke ponselnya kembali, hingga membuat si ABG tua berjiwa muda itu nampak merajuk dengan sikap acuh sang istri.


Jhon menghampiri istrinya, dan seketika merebahkan kepalanya di pangkuan Indah.


"Sayang, udah 4 tahun lebih nih," ucapnya mencoba memberi kode, namun lagi-lagi Indah acuh dan mengabaikan bayi besar yang berada di pangkuannya.


Pria blonde itu semakin mengerucutkan bibirnya, membuat Indah mati-matian menahan tawanya dengan ekspresi aneh yang di buat suaminya. Jhon yang menyadari itu, langsung bangkit dan menggelitik tubuh istrinya.


"Hahahaha ampun, ge-geli Honey hahaha," Indah terus tertawa dan tubuh menggeliat karena serangan yang di berikan suaminya.


Jhon segera memeluk tubuh mungil sang istri dan mengetatkannya di dalam pelukannya. Jhon menciumi pipi istrinya dan perlahan beralih pada ceruk leher Indah.


"J-jhon jangan sekarang," ucapnya tersengal-sengal kala merasa sang suami sudah nampak tidak sabar dan terus menerus mencumbunya.


Tanpa peduli, kini Jhon mencium bibir sang istri dengan rakus sedangkan tangannya entah sudah berkeliaran kemana-mana.


Indah mendorong paksa tubuh suaminya, dan dengan napas tersengal-sengal ia mencoba mengatakan suatu kalimat yang membuat Jhon melemas seketika.


"Honey, aku lagi haid!"


^^^bersambung😌😌😌^^^


......................