
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
“Tidak mungkin bahwa dapur istana tidak tau hal tersebut, terutama itu adalah kacang, tidak mungkin mereka membuat makanan olahan kacang, itu karena Putri ada alergi terhadap kacang, sedangkan kepala dapur adalah orang telah lama berkerja di istana sejak Putri masih kecil.. itu tidak akan mungkin” perkataan Shim membuat istana riuh, mereka tidak mengetahui hal seperti itu
Hal itu pun tidak terduga bahkan untuk pelayan itu, pelayan itu menjadi lebih gemetar ketakutan lebih dari sebelumnya. Ini sungguh tidak terduga, batinnya
Lan Xia Dea kemudian memandang pelayan itu dengan tajam “Kau dengar itu.., kalau kau adalah salah satu pelayanku, kau seharusnya sudah mengetahui hal itu karena itu adalah hal yang wajib di ketahui oleh pelayan paviliunku, bahkan walau mereka adalah orang yang baru sekalipun..”
Dea mendekatkan wajahnya pada pelayan itu dan berkata “Sebenarnya dimana kau mendapatkan kue itu..” tanyanya dengan tajam... “Apa kau ingin membunuhku” ucapanya sangat pelan, tetapi karena mereka menjadi perhatian, perkataannya dapat di dengar oleh semua orang
Itu membuat keluarga Dea marah, terutama ketiga orang itu, Yanzhi Zhuxiu, Yanxui Ki Hua dan Han Luoyi
Pelayan itu sudah tidak bisa membuat alasan lain lagi, dia sudah kehabisan akal untuk alasan lain, ini bukan yang dia harapkan, awalnya dia berpikir bahwa rencananya akan berjalan dengan lancar, tanpa di duga bahwa ini akan menjadi kacau
Mungkin karena telah kehilangan rencana membuat dea memakan kue dan arak itu, dia mengeluarkan pisau dari lengannya dan mulai menyerang Dea
Yang di lakukannya tidak terpikirkan oleh semua orang, yang pertama kali bereksi adalah Xu Hei Fuyan. mereka berpikir bahwa dengan jarak sedekat itu, sudah terlambat
Tidak ada orang lain di dekat Dea kecuali pelayan itu.. ketiga saudara laki-laki Dea tidak menyangkahnya, dan berlari cepat untuk menyelamatkan Dea bersamaan dengan Xu Hei Fuyan... tapi mereka berpikir bahwa mereka sangatlah lambat... Pisau itu sudah seinci lagi dan menusuk Dea
Dea hanya diam saja dari awal pelayan itu mengeluarkan pisau itu.. “Lambat..” ucapnya sepikiran dengan saudara-saudaranya, tetapi dalam arti lain
Dia hanya dengan santainya mundur selangkah dan menendang pisau itu keatas... gerakannya sangat cepat, membuat mereka semuanya membeku terkejut
Pelayan itu terjatuh karena tendangan Dea yang mengenai tanganya yang kini membengkat merah, mungkin patah, sehingga dia terjatuh dan meringis kesakitan
Dea yang sudah kembali keposisi awalnya, dengan santai menangkat pisau yang di tendangnya ke atas, dia menatap pelayan itu “Berbahaya.. ini bukanlah hal yang bisa di pegang oleh para pelayan untuk bermain..” ucapnya dengan sedikit senyum yang dingin
Ucapannya yang mengatakan pelayan itu tengah bermain membuat mereka menatap Dea dengan aneh. Pisau yang hampir menusuk tubuhnya di anggap bermain..?!, batin mereka
“Tapi yah harus ku akui, kau memiliki selera yang buruk dalam memilih mainan..” ucapanya berikutnya membuat mereka memuntahkan darah. Mainan katanya apakah Putri ini sedang bermain dengan nyawanya
Itu yang mereka pikirkan, itu karena memang di lihat seperti apapun itu sudah mustahil untuk menghindar, bahkan kultivator tinggi seperti Jendral Liang dan lainnya, susah untuk menghidar tanpa luka sedikit pun
Bahkan pelayan itu juga tidak menyangkahnya, bukannya Dea yang terluka, malahan dia sendiri yang terluka
Dia mencoba untuk melarikan diri dari sana, tidak ada yang bisa melihatnya karena bubuk yang dia lemparkan ke lantai, menyebaban bob asap yang cukup tebal walau hanya sementara, tapi itu sudah cukup untuk membuatnya melarikan diri..
Pada saat dia sampai di tengah aula, bayangan seseorang muncul di depannya. Dengan buah di tangannya dan tangan satunya yang memegang pisau yang di pakai oleh pelayan itu tadi dan mengancungkannya kedepan
Suara dingin dan santai terdengar “Mau kemana kau..?” ucapanya membuat semua orang sadar dan menatap pada mereka
Dea kemudian memalingkan wajahnya memandang pelayan itu dengan dingin yang sama, tetapi tatapannya menjadi tajam. Entah bodoh atau apa, pelayan itu masih saja ingin melarikan diri, tetapi Dea segera membentuk pola di udara dengan sedikit berguman “Pelindung kaca angin”
Seketika muncul sebuah penghalang disekitar pelayan itu dan mengurungnya, itu jurus yang belum pernah orang lain lihat di daratan benua timur, sehingga para pemimpin sekte-sekte dan dua Kaisar berdiri dari tempat duduknya, terkejut menyaksikannya
Sedangkan Dea yang mengeluarkan jurusnya, mengabaikan orang-orang tua itu dan sepenuhnya menatap pelayan yang tengah terkurung itu dengan dingin dan tajam, “Kau mencoba untuk melarikan diri dariku.. mereka yang mencobanya sekarang hanya tersisa nama saja tau..” ucapnya dengan senyum dingin di balik cadar
Mereka bahkan heran bahwa sampai beberapa saat tadi kenapa Dea belum melakukan hal ini... ternyata dia menyimpannya sampai akhir
Dea berbalik melihat keara Lei Fang’er, Dea hanya melihatnya dengan ekspresi bingung, tetapi ada kedinginan di sana, tak lama ekspresi itu berubah menjadi senyum jahat “Hm ada apa denganmu nona Lei”
Pertanyaan Dea membuat Lei Fang’er panik seketika “Ti tidak, tidak apa-apa “Oh iya.. bukankah nona Lei besimpati pada pelayan ini... oh atau kau mengenal pelayan ini. Kenapa tidak mengambil dia sebagai pelayanmu saja..”
Perkataan Dea membuat orang-orang berbisik, Lei Fang’er lebih panik, bahkan Raja Lei yang sedari tadi hanya diam saja panik, dia bangkit dari tempat duduknya dan berteriak “Tuan Putri..!! mohon jaga omongan anda.. mana mungkin putri saya mempunyai hubungan dengan pembunuh ini, tolong jangan menuduh putri saya..” ucapnya dengan panik,
Dia tanpa sadar telah membongkar sesuatu... Dea yang mendengarnya malah menyeringai kejam “Oh.. aku tidak bilang bahwa putri mu ada hubungannya dengan semua ini, kenapa kau sangat panik seperti itu Raja Lei.. atau apakah putri mu memang ada hubungannya dengan ini..”
“M.. Mana mungkin... itu tidak mungkin mana mungkin putri saya seperti itu...”uucapnya dengan keringat dingin di dahinya, perkataan Raja Lei belum selesai, tapi pelayan yang kini terkurung marah pada mereka dan membeberkan semuanya
“Tidak!! Itu benar, mereka yang menyuruh saya untuk membunuh Tuan Putri dengan makanan itu..”
Itu membuat Raja Lei marah dan semakin panik, orang-orang mulai berbisik-bisik tentang mereka
“Tidak.. itu tidak benar!!” dia mendekat pada kurungan itu dan ingin menampar Raja Lei tetapi malah tersengat oleh elemen petir yang ada di penghalang “Dasar ******... berani sekali kau menuduh putriku meracuni Yang Mulia Lan Xia Dea” ucapannya membuktikan semuanya, tetapi dia tidak menyadarinya
Yanzhi kemudian angkat bicara “Kalau bukan putrimu yang menyuruh pelayan itu, kenapa kau tau bahwa makanannya ada racunnya..” itu membuat seluruh aula terkejut
Racun katanya...
Note : Hai semuanya... terimakasih telah membaca... jangan lupa tinggalkan jejak Yah...
Favorit...
Comment dan Like...