The Lost Of Power

The Lost Of Power
82. Terpesona



\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Sementara mereka berdua saling bertarung dengan tatapannya.. mereka kini melupakan pintu masuknya


Tiba-tiba suara dari kasim terdengar “Putri Lan Xia Dea, memasuki ruangan!!” suaranya menggema di seluruh aula


Lan Xia Dea sebenarnya ingin memberitau pada kasim itu untuk tidak menyebut kdatangannya lewat salah satu pelayannya, tetapi entah pelayan itu lelet atau kesim itu yang terlalu cepat, yang pasti sebelum dia mengatakannya, sang kasim sudah memberitaukan kedatangannya


Itu membuat Dea jengkel, aura dingin menguar darinya, emmbuat pelayan itu ketakutan, bukan hanya pelayan itu saja tetapi sang kasim pun ketakutan di buatnya, dalam batinya dia mengutuk dirinya sendiri, “Putri sangat menakutkan” dengan tangis batinnya


Dea mulai berjalan masuk kedalam aula, dia menoleh sekejap pada sang kasim yang kini tengah merunduk ketakutan sebelum membuang wajahnya, lalu suara dingin terdengar “Tidak ada dua kali” itu dia maksudkan untuk sang kasim dan pelayan itu, dengan cepat mereka mengagguk dan pelayan itu segera pergi


Awalnya mereka berpikir bahwa Dea akan menguhukum mereka dengan kejam karena lalai, tetapi jangankan hukuman, Dea hanya berkata pada mereka ‘Tidak ada dua kali’ ini membawa kelegaan pada hati mereka berdua, dan juga kebingungan


Melupakan mereka, Dea yang kini berjalan masuk kedalam, menjadi pusat perhatian, para penari dan suara musik saja terdiam


Itu menjadi tempat yang sunyi hanya dengan nama satu orang saja di sebutkan...


Yanzhi Zhuxiu dan Xu Hei Fuyan yang saling melepar tatapan mengejek, kini terdiam dengan kedatangan Dea... sungguh kedatangan Dea di aula pesta, merubah mereka..


Dengan rambut biru gelap keunguan yang di biarkan terurai, pakaian warna biru laut dengan bis emas dengan cadar tipis di wajahnya, membuatnya memiliki kecantikan misterius


Dengan setiap langkah kaki yang di iringi dengan suara lonceng pada gantungan gioknya, menambah pesona yang sudah ada


Wajahnya yang tertutup dengan cadar, membuat sebagian orang masih penasaran. Walaupun memakai cadar untuk menutupi wajahnya, tidak ada satupun orang yang benar-benar berpikir bahwa di balik cadar itu hanyalah wajah yang jelek, mereka semua berpikir bahwa di wajah itu terdapat wajah yang santa cantik, yah walaupun itu hanya beberapa saat


Sebelum semuanya tersadar, Dea sudah duduk di tempat duduknya sendiri, dengan menutup matanya...


Tatapan orang-orang memang sudah berkurang, tetapi masih tidak mengalakan orang-orang yang masih memperhatikannya, sebagian besar dari mereka adalah pemuda-pemuda


Tatapan mereka memerah memandang Dea yang kini hanya diam saja dengan mata tertutup yang membuatnya misterius


Tiba-tiba matanya itu perlahan membuka, dengan bulu mata yang lentik, menghiasi matanya yang berwarna biru terang


Oh!!


Suara seruan dari para pemuda-pemuda, melihat bahwa mata cantik itu perlahan membuka, bahkan Xu Hei Fuyan juga memperhatikannya, tetapi dia tidak berteriak sama seprti mereka, tapi sebagai gantinya, pipinya merona menatap Dea sambil mengingat-ingat bagaiman wajah di balik cadar itu


Perlahan senyum aneh muncul di wajahnya, permaisuri Qing yang ada di sebelahnya, merasa bingung dengan putranya ini karna senyum aneh itu...


Senyumnya itu perlahan menghilang, di gantikan dengan seringai di sertai tatapan dingin dan tajam, tetapi itu sepertinya tidak mempengaruhi para pemuda yang tengah menatap Dea


Mereka malah lebih menatap Dea dengan rakusnya, tapi belum tentu penjaga Dea akan membiarkannya


Yanzhi Zhuxiu, Yanxui Ki Hua, dan Han Luoyi yang menyadari tatapan rakus pemuda-pemuda itu terhadap Dea, memendam amarah


Tak tahan dengan pandangan jijik pada kakak perempuannya, Yanxui berdiri dari tempat duduknya dan berkata dengan dingin dan tajam “Harap untuk kalian semua menjaga mata!!” ucap Yanxui, memperingati mereka dengan tataoan menakutkan, dengan itu membuat mereka ketakutan, sadar dan malu sendiri


Uhuk,uhuk,uhuk


Batuk mereka untuk menghilangkan rasa malu dan mengurangi kecanggungan...


Orang yang menjadi pusatnya yanga diam saja, Dea hanya bersandar di tempat duduknya dengan menongkah dagunya dan menutup matanya, menyebunyikan kilatan dingin di matanya


 


 


 


 


Note : Hai semuanya... terimakasih telah membaca... jangan lupa tinggalkan jejak Yah...


Favorit...


Comment dan Like...