The Lost Of Power

The Lost Of Power
101. Kepala Sekte



\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Sekte bulan adalah sekte yang bergengsi di daratan benua timur.. itu adalah tempat dimana semua bangsawan muda berlatih.. di sana tidak peduli apakah dia adalah seorang yang berasal dari kasta rendah, jika dia kuat, semuanya bisa di bicarakan. Tapi walau yang kuat yang di hormati, mereka tidak akan melemah terhadap kasta yang lebih rendah


Hanya saja, itu adalah institut dimana keseluruhan muridnya adalah bangsawan, semua bangunan yang ada di sana, memiliki hiasan yang berlebihan.. bisa di katakan, bangunan mereka bahkan lebih berkilau dari pada istana kerajaan.. tapi yah ini tidak seberapa dengan istana Laurenzhi


Lan Xia Dea yang kini telah berada di dalamnya, di pandu oleh penjaga lain serta Yanzhi Zhuxiu, memperhatikan setiap sudut sekte Bulan ini..


Tadi, Yanzhi memperbolehkan kedua penjaga itu untuk bangkit, seorang penjaga lain datang


Saat sedang istirahat, tiba-tiba ia di panggil oleh tetua, tetua itu memanggilnya dan memberitauhkan padanya bahwa ada kunjungan dari Laurenzhi


Siapa yang tidak mengenal Laurenzhi yang mendominasi daratan timur, bahkan pengemis pun tau tentang


mereka


Dengan itu di menjadi bersemangat, tapi saat dalam perjalanan untuk ke gerbang masuk, salah satu bawahannya datang dan memberitau bahwa kedua penjaga yang berjaga, telah menyinggung pangeran Yanzhi dan rombongannya


Dengan panik dia segera ke sana.. saat sampai, dia memperhatikan mereka dengan seksama.. keringat dingin mulai membanjurinya ketika dia melihat raut wajah dari Yanzhi, bahkan Yanxui Ki Hua pun ada dan raut wajahnya tidak lebih baik dari Yanzhi


Melihat bahwa ada wanita di belakang mereka.. penjaga itu bingung karenanya, tapi dia segera tenang kembali


Dengan hormat, dia membungkuk pada Yanzhi dan meminta maaf atas kedua penjaga itu.. Yanzhi tidak ingin meneruskan masalah ketika melihat Dea menggelengkan kepala.. dengan itu dia melupakan permasalahanny


Kemudian dia meminta pemimpin pejaga itu untuk mengantar mereka


Melihat Yanzhi tidak meneruskan masalah, kedua penjaga itu kembali tenang.. tapi, Yanxui tidak puas dengan itu.. dia menatap Yanzhi dengan penuh arti, dan Yanzhi, dia sepertinya mengerti arti tatapannya, kemudian dia mengangguk memberi tanda


Dea tidak terlalu memerhatikan interaksi mereka berdua dan bahkan mengabaikannya.. akibatnya dia tidak melihat senyum licik keduanya dan hany terus memperhatikan bangunan


Dengan segera Yanxui menatap Dea dan berkata “Jie-jie.. aku harus ke suatu tempat dulu.. kau dan Gege pergi saja terlebih dahulu” Dea hanya mengangguk saja, dan dengan senyum misterius dia memandang kedua penjaga itu


Melihat senyum yang di tunjukan pada mereka berdua, keduanya menjadi kritis kerenannya.. keringat dingin


membasahi mereka


Mereka berdua pikir bahwa ini adalah akhir dari mereka.. kini teman di samping penjaga yang menghina Dea, mengutuk teman di sampingnya ini.. pikirnya ini semua adalah salahnya yang terlalu sombong sampai harus melibatkan dia kedalamnya...


Keduanya menangis dalam hati....


Di samping itu, Dea hanya memperhatikan dalam sekte bulan dengan seksama “Hm.. kurang lebih sama dengan XY..” gumannya.. itu tidak kuat tapi Yanzhi dapat mendengarnya


Saat dia mendengar Dea mengatakan XY, hatinya bergetar, dia memandang Dea yang tengah memperhatikan dengan tatapan yang rumit, tapi dia segera menipis pikiran itu, sekjap dia berpikir bahwa dia sudah salah dengar.. Tidak mungkin.. batinya


Dengan itu, dia terus melangkah maju “Dea jangan sampai tertinggal” ucapnya dengan lembut, sampai-sampai, dua penjaga yang mereka bawah, terkejut kerenannya


Apa itu tadi pangeran Yanzhi yang berbicara.. batin keduanya.. mereka tidak pernah mendengar nada suara Yanzhi yang melembut seperti itu.. kini mereka seperti melihat hantu pada Yanzhi


Dea yang mendengarnya, hanya mengangguk, tanda setuju dan terus mengikuti pemimpin penjaga gerbang


Tak lama kemudian mereka sampai di depan ruangan kepala sekte..


Bunyi suara ketukan pintu.. itu berasal dari pemimpin penjaga gerbang “Kepala.. Yang Mulia Pangeran mahkota Yanzhi telah sampai..” dengan itu dia menatap Yanzhi dan Dea “Silahkan kalian sudah bisa masuk..”


Yanzhi mengangguk dan segera masuk ke dalam membawa Dea...


Saat mereka masuk, Yanzhi bingung di buatnya.. tidak ada siapapun di dalamnya, Yanzhi memperhatikan keseluruhan ruangan itu, mencari seseorang, tapi Dea dapat merasakannya, dia menatap tajam pada meja kerja di depan


Tak lama kemudian muncul sebuah suara seperti kapala yang terbentur di sertai dengan suara rengekkan “Aduh..” Yanzhi kemudian memperhatikan kearah suara itu


Tak lama kemudian muncul seseorang dengan rambut yang putih dan tua tapi tampak perkasa, mirip dengan seorang Jendral dari sebuah pasukan


Dengan segera Yanzhi menggelengkan kepalanya menatap orang itu “Kepala sekte..” katanya


Dea melhat Yanzhi sepertinya menghormati orang tua itu... tampak suasana yang serius disana, tapi detik berikutnya.. “Yang Mulia, anda sudah datang..” dengan nada menjilat.. itu terlihat konyol, Dea tersentak kaget melihatnya


Begitu Dea melihat orang itu tadi, ada rasa hormat sedikit padanya.. dia mengagumi dirinya tapi di detik berikutnya, dia menarik kata-katanya.. kesannya pertama seperti ilusi


Yang awalnya dia pikir bahwa orang ini adalah orang yang serius, kini dia terlihat seperti orang bodoh, Dea menghapus bayangan nya tadi...


Yanzhi dan orang itu berbicara dengan nyaman, mereka membicarakan sesuatu yang lain.. Dea tidak mengabaikan  mereka dan memperhatikan design keseluruhan ruangan itu


Terdapat barang yang kuno di dalamnya, seperti lukisan, kendi-kendi.. ada juga artefak di pajang tampak sangat sangat mahal tapi Dea mengabaikannya


Di hadapan Dea, artefak itu tampak tidak berguna dan hanya di jadikan hiasan saja agar orang lain dapat melihatnya.. jika orang itu yang adalah kepala sekte, mendengarnya, dia akan berpikir bahwa Dea itu bodoh


Tapi tidak, nyatanya itu memang tidak berguna, tapi bagi Dea.. artefak itu hanya sampah baginya.. tidak ada nilai guna, dan hanya cocok sebagai pajangan saja


Dia hanya melihatnya sekilas dan tau bahwa itu adalah artefak tipe perisai, dan itupun tingkat lima, tingkat dasar.. di bandingkan dengan yang di pakainya untuk melindungi paviliunnya itu memang tidak berguna.. itu karena yang di pakai oleh Dea adalah artefak tingkat tinggi di tingkat satu


Tapi bagi orang seperti kepala sekte, itu adalah barang yang senilai dengan hidupnya.. jika dia tau bahwa Dea memiliki banyak artefak semacam itu dan lebih tinggi dari miliknya, dia akan memanggi Dea dengan sebutan leluhur


Dea memandang yang lain dan melihat sebuah pedang roh tingkat lima pula, itu juga sangat lemah menurutnya.. dia berpikir bahwa orang-orang di sini hanya memiliki sampah saja.. semua barang yang ada di sana tidak memiliki nilai di matanya


Tapi saat matanya bertemu dengan sebuah tanaman yang ada di jendela, matanya terpaku kesan.. dia berjalan mendekat.. Bibit pohon shimei.. pikirnya begitu terkejut..


 


 


 


Note : Hai semuanya... terimakasih telah membaca.. jangan lupa tinggalkan jejak yah..


Favorit...


Comment and Like...