The Lost Of Power

The Lost Of Power
188. Misi Bsrbayaha (4)




Jing Ze mengerutkan kening “Kau tidak mendengar yang lain berbicara?”



Merasa bahwa Jing Ze akan meledak sebentar lagi, membantu berbicara “Kita berbicara tentang bahan itu. Guru mengatakan kau akan tau saat melihatnya.”



!!



Wei Ran terkejut, dia melupakan hal ini! Tapi sekarang ini sudah terlambat. Mereka semua sudah bertanya, dan sekarang dia sudah tidak bisa mengelak “Eh.. guru mengatakan kalau..” semua memandangnya dengan serius “Em.. aku tidak terlalu yakin. Tapi yang di katakan oleh guru, bahan itu sangat membara seperti api. Lihat saja jika ada tumbuhan yang membara, itu pasti dia.” Dia mengatakannya setelah berpikir.



Melihat semua orang percaya dengan ucapannya, Wei Ran diam-diam menghela nafas, dia kemudian berjalan kedepan mendahului mereka.



Sebenarnya dia tidak yakin dengan apa yang di katakannya benar atau tidak, karena dia tidak tau.



Beberapa hari yang lalu, saat membahas bahan yang ingin di cari, Wei Ran di beri tugas untuk menyelidiki terlebih dahulu tentang Kelopak merah Api ini, tapi pencariannya terganggu dengan masalah Mu Zhinghai dan melupakan hal ini.



Tapi dia tidak bisa mengatakannya pada yang lain, karena ini adalah tugas yang di mintanya sendiri, bukankah akan aneh jika dia tidak menyelesaikannya? Lagi pula harga dirinya tinggi, dia akan hancur jika mengatakan yang sebenarnya. Karena itulah dia memilih untuk mengarang seperti ini.



Lagi pula tidak ada di antara mereka yang pernah melihatnya bukan?



Shing..



Salah, ada satu orang yang tau tentang bahan itu. Saat dia mendengar penjelasan Wei Ran, dia mengerutkan kening. Dia ingin mengatakan sesuatu tapi tiba saja, terdengar suara yang kasar mendekat kemari.



Bruk.. sudah puing-puing bebatuhan berjatuhan dari atas, debu-debu mulai meluncur dari atas... semua orang menjadi bingung, mereka memperhatikan sekitar dengan tatapan yang aneh “Ada apa ini!!” ucap Jing Ze. Beberapa saat setelah dia berteriak, bunyi monster yang sedang mengamuk terdengar.



Groowwll!!.



Bunyi monster itu, dia sepertinya menjadi marah! Sangat-sangat marah!! Suara itu membuat semua orang sangat waspada bahkan Lan Xiadea sendiri, dia mulai menutup matanya, menajamkan indranya, mencoba merasakan jejak suara itu.



Beberapa saat kemudian, matanya terbuka dan ekspresinya berubah masam. Dia ingin mengatakan sesuatu, tapis sudah tidak sempat.



Bruukk!



Sebuah ular yang sangat besar ada di hadapan mereka semua, dan semua orang menjadi takut, wajah mereka masam. Mereka semua kecuali Dea berpikir kalau ular itu yang menjadi penjaga gua ini, tapi sayang beberapa saat kemudian itu hancur.



Brruk!



Ular itu jatuh kebawah seperti daging mati, monster yang ada di belakang ular itu terlihat. Katak Api! Semua orang menelan ludah kasar.



Hampir tidak ada yang tau tentang hewan spiritual ini karena jarang terlihat, tapi semua orang yang ada di sana merasakan hal yang sama, yaitu, monster ini, kuat dan berbahaya.



Dea melihatnya menjadi sangat masam. Tentu dia tau tentang monster ini. Dia adalah salah satu monster yang sangat merepotkan. Kuat? Tentu saja. Kultivator dengan level di bawah alam Kaisar, semuanya akan mati dengan muda.




Jing Ze juga pahit melihatnya. Dia melihat mereka semua dan berbisik “Jangan membuat suara. Jalan mundur perhalan sebelum dia melihat kita.” Semua orang mendengarnya, mereka tau bahwa saat ini sangat berbahaya dan mengikuti perintahnya, Dea juga.



Dea meringankan kakinya agar tidak di ketahui, dia juga diam-diam membuat kaki Yanxui Ki Hua ringan dengan elemen angin. Bagaimana pun juga dia adalah adiknya, Yanxui merasakannya, yang lainnya juga melihatnya dan mengikutinya menggunakan elemen angin untuk meringankan kaki mereka.



Jing Ze dan Hu Zhong Qi tidak memiliki elemen tapi Xiao’ru dan Wei Ran punya, dengan itu Xiao’ru juga meringankan kaki mereka, hanya Wei Ran satu-satunya yang tidak melakukannya.



Dia sepertinya tercengang saat melihat monster yang menurutnya sangat mengerikan, dia tidak menghiraukan bisikkan Jing Ze dan juga apa yang Dea dan Xiao’ru lakukan.



Dia berjalan mundur perlahan dengan instingnya. Dia tidak sadar berjalan mundur kebelakang, sampai dia menginjak sesuatu dan mengeluarkan bunyi.



Kresst!!



Semua orang melihat padanya, Wei Ran juga mengarahkan matanya kebawah. Monster itu, saat dia mendengarnya suara itu, matanya menangkap mereka.



“Kwebek-Kwebek..” semua orang bagai di siram air dingin. Mata katak api itu menjadi merah, semua orang tau apa artinya, dia marah.



Dea tau situasinya dan berteriak memerintah “Lompat!!” Dea memegang Yanxui dan lompat bersama. Yang lain mereka bingung. Apa yang di maksudnya? Tapi sedetik kemudian mereka juga ikut melompat, karena sesuatu menyerang mereka dengan ganas..



Buukk!! Asap debu mengepul di sana.



Saat debu itu menghilang, mereka melihat, lidah yang panjang menghancurkan tempat mereka berdiri tadi.



Jing Ze dan lainnya menjadi biru, mereka menatap tanah yang sudah hancur itu dengan perasaan ngeri. Pikirkan mereka menjadi satu, jika mereka tetap berdiri di sana untuk waktu yang lama dan tidak bergerak, mereka juga akan hancur sama seperti tanah keras itu.



Perbedaan kultivasi mereka berbeda tipis, tapi dia adalah salah satu hewan spiritual yang kuat. Kekuatan hewan spiritual, berbeda dengan manusia. Walau kultivasi berada di tingkat yang sama, hewan spiritual lebih satu atau dua tingkat di atas.



Semua orang panik, Dea juga merasakan krisis yang berbeda. Katak api itu marah dan menyerang mereka dengan habis-habisan, membuat gua yang penuh dengan harta berharga pun, menjadi hancur.



Mereka sekarang ada di dalam batas area dari katak api itu, karena itulah katak api itu sangat marah. Katak api, dia meraung dengan keras karena semua serangannya selalu bisa di hindar oleh mereka.



Jing Ze dan yang lainnya tidak bisa berbuat apa-apa karena kecepatan serangan katak itu. Mereka hanya terus saja menghindar kesana kemari melompat-lompat tanpa daya. Mereka menjadi tidak berguna. Dea mulai menjadi tidak sabaran dengan semua ini.



Dia diam saja, karena ketua dalam kelompok kecil ini adalah Jing Ze, tapi, jangan memerintah, untuk bergerak menghidari serangan katak itu saja, dia sangat kesusahan. Kecepatan serangan dari katak itu membuat mereka tidak bisa melakukan apapun selain menghindar saja, membuat Dea tidak tahan lagi dengan semua ini.



Note : Hai semuanya... terimakasih karena telah membaca dan juga mohon maaf atas ketidaknyamanannya jika Thor ada salah-salah kata..


Jangan lupa tinggalkan jejak ya..


Faforit...  


Comment and Like