
Lalu wanita itu memberikan kangtong yang berisikan uang lalu diberikannya kepada pria tua itu dan pergi menjauh dengan cepat dari sana.. Sesampai nya dia di depan perbatasan dia langsung melompat tinggi untuk menghindari pemeriksaan, itu karena setiap orang yang masuk kedalam harus melewati pemerikasaan
Tetapi tampa diduga ternyata terdapat pendekteksi khusus yang akan menyala kalau ada orang yang tidak memiliki ijin untuk masuk... biasanya ijin untuk masuk didapat dari proses pemeriksaan
Tetapi dengan mudahnya wanita itu masuk tanpa merusak sistem penghalangnya jadi tiak ada keributan yang terjadi setelah itu wanita itu langsung menuju pasar
Sesampainya ia di pasar dia membeli beberapa roti dan juga buah salak dan aple lalu meletakannya di dalam penyimpanan khususnya
Di saat tengah berjalan jalan dipasar dia melihat 2 anak kecil yang mendapat kan upah uang yang dia dapatkan dengan membantu seorang pedagang mantou
“Kakak akhirnya kita mendapat kan uang... apa uang itu cukup untuk membeli obat untuk nenek..?” kata adik perempuan
“Kurasa ini tidak cukup untuk membeli satu obat penuh tetapi kita bisa membeli setengahnya lalu sisa uangnya bisa dibeli untuk makanan”
Melihat anak-anak itu berbicara membuat wanita itu terharu lalu berniat untuk menghampiri mereka, tetapi belum sempat dia menghampiri mereka ada seorang prajurit istana yang langsung merebut uang yang mereka dapatkan
“Ah.. tolong berikan uangnya” kedua anak itu terkujut
Prajurit itu melihatnya dan merasa sangat senang menindas dengan itu dia berkata dengan nada yang arogan “Kalian mendapatkan uang ini dari mana.. jawab!!! Pasti kalian mencurinya kan”
Kedua anak itu ketakutan dengan orang itu, tapi sang kakak yang juga takut memberanikan diri dan berkata “Ti tidak ka kami me mendapatkan nya dengan bekerja” Jawab kakak laki-laki sambil melindungi adik perempuannya karena adik nya sedang ketakutan, lalu prajurit istana tersebut mengambil kesempatan untuk menipu kedua anak tersebut
“Oh.. kalian mendapatkan uang ini dengan bekerja.. benar begitu”
“Ia”
“Kalau begitu kalia harus memberikan uang ini kepadaku karena setiap warga harus membayar pajak.. jadi uang ini aku akan menyitanya”
“A apa.. tetapi” sedih anak itu
Salah seorang warga yang tidak tahan dengan hal itu, mencoba menolong kedua anak kecil itu “Tuan mereka masih kecil tolong tuan untuk mengampuni mereka”
Prajurit yang mendengarnya malah mengancamnya “Apa? Apa kalian ingin di tangkap”
Lalu setelah prajurit itu mengancam mereka dan mereka pun diam dan kedua anak itu pun menangis... karena tidak tahan dengan tangis kedua anak itu sang prajurit pun ingin memukul kedua anak tersebut
Karena tidak tahan dengan prajurit b\*\*\*\*\*\*\* itu wanita berjuba hitam itu pun menjadi sangat merah apalagi saat prajurit tersebut mau memukul kedua anak itu
Dengan capat wanita itu berdiri depan mereka dan menagkap tangang yang mau memukul kedua bocah itu dan mereka semua pun kaget
“A apa-apaan ini”
Takut pria itu karena mendapat itimidasi dari tatapan mematikan wanita itu lalu karena takut pria itu melepaskan tangan nya dari wanita itu lalu menjauh dari nya dan berteriak
Lalu dengan cepatnya dia menarik pedang yang ada di pinggulnya dan ingin menusuk wanita di depannya ini karena bukan nya wanita itu takut malahan dia merasakan hawa mengerikan dari wanita itu
Ketika pedang itu mendekat wanita itu langsung menghidar dan dengan cepat langsung menendang pria itu dengan sangat keras sampai sampai pria itu tertendang jauh dan jubah wanita itu terbuka menampikan penampilan yang bagai seorang dewi turun dari langit, sangat cantik, kulit yang putih dengan aura yang sangat elegan meski dia tengah marah
Ternyata wanita itu adalah Dea, Lan Xiadea, rupanya setelah pergi dari Lafteel dia langsung menujuh kekaisaran dengan kecepatan yang luar biasa untuk menghindari tertangkap oleh Lan Xin Yueshi dan mengindari keluarganya
Setelah menendang prajurit b\*\*\*\*\*\*\* itu dea langsung mengampiri kedua bocah itu, lalu menanyakan keadaan kedua bocah, anak anak itu masih takut tetapi tetap menghampiri dea
“Hai.. Apa kalian baik-baik saja” ucapnya dengan ramah
“I iya” kata anak laki-laki
“Te terimakasih kakak bidadari” kata anak perempuan yang satunya, dia terpesona melihat Dea yang begitu cantik
Setelah mendengar pujian dan ucap trimakasih dea pun tersenyum dan berniat untuk menghantar kedua anak itu tetapi tiba-tiba gerombolan teman dari b\*\*\*\*\*\*\* itu datang dan b\*\*\*\*\*\*\* bilang kalau yang memukulnya adalah dea dan merak pun menyerang dea
“Kakak hati-hati mereka akan menyerangmu” ucap anak-anak memperingati
Tapi Dea hanya tersenyum saja dan berkata pada keduanya dengan senyuman di wajahnya “Hm tidak apa-apa, kalian pergi berlindung dulu yah”
Lalu disaat kedua anak itu pergi berlindung segerombolan prajurit itu mengelilingi dia. Dengan melihat sekalipun Dea tau bahwa mereka semua hanya semut kecil lalu dia pun tersenyum meremekan mereka
Mereka pun marah karena merasah di hina, walau pun Dea tidak mengatakan apa-apa, lalu Dea pun berkata
“Heh.. apa kalian pikir kalian itu mampu untuk melawan ku.. dengan kekuatan kalian yang sekecil semut” lalu langsung merubah wajahnya dan berkata
“Jangan membuat ku tertawa karena sekarang aku tidak ingin tertawa” Dea memperlihatkan wajah yang dingin dengan aura mengeriakan, karena takut akan kalah segerombolan itupun lari dengan tampang pengecutnya
Dea pun kecewa karena tidak biasa bermain karena mereka sudah lebih dulu pergi untuk menyimpaikan kepada orang yang kekuatan nya lebih tinggi dari nya karena level mereka hanya tiga tingkat awal
Lalu Dea menghapiri kedua anak itu dan bertanya “Apa kalian baik-baik saja” dan kedua anak itu mengangukkan kepala tanda bahwa mereka baik-baik saja lalu berniat untuk pergi tetapi ditahan oleh kedua anak itu
“Kakak apa kakak mau mampir di rumah kami”
“Hmm..” Dea berpikir sebentar sebelum menjawab “Baiklah” Karena takut akan terjadi sesuatu pada kedua anak itu akhirnya iya pun setuju untuk pergi dengan mereka
Sesampainya disana dia melihat bahwa rumah yang ditinggali oleh kedua anak itu sangatlah kecil bahkan kamarnya yang ada di asrama pun lebih luas dari rumah itu
“Kak itu rumah kami.. ayo masuk kedalam”
Melihat senyuman di wajah mereka Dea pun mengerti dan masuk kedalam didalam nya terlihat seorang nenek yang tengah terbaring lemas kedua anak itu pun membangunkan nenek mereka untuk makan
Ketika nenek itu bangun dia terkejut melihat ada orang lain yang ada di kediamannya dia pun langsung bersujud karena nenek pikir bahwa cucunya akan di bawah pergi oleh bangsawan