The Lost Of Power

The Lost Of Power
87. Mereka Tidak Nyaman



\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Lei Fang’er yang tersungkur di lantai, melihat tatapan dingin Dea, dia merinding


Saat itu Dea tersenyum dingin padanya lalu senyum itu hilang dan dia menendang Lei Fang’er tepat di dagunya, membuat giginya mungkin saat ini hancur, dia memuntahkan darah segar begitu mendarat


Mereka yang melihat itu tanpa sadar memegang dagu mereka sendiri, merasa ngeri dibuatnya...


Tetapi tidak hanya sampai di situ, Dea kemudian kembali mendekat padanya, membentuk segel di udara, lalu muncul penghalang yang sama dan mengurung Lei Fang’er, dia berkata “Siapa yang mengatakan padamu bahwa kau akan menjadi pasangan gege-ku...” itu membuat Lei Fang’er membeku


Ucapannya menjadi perhatian semua orang..


“Sedari awal itu bukan tempatmu, kau tau... lagi pula bukan hanya kau saja yang menjadi calon pasangan gege-ku, ada banyak, jadi jangan mengklaming sendiri..” ucap Dea lagi, membuat Lei Fang’er berteriak histeris seperti orang yang sudah kehilangan akalnya


“Tidak..!! itu adalah tempat milikku.. itu milikku” dengan itu dia memegang dinding penghalang itu, sengatan petir menyerangnya membuatnya terlempar dan meringis kesakitan


Tidak ada yang salah dari semua perkataan Dea, semuanya adalah kebenaran.. kini mereka menatap Lei Fang’er seperti menatap orang gila, tidak mengasihaninya, mereka hanya menatapnya dengan pandangan jijiknya


Ibu dari Lei Fang’er tidak tahan melihat putrinya kesakitan. Bagaimana pun dia adalah seorang ibu.. sejahat-jahatnya seorang anak kepada ibunya sendiri, sang ibu tidak akan pernah melupakan akannya dan menjahuinya.. jauh di dalam lubuk hati sang ibu, masih ada cinta untuk anaknya di hatinya... dengan itu, ibu Lei Fang’er bergegas mendekatinya “Putriku..” teriaknya


Dea melihatnya dan dengan dingin berkata “Cukup.! Jangan mendekat.!” Dia berbalik dan melihat Lei Fang’er “Tadi bukannya tadi kau sudah melihat ayahmu terserang balik saat mencoba mendekati pelayan yang kalian suruh.. itu adalah salahmu yang terlalu bodoh sampai melupakannya” ucap Dea dengan santai


Itu memanglah benar, mereka sendiri yang tidak hati-hati dan bodoh.. kini ibu dari Lei Fang’er terdiam


Lei Fang’er yang masih mempunyai sedikit kesadaran melihat ibunya mendekatinya, “I.. ibu t tolong aku ibu.. minta mereka untuk melepaskan ku...” ucapnya yang begitu tidak tau malunya.. dia sendiri sudah sering menindas ibunya sendiri, kini, di saat dia berada di ujung tanduk, dengan tidak tau malu meminta bantuannya


Itu juga yang terjadi pada Raja Lei yang ada di dalam penghalang yang di buat Dea.. dia melihat bahwa sang istri dan anak keduanya baik, baik saja dan tidak terjadi sesuatu pada keduanya, dengan tidak tau malu juga memita


pertolongan padanya


“Apa yang kau lakuakn di sana.. kenapa hanya diam.. lihatlah aku dan putrimu.. mintalah mereka untuk membebaskan kami..” ucap Raja Lei, dia berbalik dan menatap Dea “Yang Mulia, tolong maafkanlah hamba.. hamba tau salah Yang Mulia.. itu karena ada yang menghasut saya dan putri saya..” ucapan yang begitu tidak tau malu


Hal yang terjadi sudah jelas karena keserakahannya sendiri, tetapi berani-beraninya dia mengatakan bahwa itu karena dia di hasut, persetanan dengan itu, mungkin hanya orang buta yang akan mempercayainya


Dea tidak hanya diam saja, dia memandang Raja Lei dengan dingin, dia mengangkat tangannya dan di arahkannya pada penghalang yang mengurung Raja Lei.. angin menghembus keluar dari telapak tangannya, membuat Raka Lei terhempas dan mengenai dinding penghalang, Raja Lei tersengat dengan petir yang ada di dindingnya, membuatnya pingsan seketika


Dea menatapnya dengan dingin dan berbalik menatap Lei Fang’er “Kalau tidak ingin menjadi sepertinya, lebih baik tutup mulut kalian dengan baik.. ingat naga tidak akan diam saja jika di ganggu, itu juga yang terjadi padaku.. sebelum aku menghukum kalian dengan tanganku sendiri, lebih baik jangan memprovokasiku lebih dari ini...”


Dea kemudian berbalik pergi dari aula, bergegas menuju paviliunnya...


Dea yang mereka lihat kini, sungguh berbeda dengan yang mereka lihat di awal yang terlihat dingin dan anggun, kini hanya terlihat dingin dan kejam, tetapi anehnya mereka merasa bahwa sisi Dea yang inilah yang lebih


mempesona....


Bukan hanya Raja Lei, pembunuh bayaran yang tersisa dan juga Lei Fang’er beserta pelayan itu sudah pingsan, itu karena penghalang yang di buat Dea memang khusus mengurung orang, sehingga mereka yang berada di dalamnya perlahan bisa kehilangan kesadaran


Akhirnya Dea dan para pelayan pribadinya keluar dari aula itu menuju paviliunnya...


Yanzhi yang masih ada di tempat memerintahkan semua tamu untuk pulang, seperti keluarga dari para Jendral dan para mentri, tetapi mereka sendiri tetap ada di tempat itu


Tidak lupa dengan para tamu dari berbagai sekte dan kerajaan-kerajaan lain, sang Ratu meminta maaf pada mereka dan menyuruh para pelayan untuk mengirim mereka ke tempat peristirahatan yang telah di sediakan khusus


Tetapi para perwakilan sekte-sekte, mereka menolak untuk menginap karena memang mereka dari awalnya berencana untuk pergi ketika persta selesai, tetapi karena ada kekacawan seperti ini mereka lebih mempercepat untuk pergi dari sana dan melapor pada pimpinan mereka


Sedangkan untuk keluarga Kaisar dari Dongfang dan Fuyang, Yanxui dan Han Luoyi secara khusus mengantar mereka,


Yanzhi sendiri memerintahkan para prajurit istana untuk membawa orang-orang yang telah di kurung Dea kedalam penjara bawah tanah, di sana tidak ada cahaya yang akan menyinari mereka, itu adalah tempat terburuk untuk orang yang mempunyai status yang tinggi seperti Raja Lei dan Lei Fang’er


Jika saat ini mereka tengah dalam keadaan yang sadar, mungkin mereka akan berteriak dan memohon lebih dari pada sebelumnya


Keluarga Raja Lei yang lainnya, di perlakuakn dengan dingin oleh para pelayan istana Laurenzhi... ibu Lei Fang’er, permaisuri Rong Ye meminta untuk bertemu dengan Lei Fang’er, tetapi para penjaga menolak dan mengatakan bahwa ia bisa melihat mereka saat mereka di adili besok...


Dengan itu dia pun sadar bahwa dia tidak bisa melihat wajah putrinya itu pada malam ini...


Dea tidak tau dengan apa yang terjadi di sana saat ini, dia saat ini tengah berjalan ke kediamannya dangan langkah kaki yang berat.. langkah kaki yang berat di sini bukan merujuk bahwa Dea tidak ingin pergi ke kediamannya, hanya saja saat ini dia tengah dalam perasaan hati yang buruk, sehingga di setiap langkahnya, terlihat seperti akan retak


Para pelayan yang mengikutinya balik ke paviliunnya, menahan nafas mereka, mereka tidak nyaman karena perasaan buruk Dea dan memilih untuk tidak terlalu dekat dengan Dea sekarang ini


Mereka sungguh tidak pernah melihat Dea marah sampai seperti ini.. ini membuat mereka tidak nyaman


 


 


 


 


Note : Hai semuanya... terimakasih telah membaca... jangan lupa tinggalkan jejak Yah...


Favorit...


Comment dan Like...