The Lost Of Power

The Lost Of Power
96. Tekat...



\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Mereka tidak tau bahwa itu karena Lan Xia Dea yang dari sejak awal memasuki halaman istana.. dia menghancurkan pelindungnya karena tidak bisa masuk


Tapi itu di lakukannya dengan cara yang halus, sehingga semuanya tidak mengetahui bahwa pelindungnya telah rusak


Kalau mereka tau bahwa itu adalah salah Dea, mereka akan meminta maaf pada semua penghuni istana karena sudah mencurigai mereka dan berbalik memarahi Dea, jika mereka memiliki nyali..


Dea tidak tau apa yang di pikirkan keduanya.. di tengah jalan, dia bersin akibat itu..


Setelah semuanya selesai.. Dea masuk ke dalam kamarnya dan membersihkan dirinya sebelum tidur karena kelelahan..


Mungkin besok akan ribut dengan hal yang lebih repot baginya..


Keesokan paginya.. kediaman Dea ribut.. ada beberapa noda darah yang masih tersisa akibat petarungan semalam.. beberapa tanaman hancur dan bercampur dengan darah...


Belum lagi dengan insiden pelindung istana.. karena perkataan Dea, menyangkut semalam, mentri yang bertanggu jawab atas perisai seluluruh istana langsung memeriksanya


Mereka kemudian terkejut, karena, perisai yang menjaga istana itu sekarang telah hancur.. mereka bahkan tidak tau detilnya kapan dan bagaimana.. tapi yang jelas sekarang pelindung itu sudah tidak ada


Ini menjelaskan kenapa ada banyak penyusup serta pembunuh bayaran yang masuk dengan mudahnya, bahkan alaramnya saja tidak berbunyi


Awalnya mereka berpikir bahwa itu karena musuh yang terlalu kuat, sehingga alaramnya tidak berbunyi.. siapa yang menyangkah ternyata itu rusak


Selama ini mereka tidak sempat memeriksanya kerena kekacauan yang terjadi akhir-akhir ini.. mereka sekarang berterimakasih pada Dea


Kalau Dea tidak datang dan memberitau mereka malam itu, sampai sekarang pun mereka tidak akan


mengetahuinya..


Andai saja mereka tau kalau perisai itu telah rusak akibat Dea yang sengaja mengancurkannya.. mereka pasti akan berpikir untuk lebih baik berterimakasih pada pembunuh bayaran itu dari pada Dea


Mereka pasti akan menelan perkataan mereka...


--------


Sudah lewat beberapa hari setelah kejadian itu.. Lei Fang’er telah mati, begitupun dengan Raja Lei


Mengenai Raja Lei... karena melakukan kejahataan besar, serta pemalsuan dokumen, ia akhirnya di hukum mati oleh Laurenzhi yang merupakan kerajaan penguasa benua timur


Oleh kerena itu, sekarang di kerajaan Biyu, di pimpin oleh Raja Yang baru, dan itu di pilih langsung oleh Laurenzhi.. walaupun ada sedikit masalah dalam pemilihan tahkta, itu semua selesai dengan campur tangan ke tiga kaisar besar


Dengan adanya otoritas seperti mereka, kerajaan kecil Biyu, tidak bisa membuka suara, akhirnya pun mereka menyerah...


Dea yang menjadi pemeran besar dalam penangkapan Raja Lei, tidak mau mengambil kompensasi apa-apa dengan alasan “Merepotkan” dengan itu dia pergi menghindari tatapan aneh semua orang..


Pada saat itu tidak bisa berbuat apa-apa karena takut dengan pandangan dari sang Pangeran...


Kini di Laurenzhi tengah mencapai waktu makan malam.. semua anggota keluarga ada di meja.. sang Ratu, Xia Ningrong, Yanzhi Zhuxiu, Yanxui Ki Hua, dan tentu saja Dea..


Di waktu makan malam, seluruh keluarga, di wajibkan untuk mengikutinya...


Dea yang awalnya ingin menolak, di paksa oleh sang adik, Yanxui, untuk menemaninya, dengan terpaksa Dea pun mengikutinya


Kalau dulu, saat Laurenzhi masih memiliki mendiang sang Kaisar, walau untuk sedetikpun Dea berada di sana, dia akan langsung di husir, atau sang Kaisar yang bangkit dan keluar dari ruangan


Itu yang membuat Dea selalu merasa tidak nyaman berada di ruang makan keluarga, rasa sakit hati selalu terasa, membuatnya mengingat semua kenangan buruk yang menimpanya


Dea yang larut dalam pikirananya, tiba-tiba di kejutkan dengan perkataan sang kakak, “Sebentar lagi, libur akhir tahun akan berakhir... aku berpikir bagaimana kalau Dea ikut..” ucap Yanzhi


Mendengar perkataan sang kakak yang tidak jelas maksudnya, Dea bertanya “Hm.. apa maksudnya..” tanyanya


Yanzhi yang melihat adik perempuannya bertanya, mau tidak mau menjelaskan permasalahan dari awal.. di sanalah Dea terkejut “Aku berpikir bahwa kau ikut untuk masuk denganku di sekte benua timur, sekte Bulan..” ucapnya


Sekte bulan adalah sekte terbesar yang ada di benua timur.. itu adalah institut yang di peruntutkan untuk semua orang dengan kasta tinggi, yang artinya, sebuah sekte khusus bangsawan..


Dari  bangsawan kelas rendah, keluarga kerajaan, sampai dengan para pangeran dan putri.. mereka akan berlatih di sana.. semuanya kecuali Dea. “Dengan begitu kau akan berlatih di sana, jangan khawatir karena kita, pangeran dan putri Laurenzhi memiliki akses keluar masuk di sana.. kita bisa pulang pergi dari sini..”


Ucap Yanzhi menjelaskan sehingga dia tidak memperhatikan Dea yang kini berwajah gelap..


Dea yang mendengar sang kakak, hanya terdiam dari tadi.. Sekte.. ini terus berdengung di pikirannya...


Setelah terdiam sebentar, Dea akhirnya menjawab  “Yah.. tidak ada masalah” dengan itu dia menghabiskan makananya yang terakhir, bangkit dan meninggalkan ruangan itu, kembali menuju paviliunnya


Yanzhi, dan sang Ratu, sangat senang dengan apa yang di katakan oleh Dea dan tidak memperhatikan raut wajahnya yang kini menggelap, sedangkan Yanxui, dia hanya memperhatikan Dea keluar dengan perasaan aneh


Dia merasa bahwa Dea sangat dingin saat ini.. dia sebenarnya ingin menghampiri sang kakak dan menanyakan apakah dia baik atau tidak.. tapi begitu memperhatikan raut wajahhnya, dia mengurunkan niatnya dan membiarkan Dea yang sepertinya ingin menyendiri..


Dea yang pergi dari ruang makan, pergi menuju ke suatu tempat... dia yang tadinya ingin segera kembali ke kediamannya, berhenti di tengah jalan ketika merasakan sebuah siulan angin membelai rambutnya


Dengan itu dia berbalik dan menatap sebuah pintu menuju kesuatu tempat.. dia berjalan perlahan...


Tempat yang di datanginya adalah sebuah hamparan luas dengan bunga di mana-mana


Ini adalah padang bunga yang sering di datanginya.. walaupun sekarang telah tengah malam.. pemandangan yang ada tetaplah cantik


Banyak kunang-kunang yang terbang ke mana-mana, membuat mereka terlihat seperti bintang yang bergerak... bintang di atas dan di bawah... sangat indah..


Kemudian salah satu dari mereka mendarat pada salah satu jari Dea, Dea memperhattikannya dengan ekspresi yang mendung “Apakah.. lebih baik seperti ini.. sekte yang baru...” ucapnya..


Seakan menjawab pertanyaan dari Dea.. kunang-kunang itu terbang menuju kelangit, itu tidak lepas dari pandangan Dea, Dea pun mengikuti kemana arah terbangnya dan melihatnya menjauh menuju arah bulan


Seperti membulatkan tekatnya, dia mengepalkan tangannya sembari menatap bulan..


 


 


 


Note : Hai semuanya... terimakasih telah membaca.. jangan lupa tinggalkan jejak yah..


Favorit...


Comment and Like...